31-05-2010, 11:06 AM
Surabaya - Kereta Api (KA) Argo Wilis anjlok di areal Stasiun Semut. KA jurusan Surabaya-Bandung itu anjlok saat berpindah jalur rel dari jalur rel E3 ke E2 saat berangkat dari Stasiun Semut menuju Stasiun Gubeng. Saat kejadian KA itu hanya membawa beberapa orang penumpang.
"Kejadiannya pukul 07.13 WIB," kata petugas rumah sinyal, Muali, kepada wartawan di rumah sinyal Stasiun Semut, Jalan Stasiun Kota, Senin (31/5/2010).
KA Argo Wilis yang anjlok itu membawa 7 rangkaian gerbong yang terdiri dari 5 gerbong penumpang, 1 gerbong kereta pembangkit dan 1 gerbong kereta makan.
Sedangkan gerbong yang anjlok adalah gerbong kereta makan dan sebuah gerbong penumpang yang terletak pada rangkaian nomor 5 dan nomor 6.
Saat langsir, KA Argo Wilis sempat menabrak bagian belakang KA Gaya Baru yang sedang dicuci di jalur rel E3. Akibatnya bagian tengah kereta makan rusak, penyok dan berlubang. KA Gaya Baru mengalami kerusakan pada gerbong penumpang. Petugas pun berusaha memisahkan gerbong yang anjlok dari rangkaiannya.
Sumber : Detiksurabaya
"Kejadiannya pukul 07.13 WIB," kata petugas rumah sinyal, Muali, kepada wartawan di rumah sinyal Stasiun Semut, Jalan Stasiun Kota, Senin (31/5/2010).
KA Argo Wilis yang anjlok itu membawa 7 rangkaian gerbong yang terdiri dari 5 gerbong penumpang, 1 gerbong kereta pembangkit dan 1 gerbong kereta makan.
Sedangkan gerbong yang anjlok adalah gerbong kereta makan dan sebuah gerbong penumpang yang terletak pada rangkaian nomor 5 dan nomor 6.
Saat langsir, KA Argo Wilis sempat menabrak bagian belakang KA Gaya Baru yang sedang dicuci di jalur rel E3. Akibatnya bagian tengah kereta makan rusak, penyok dan berlubang. KA Gaya Baru mengalami kerusakan pada gerbong penumpang. Petugas pun berusaha memisahkan gerbong yang anjlok dari rangkaiannya.
Sumber : Detiksurabaya
Sawunggalih Utama, Taksaka, Turangga, Argo Wilis, Lodaya, Kutut, Bogowonto AC, Kutsel and Malabar.
