24-04-2010, 10:27 AM
(24-04-2010, 05:43 AM)Andrew_CN Wrote: soal knapa gajayana ga d jadiin argo, itu mungkin ada alesan tersendiri kali ya, tapi tanpa d jadiin argo pun skarang malah playanannya malah lebi unggul dari anggrek & KA satwa laennya kan justru dengan adanya wi fi & interior skarang, d tambah lintasan dia d malem hri ampir ga beda kcepatannya sama argo, dia tergolong express malam yg kluar d deretan pertama tanpa ada KA argo d dpannya, jadi larinya bebas, jadi sbenernya status dia itu ga penting lagi
Siapa sih yang peduli brand Argo selain railfans? Apa sih nilai tambah dari brand Argo di mata penumpang?
Nggak ada!
Terimalah kenyataan, mau KA dari odong-odong sampai Argo:
-kecepatan sama.
-sama-sama kereta apinya.
-lokomotifnya sama.
-yang penting jalan.
Walaupun makin tinggi kelasnya makin banyak fitur pelayananannya, tapi antara KA Argo dengan KA satwa (sebenarnya saya agak tersinggung dengan istilah "satwa" untuk KA EXA selain Argo) nggak ada bedanya:
-sama-sama pakai AC.
-sama-sama ada TVnya.
-sama-sama jumlah berhentinya.
Ini perspektif para penumpang awam KA, yang suka nggak suka adalah mayoritas penumpang KA itu.

