(19-04-2010, 01:19 PM)Bangunkarta Wrote: [spoiler]waduh ane telat nih buat masuk ni trid... uda jaoh banget ya....
oya.. sebelumnya sy mhn maaf kalo mnugkin postingan ane bisa membikin RF sekalian ngeras ga enak... jujur aja si, sebagai RF ane kadang suka kasih kritikan atas PT KA dlm operasionalisasi train... bukan untuk tdk setuju, cuman sebagai RF tidak ingin KA-KA baru cuman numpang lewat terus di likuidasi karena pertimbangan yang kurang matang saat akan meluncurkan sebuah produk...karna ane lebih banyak meliat suatu KA juga berdasarkan asumsi customer yang menjadi sasaran KA, sehaingga sebagai RF ketika terdapat hal-hal yg menurut asumsi ane kurang dapat diterima customer, ane lebih banyak berreaksi...
jujur aja sih, pada waktu polling pembukaan KA malang-bdg ini ane vote tidak setuju... karena ane tidak yakin jalur ini cukup potensial untuk KA kelas K-1/K-2... dan akhirnya pertimbangan PT KA untuk membuka trip ini adalah berdasarkan polling dari situs PT KA (ane belum liat beberapa asumsi dasar lainnya yg mendasari pembukaan KA rute ini).... yah jelas aja secara mutlak responden yg sebagian RF akan setuju dengan makin banyaknya KA yang beroperasi... tapi ane vote tdk setuju.. maaf bukannya anti, cuman ada kekhawatiran ni cuman sensasi sesaat nantinya akan dengan mudah dilikuidasi....
ketidaksetujuan ane adanya KA lintasan ini adalah trayeknya malang-bandung... apakah sudah disurvey lintasan malang-bandung tersebut kan potensi penumpang yang diharapkan cuman Malang-Blitar-T.Agunng/nggalek dan Kediri... "maaf" apakah ya wilayah-wilayah tersebut telah disurvey tingkat kebutuhan transportasi ke bandung dsk dan tingkat pengeluaran masyarakat dalam mengunakan transportasi ke bandung....
selanjutnya apakah juga telah dipikirkan, bagaimana pangsa pasar potensialnya KA tersebut... mengingat pangsa pasar ke bandung yang cukup besar untuk wilayah-wilayah yg strategis seperti surabaya, mojkerto, jombang, madiun dst udah ada KA yang mengcoiver (Argo Wilis, Turangga, Mutsel, Pasundan).. dimana jalur ini yang akan diandalkan cuman wilayah Malang dan Kediri yang mungkin cukup potensial secara penumpang.....
apakah juga telah dipertimbangkan mengenai waktu tempuh yang dikorelasikan dengan tarif dan pelayanan terhadap reaksi pasar... selain itu kereta kelas komplit K-1,K-2 dan K-3.. apakah ada nilai ekonomis menjalankan KA ini, baik itu dari segi operator maupun segi konsumen... apakah yang membuat KA ini layak untuk dipilih?
menurut hemat saya, berat untuk perjalanan 15 jam dengan tarif K-1 = 220 K-2=150 dan K-3=90... bagaimanakah daya saing KA ini atas KA KA yang telah ada sebelumnya dan jelas lebih familier di konsumen..
sebagai perbandingan..
