25-05-2010, 06:01 PM
(25-05-2010, 01:27 PM)sepur_lori Wrote:(24-05-2010, 06:11 PM)eko winarno Wrote: sebetulnya tidak menyesali ketiadaan D52 yang sirna, akan tetapi la wong masih banyak yang jalan di daratan negara lain kok...mesti bisa..mesti bisa..mumpung batu bara belum habis..
Mas Eko, kalau ada proyek menghidupkan lok uap semacam D 52, coba dilihat dulu video di link ini: http://www.youtube.com/watch?v=Oo9jS1sJtrg . Yg jadi bintang adl Kriegslok âÃÂ-5933 milik Jawatan Perkeretaapian Rusia, diambilalih dari Jerman setelah perang usai. kelasnya 2-10-0, tapi body-nya tdk jauh beda dgn D 52. Biar bisa ada bayangan kalau D 52 bisa dihidupkan lagi
Kalau bahan bakar ada 2 pilihan, yaitu batu bara atau minyak bakar, soalnya setelah perombakan di Madiun pd tahun 1950an, D 52001-D 52050 masih pakai batu bara dan D 52051-D 52100 sdh pakai minyak bakar.
Bener-bener gagah dan membanggakan seandainya D52 bisa dihidupkan dan so pasti negara di dunia akan segan kalau kita mempunyai cagar budaya yang berbentuk mekanis yang langka serta sangat di lindungi ini.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun


