25-04-2010, 06:30 PM
(25-04-2010, 10:07 AM)ady_mcady Wrote: jangan cuma lurusnya saja yang diperhatikan. ketinggiannya juga. justru rel yang berkelok2 itu grade nya gak terlalu curam, sehingga memudahkan mesin lok bekerja yang ujung2nya efisiensi bahan bakar.
daripada dibikin lurus tapi gradenya terjal, plus mesti bangun belasan jembatan dan tunel, saya lebih setuju seandainya jalur jakarta-bandung ini di "setrum" saja. biarlah kereta jenis krl yang ambil alih ini koridor. saya pikir krl punya keunggulan untuk melahap petak bergunung2 karena disetiap gandarnya punya motor.
ane dari awal udah bilang kalo ane hanya melihat dari google earth, belum dibandingkan juga dari ketinggian (dpl). 
Yang ane bahas disini, kalo misalnya ada 2 titik yang memiliki ketinggian sama atau tidak terlalu curam, namun berkelok2 karena ada lembah atau bukit, mengapa tidak bisa dibangun jembatan atau cut and fill? Kan lumayan untuk memotong jarak dan waktu tempuh, apalagi teknologi sekarang sudah maju. Ditambah lagi kalo jalur ini dielektrifikasi dan mulai beroperasi KRL, ane yakin pasti jalur ini akan rame lagi dan penumpang akan banyak menggunakan transportasi massal ini.
![[Image: a2vric.jpg]](http://i41.tinypic.com/a2vric.jpg)
