21-05-2010, 03:28 PM
(19-05-2010, 07:00 PM)Andrew_CN Wrote: [quote='Logawa_exp' pid='159371' dateline='1274184814']
kjadian cukup melatih jantung terjadi pada KA 7 hari senen (17 mei 2010) saat KA 7 terpaksa BLB d sta CN sekitar jam 1.42 siank karna ada perbaikan rem block & per boggie d spoor 3, rupanya terjadi human error & hampir mengakibatkan PLH (ato kjadian sperti ini termasuk hanya rinja? harap d koreksi klo salah sebut sbagai PLH)
sekitar stelah 5-8mnit perbaikan masi d lakukan & mengingat keadaan PPKA sta CN mungkin saat itu sangat crowded dengan banyak jadwal KA yg terhambat masuk slama beberapa hari itu & juga dengan harus menaruh fokus perhatian pandangan & pendengarang karna adanya perbaikan spoor 1, PPKA rupanya melakukan human error yg cukup fatal d susul dengan kelalian mass & stocker KA 7 sendiri.
sesaat PPKA memberi pengumuman pada mass & stocker KA 7 yg berbunyi "Jalur 3 kereta api argo lawu setelah selesai perbaikan PUK dipersiapkan berangkat kembali, dari jalur 3 argo lawu dari SLO tujuan GMR persiapan berangkat"
sementara dinas PUK saat itu masi melaksanakan perbaikan d sela2 boggie KA & kesalahan PPKA terjadi saat memberikan aspek signal hijau, sementara blum ada konfirmasi dari PUK, diiringi dengan pengumuman yg berbunyi "jalur 3 mass KA 7 masi belum d berangkatkan, menunggu selesai dinas PUK"
Entah apa yg terdengar d kabin lok KA 7, tiba2 mass KA 7 memberikan Semboyan 35 & petugas PPKA pun mengulangi pengumuman terakhir dengan lebih keras, namun mass KA 7 tetap menthrotle lok CC 204 08nya, sampai petugas PUK yg masi berada d sela2 boggie rel (sekitar 5 orang d bawah K1 yg berbeda) ada yg kaget & loncat, ada yg sampai teriak. Namun tampaknya mass KA 7 masi blum sadar meskipun sampai petugas PPKA mengulang pengumuman itu 2x lagi dengan suara yg menghentak. Setelah rangkaian beranjak sekitar 1 kereta, petugas PPKA merubah aspek signal secara mendadak menjadi merah kembali & hampir mengejar KA 7 dengan bendera merah (lupa itu semboyan berapa) KA baru berhenti.
Semua petugas PUK yg ada marah & mass pun kena omel & semua pedagang asongan serta penumpang KA 17 & 117 yg hari itu terlambat yg mengetahui apa yg terjadi smua tercengang kaget. Satu kesalahan fatal yg bisa merenggut nyawa bagi mass & stocker karna membunyikan Semboyan 35 & menjalankan loknya tanpa memastikan & melongok sama skli apakah s40 & 41 sudah ada d berikan d belakangnya. Sementara bagi PPKA sendiri terlalu cepat memberikan aspek signal hijau sebelum saatnya, yaitu sebelum dinas PUK selesai
Weh... serem tenan.... Gak kebayang kayak gimana peistiwanya... ada yang kegencet gak?? Udah sempet jalan berapa meterkah?
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. 

