08-05-2010, 11:13 AM
Selamat membaca ...... 
Saatnya Berbagi di Purwosari
Jumat, 30/04/2010 09:00 WIB - Agustinus Heruwanto
HARIAN JOGLOSEMAR
Kota Solo termasuk salah satu kota yang cukup ramai dalam penggunaan transportasi yang menggunakan jasa kereta api. Frekuensi keberangkatan dan kedatangan kereta di kota ini cukup tinggi. Kereta api penumpang maupun kereta api barang, silih berganti berdatangan setiap harin. Kondisi tersebut juga ditunjang dengan beberapa stasiun pemberangkatan maupun kedatangan, yang salah satunya adalah stasiun Purwosari.
Stasiun Purwosari mungkin termasuk stasiun yang paling mudah dicari di kota ini, karena letaknya yang strategis di jalan utama Kota Solo yaitu jalan Slamet Riyadi. Penumpang cukup dimanjakan dengan kemudahan untuk mendapatkan transportasi pengganti guna melanjutkan perjalanan ke Kota Solo dan sekitarnya.
Pada pagi hingga siang hari mungkin pemandangan yang nampak di stasiun ini tak berbeda jauh dengan stasiun-stasiun kereta yang lainnya. Hilir mudiknya kereta-kereta yang berdatangan silih berganti dan aktivitas penunjang lainnya seperti bongkar muat dan kerumunan orang di stasiun yang akan memanfaatkan jasa angkutan kereta ini, adalah gambaran umum tentang pemandangan yang menghiasi stasiun tersebut.
Namun jika kita melewati stasiun ini pada sore hari, kita akan disuguhi pemandangan yang berbeda dari pemandangan di pagi maupun siang hari. Di seberang Stasiun Purwosari kita akan melihat kerumunan orang-orang yang duduk-duduk sambil menonton aktivitas yang terjadi di Stasiun. Kerumunan tersebut ada yang kelompok muda-mudi dan ada juga orangtua yang mengajak anaknya. Mereka umumnya adalah masyarakat yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk mencari hiburan di sore hari.
Fasilitas Pendukung
Meski tanpa fasilitas pendukung yang memadai seperti tidak adanya tempat duduk yang nyaman,dan juga lingkungan yang di musim kemarau seperti sekarang ini nampak gersang, masyarakat pada sore hari banyak yang selalu datang ke tempat ini untuk melepaskan lelah dan bersantai bersama dengan keluarga maupun dengan teman.
Dijadikannya kawasan Stasiun Purwosari sebagai alternatif untuk melepas lelah dan bersantai bersama keluarga, meskipun tanpa fasilitas yang memadai, kemungkinan dipengaruhi oleh banyak hal. Pertama, kawasan Stasiun Purwosari mudah dijangkau oleh masyarakat. Kedua, di tengah sulitnya ekonomi banyak masyarakat yang mencari hiburan yang murah. Dan ketiga adalah hal yang sudah menjadi berita umum di kalangan masyarakat kota, adalah minimnya ruang terbuka yang dapat mereka butuhkan untuk bersantai.
Kota Solo memang tengah memikirkan dan berbuat untuk mengoptimalkan ruang-ruang publik. Hal tersebut di samping untuk semakin memperindah dan mempercantik tata ruang kota, tentunya juga dilakukan untuk menyediakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai ataupun sebagai arena belajar. Namun demikian usaha yang dilakukan oleh Pemkot Solo sampai saat ini toh kenyataannya belum dapat memenuhi tersedianya ruang terbuka bagi semua masyarakat secara maksimal.
Melihat kenyataan tersebut, tidak mungkinkah jika Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga melirik kawasan Stasiun Purwosari ini untuk dibenahi sebagai ruang publik yang ideal bagi masyarakat? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan kawasan Stasiun Purwosari ini sebagai ruang publik yang baru.
Pertama, animo masyarakat untuk mengisi waktu di kawasan Stasiun Purwosari untuk saat ini cukup tinggi, sehingga jika kawasan ini dibenahi tidak akan menjadi pekerjaan yang sia-sia karena hasilnya jelas dinikmati oleh masyarakat. Terlebih dari masyarakat kelas menengah ke bawah.