KA Argowilis (SGU-BD=12jam) tarif K-1 weekend adalah 250rb
KA Turangga (SGu-BD = 12.3 s/d 13 jam) tarif K-1 weekend adalah 250 rb
KA Mutsel (SGu-BD = 13 jam) tarif K-2 weekend adalah 150 rb
KA Pasundan (SGU-Kac = 15 jam) tarif K-3 adalah 41rb
KA KAhuripan (KD-padalarang = 14 jam) tarif K-3 adalah 38rb
selain itu.. konsumen KA sering juga setia dengan KA yang menjadi langganannya.. misal penumpang dari ML yang telah terbiasa dg Argo Wilis atau Turangga yg lebih prima K-1 nya atau KA MUtsel yg K-2 tapi lebih cepat apakah tidak tetap memilih argo wilis/turangga/Mutsel dengan ke sby terlebih dulu atau ke jombang naik puspa indah
apakah tidak ada jaminan penumpang blitar,tulung agung/kediri tetep naik KA-KA ungulan tersebut di kertosono dengan naik Dhoho terlebih dahulu.. selain itu di kediri uda ada Kahuripan yg K-3 jalannya malem.. meskipun sumpek dan kotor tapi murah
apakah tidak dipikirkan opsi lain.... misalnya KA Malabar ini dioperasikan siang hari (dari ML jam 6.00 dan brangkat BD juga jam 6.30) selain jalannya siang juga kelasn7a cukup K-2 aja.... karena yang tidak tercover adalah KA kelas K-2 yg dari wilayah Jatim ke bandung dan jalannya siang.. karna untuk K-1 uda ada Argo Wilis dan K-3 uda ada Pasundan...
saya rasa ini lebih masuk akal dan semoga dapat menjadi perhatian PT. Kereta Api (Persero) sebelum me release suatu produk baru
selain itu yang paling disesalkan adalah demi pengoperasian KA malabar yang masih meraba-raba pasar.... d'legend: KA Parahyangan.... yang dapat menggapai semua kalangan masyarakat harus wafat[/spoiler]
Ada beberapa pernyataan dari kang bangunkarta yang ane sependapat. Tapi ada beberapa pendapat ane yang mungkin bisa ane luruskan ya:
1. Ane sadar setelah adanya penghapusan malex, kita sebagai RF cuma bertugas sebagai monitoring secara sukarelawan, maksudnya begini...kadang kita memang berpendapat parahyangan selalu ramai dan selalu profit. Permasalahannya saat ini, yang mengetahui secara pasti untung rugi suatu rangkaian adalah PT.KA dan itu tidak dipublikasikan. Kalo memang PT.KA bilang Parahyangan merugi dengan bukti2 yang ada, ya kita sebaiknya jangan menghujat PT.KA, karena memang sebuah perusahaan adalah Profit Oriented. Sebaiknya berpikir optimis kalau memang secara financial PT.KA kedepannya sudah benar2 profit, KA Parahyangan bisa dijalankan kembali koq.
2. Sebagai perusahaan milik pemerintah (BUMN), semua proyek PT.KA pasti melalui lelang proyek dan sebagainya. Dan proyek itupun dikerjakan secara teknikal oleh konsultan yang ditunjuk PT.KA untuk mengerjakan proyek (proyek bisa meliputi pengerjaan Double Track, penambahan rangkaian, dll). Tidak luput adalah survey suply demand yang sebagai kunci kesuksesan perencanaan transportasi. Dan ane yakin PT.KA tahu dan telah melaksanakan survey tersebut (yang dilakukan oleh konsultan yang ditunjuk) dan tidak hanya dari poling situs. Mungkin dari teknik survey yang lain yang tidak bisa dipublikasikan. Permasalahan yang kerap terjadi yang ane lihat adalah dalam hal monitoring and evaluation (evaluasi) setelah proyek telah selesai dikerjakan. Menurut ane PT.KA belum siap dalam hal tersebut. Sehingga tidak jarang ada kasus merosotnya jumlah penumpang akibat kenyamanan kurang, tarif mahal, dan laen sebagainya.
3. Masalah waktu ML-BD 15 jam ane anggap wajar dikarenakan kondisi kedua kota (Malang dan Bandung) yang berbukit2 dan melewati jalur kantong yang mengelilingi gunung (KTS-BL-ML), jangan disamakan dengan argo wilis atau KA laen yang melewati KTS-SGU karena jalur tersebut dominan trek lurus dan tidak memutar.
Itu pendapat ane...ane harap jangan ada yang tersinggung, apabila ada yang salah mohon dikoreksi. CMIIW. Terima kasih...
![[Image: a2vric.jpg]](http://i41.tinypic.com/a2vric.jpg)



[/spoiler]