30-05-2010, 09:53 PM
Quote:PERJALANAN PRAMEKS TERHENTI 1 JAM ; Rel Putus Diatasi, Mesin KA Rusak
30/05/2010 13:16:45
SENTOLO (KR) - Putusnya rel Kereta Api (KA) di wilayah Kalimenur, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo atau di kilometer (Km) 521 yang menghambat perjalanan kereta hulu atau dari arah barat dengan tujuan Yogyakarta berhasil diatasi oleh petugas jajaran Resort Jalan Rel 63 Wates, Sabtu (29/5).
Kepala Humas PT KA Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta Eko Budianto dan Kepala Resot Jalan Rel 63 Wates Kasil yang dihubungi KR secara terpisah menyampaikan terima kasih atas kepedulian warga masyarakat yang mengetahui setiap terjadi kerusakan jalan rel ke kantor PT KA terdekat.
Kerusakan salah satu rel yang terputus dapat teratasi dan tidak mengganggu keamanan perjalanan kereta dan keamanan penumpang. Selama berlangsungnya perbaikan, perjalanan kereta untuk sementara dialihkan ke jalan rel dari hilir. â€ÂRel yang putus di wilayah Kalimenur disebabkan alam. Cuaca panas dan hujan tidak menentu rentan terhadap keretakan pada rel akibat proses pemuaian dan penyusutan besi tidak stabil.
* Bersambung hal 23 kol 7
Salah satu rel yang putus disambung dengan pengelasan. Di kedua ujung rel yang putus tersebut terdapat kerenggangan sekitar tiga milimeter. Adanya salah satu rel yang putus masih dapat dilalui kereta dengan kecepatan rendah.
Kepala Resort Rel 63 Wates Kasil yang ditemui di wilayah Kalimenur mengungkapkan rel yang putus harus segera diperbaiki karena posisi rel dapat bergeser dan mencelakakan perjalanan kereta. Perbaikan dilakukan dengan cara memasang plat di antara kedua ujung rel yang putus.
Perjalanan KA Prameks Kutoarjo - Solo yang berangkat dari Stasiun Wates sekitar pukul 10.00 sempat berhenti di Stasiun Kalimenur. Setelah berhenti selama kurang lebih satu jam, Prameks kembali melanjutkan perjalanan dengan melintas di salah satu rel yang putus dengan aman.
â€ÂPrameks yang berhenti itu karena mesin rusak. Setelah diperbaiki dapat berjalan lagi dengan aman, melintasi salah satu rel yang putus,†kata Kasil yang wilayah tugasnya mulai dari wilayah Kedundang - Sentolo, sepanjang 16 km dari Km 508+00 - Km 524+00.
Juru Periksa Jalan (PJP) Km 521 Djemiran mengungkapkan secara rutin setiap hari menelusuri jalan rel di wilayah Kalimenur. Pemeriksaan rel pada Sabtu (29/5) pagi masih dalam kondisi baik dan tidak menjumpai ada kerusakan. Salah satu rel putus di bekas pengelasan diperkirakan terjadi pada siang hari. (Ras)-f
Quote:KUALITAS LAYANAN AGAR DITINGKATKAN ; 1 Juni, Tarif KTB KA Prameks Naik
30/05/2010 13:16:45
YOGYA (KR) - Mulai 1 Juni PT Kereta Api (KA) Daop VI memberlakukan tarif baru untuk Kartu Trayek Bulanan (KTB) KA Prameks, dari semula Rp 282 ribu menjadi Rp 317 ribu per bulan. Sebelumnya, sesuai dengan permintaan pengguna jasa, PT KA Daop VI telah melayangkan surat ke PT KA pusat agar tarif KTB tidak dinaikkan. Namun permintaan tersebut ditolak.
â€ÂPT KA pusat telah memberikan jawaban pada 5 Mei lalu. Isinya tarif KTB tetap dihitung sesuai dengan rumus yang berlaku,†kata Humas PT KA Daop VI Eko Budianto kepada KR, Sabtu (29/5). Adapun rumus perhitungan tarif KTB yang baru yaitu 22 hari dikalikan harga tarif (Rp 9 ribu) dikali 2 (PP) dikali 80 persen. Sedang harga tarif lama Rp 8 ribu.
KTB, kata Eko berlaku untuk perjalanan PP Yogya-Solo selama satu bulan. Namun dalam rumus hanya dihitung 22 hari dengan pertimbangan libur pada hari Minggu. Itu pun masih diberikan diskon 20 persen. â€ÂKenaikan tarif KA Prameks dari Rp 8 ribu menjadi Rp 9 ribu untuk penumpang umum sudah berlaku sejak 21 April lalu. Namun untuk KTB baru akan diberlakukan 1 Juni,†tuturnya sembari menambahkan, pemegang KTB berjumlah sekitar 300 orang.
Ketua Komunitas Pramekers Jogja-Solo (KPJ), Eko Setyanto menyayangkan keputusan PT KA. Sebab dalam pertemuan dengan anggota DPRD Kota beberapa waktu lalu, PT KA berjanji tidak akan menaikkan tarif KTB. â€ÂBukan menunda, tapi Kadaop mengatakan tidak akan menaikkan tarif,†katanya. Kalau kemudian tarif dinaikkan, menurutnya, sama halnya PT KA telah mempermainkan konsumen dan ini melanggar etika.
Bagi konsumen, kata Eko, permasalahan utama bukan pada besarnya tarif yang harus dibayar. Tapi kenaikan harga seharusnya juga diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan pula. â€ÂKonsumen KTB bukan orang miskin,†ucapnya.
Eko yang setiap harinya menggunakan jasa KA Prameks ini menilai, pelayanan yang diberikan masih jauh dari harapan, baik dari segi keamanan, kenyamanan maupun ketepatan waktu. Banyak peralatan KA seperti jendela dan pintu yang rusak. Beberapa Foot step juga rusak, sehingga ibu-ibu kesulitan ketika naik turun KA. Selain itu, beberapa kali terjadi keterlambatan KA. â€ÂKA terlambat tidak lagi hanya dalam hitungan menit. Tapi bisa dua jam,†tutur Eko Setyanto yang juga mengatakan, jika tidak ada perbaikan kualitas mutu layanan, kenaikan tarif kali ini sangat tidak sesuai. (Ast)-f


![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)