Kedua, penataan kawasan Stasiun Purwosari sebagai ruang publik setidaknya juga dapat dijadikan sebagai ajang belajar bagi anak-anak yang diajak orangtuanya ke sana untuk mengenal ragam sarana transportasi. Hal tersebut mengingat bahwa dalam materi pelajaran di sekolah dasar (SD), anak-anak juga sering mendapatkan pelajaran tentang sistem transportasi.
Dengan demikian anak akan belajar memadukan teori yang didapat di sekolah dengan hasil pengamatan langsung. Jika kondisinya mendukung tentu saja anak akan lebih nyaman lagi dalam belajarnya di lapangan. Ketiga, banyaknya anak yang diajak ke kawasan stasiun ini akan semakin mengenalkan dan mendekatkan anak-anak pada transportasi massal ini, sehingga nantinya mereka akan merasakan manfaatnya transportasi massal di tengah problematika kepadatan lalu lintas yang mengancam kehidupan perkotaan dewasa ini. Dan tentunya masih banyak lagi hal yang akan dikenal oleh mereka tentang sistem transportasi kereta api ini.
Jika pembenahan dan pengoptimalan kawasan Stasiun Purwosari ini dapat dilakukan, keuntungan lain yang bisa dinikmati oleh publik yang lain (penumpang kereta) tentu saja adalah keindahan kawasan stasiun yang sekarang ini memang terlihat gersang. Rumput-rumput yang menghiasi kawasan stasiun dapat berubah menjadi tanaman yang beragam seperti taman-taman yang lainnya.
Di samping itu pembenahan kawasan Stasiun Purwosari sebagai ruang publik juga dapat menjadi upaya untuk mengoptimalkan bangunan mangkrak yang ada di kawasan Stasiun Purwosari. Bangunan-bangunan ini tentunya memiliki nilai-nilai historis berkaitan dengan sejarah transportasi perkeretaapian di kawasan Solo.
Jika hal ini bisa diwujudkan, tentu saja hal tersebut akan menjadi hadiah yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat dari kalangan marjinal yang memang selama ini kurang tempat untuk menikmati waktu-waktu santai bersama keluarga, karena memang segala keterbatasan yang mereka miliki.
Pengamat perkotaan, guru SMA Pangudi Luhur St Yosef Surakarta

Saatnya Berbagi di Purwosari
Jumat, 30/04/2010 09:00 WIB - Agustinus Heruwanto
HARIAN JOGLOSEMAR
Kota Solo termasuk salah satu kota yang cukup ramai dalam penggunaan transportasi yang menggunakan jasa kereta api. Frekuensi keberangkatan dan kedatangan kereta di kota ini cukup tinggi. Kereta api penumpang maupun kereta api barang, silih berganti berdatangan setiap harin. Kondisi tersebut juga ditunjang dengan beberapa stasiun pemberangkatan maupun kedatangan, yang salah satunya adalah stasiun Purwosari.
Stasiun Purwosari mungkin termasuk stasiun yang paling mudah dicari di kota ini, karena letaknya yang strategis di jalan utama Kota Solo yaitu jalan Slamet Riyadi. Penumpang cukup dimanjakan dengan kemudahan untuk mendapatkan transportasi pengganti guna melanjutkan perjalanan ke Kota Solo dan sekitarnya.
Pada pagi hingga siang hari mungkin pemandangan yang nampak di stasiun ini tak berbeda jauh dengan stasiun-stasiun kereta yang lainnya. Hilir mudiknya kereta-kereta yang berdatangan silih berganti dan aktivitas penunjang lainnya seperti bongkar muat dan kerumunan orang di stasiun yang akan memanfaatkan jasa angkutan kereta ini, adalah gambaran umum tentang pemandangan yang menghiasi stasiun tersebut.
Namun jika kita melewati stasiun ini pada sore hari, kita akan disuguhi pemandangan yang berbeda dari pemandangan di pagi maupun siang hari. Di seberang Stasiun Purwosari kita akan melihat kerumunan orang-orang yang duduk-duduk sambil menonton aktivitas yang terjadi di Stasiun. Kerumunan tersebut ada yang kelompok muda-mudi dan ada juga orangtua yang mengajak anaknya. Mereka umumnya adalah masyarakat yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk mencari hiburan di sore hari.
Fasilitas Pendukung
Meski tanpa fasilitas pendukung yang memadai seperti tidak adanya tempat duduk yang nyaman,dan juga lingkungan yang di musim kemarau seperti sekarang ini nampak gersang, masyarakat pada sore hari banyak yang selalu datang ke tempat ini untuk melepaskan lelah dan bersantai bersama dengan keluarga maupun dengan teman.
Dijadikannya kawasan Stasiun Purwosari sebagai alternatif untuk melepas lelah dan bersantai bersama keluarga, meskipun tanpa fasilitas yang memadai, kemungkinan dipengaruhi oleh banyak hal. Pertama, kawasan Stasiun Purwosari mudah dijangkau oleh masyarakat. Kedua, di tengah sulitnya ekonomi banyak masyarakat yang mencari hiburan yang murah. Dan ketiga adalah hal yang sudah menjadi berita umum di kalangan masyarakat kota, adalah minimnya ruang terbuka yang dapat mereka butuhkan untuk bersantai.
Kota Solo memang tengah memikirkan dan berbuat untuk mengoptimalkan ruang-ruang publik. Hal tersebut di samping untuk semakin memperindah dan mempercantik tata ruang kota, tentunya juga dilakukan untuk menyediakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai ataupun sebagai arena belajar. Namun demikian usaha yang dilakukan oleh Pemkot Solo sampai saat ini toh kenyataannya belum dapat memenuhi tersedianya ruang terbuka bagi semua masyarakat secara maksimal.
Melihat kenyataan tersebut, tidak mungkinkah jika Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga melirik kawasan Stasiun Purwosari ini untuk dibenahi sebagai ruang publik yang ideal bagi masyarakat? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan kawasan Stasiun Purwosari ini sebagai ruang publik yang baru.
Pertama, animo masyarakat untuk mengisi waktu di kawasan Stasiun Purwosari untuk saat ini cukup tinggi, sehingga jika kawasan ini dibenahi tidak akan menjadi pekerjaan yang sia-sia karena hasilnya jelas dinikmati oleh masyarakat. Terlebih dari masyarakat kelas menengah ke bawah.
Kedua, penataan kawasan Stasiun Purwosari sebagai ruang publik setidaknya juga dapat dijadikan sebagai ajang belajar bagi anak-anak yang diajak orangtuanya ke sana untuk mengenal ragam sarana transportasi. Hal tersebut mengingat bahwa dalam materi pelajaran di sekolah dasar (SD), anak-anak juga sering mendapatkan pelajaran tentang sistem transportasi.
Dengan demikian anak akan belajar memadukan teori yang didapat di sekolah dengan hasil pengamatan langsung. Jika kondisinya mendukung tentu saja anak akan lebih nyaman lagi dalam belajarnya di lapangan. Ketiga, banyaknya anak yang diajak ke kawasan stasiun ini akan semakin mengenalkan dan mendekatkan anak-anak pada transportasi massal ini, sehingga nantinya mereka akan merasakan manfaatnya transportasi massal di tengah problematika kepadatan lalu lintas yang mengancam kehidupan perkotaan dewasa ini. Dan tentunya masih banyak lagi hal yang akan dikenal oleh mereka tentang sistem transportasi kereta api ini.
Jika pembenahan dan pengoptimalan kawasan Stasiun Purwosari ini dapat dilakukan, keuntungan lain yang bisa dinikmati oleh publik yang lain (penumpang kereta) tentu saja adalah keindahan kawasan stasiun yang sekarang ini memang terlihat gersang. Rumput-rumput yang menghiasi kawasan stasiun dapat berubah menjadi tanaman yang beragam seperti taman-taman yang lainnya.
Di samping itu pembenahan kawasan Stasiun Purwosari sebagai ruang publik juga dapat menjadi upaya untuk mengoptimalkan bangunan mangkrak yang ada di kawasan Stasiun Purwosari. Bangunan-bangunan ini tentunya memiliki nilai-nilai historis berkaitan dengan sejarah transportasi perkeretaapian di kawasan Solo.
Jika hal ini bisa diwujudkan, tentu saja hal tersebut akan menjadi hadiah yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat dari kalangan marjinal yang memang selama ini kurang tempat untuk menikmati waktu-waktu santai bersama keluarga, karena memang segala keterbatasan yang mereka miliki.
Pengamat perkotaan, guru SMA Pangudi Luhur St Yosef Surakarta
.
