Mumpung momennya seputar penghapusan KA PArahyangan sebentar lagi, ini saya tambahkan satu fakta yang asli tidak diketahui railfans jaman kini.
Ternyata sebelum disematkan ke KA ekspress rute Bandung-Jakarta PP, nama Parahijangan disematkan ke KA Ekspress Surabaya-Bandung. Oya, sebagai catatan, KA yang sama kalau menjalani rute Bandung-Surabaya malah diberi nama Madjapahit.
Ternyata sebelum disematkan ke KA ekspress rute Bandung-Jakarta PP, nama Parahijangan disematkan ke KA Ekspress Surabaya-Bandung. Oya, sebagai catatan, KA yang sama kalau menjalani rute Bandung-Surabaya malah diberi nama Madjapahit.
Quote:Pada tanggal 5/2/1960 dibuka perjalanan Ka ekspress Bandung-Surabaya.p.p. Pelepasan dilakukan oleh Menteri Inti Distribusi.
Per Tanggal 1/7/1960 KA Tjepat Bandung-Jogja-Solo tidak berhenti di stasiun Kebumen, Gombong, Kutoarjo, Wates, dan Klaten.
Pada tanggal 6 Djuli 1961, semua KA ekspress di pulau Jawa diberi nama agar mudah dikenal masyarkat.
Nama KA ekspress tersebut adalah
No. KA Trayek Nama
1 Surabaya Pasar Turi-Gambir Tarumanagara
2 Gambir-Surabaya Pasar Turi Mantjanagara
3 Surabaya-Bandung Parahijangan
4 Bandung-Surabaya Madjapahit
5 Kroya-Gambir Sunda Kelapa
6 Gambir-Kroya Singhosari
7 Express Malam Surabaya-Jakarta Bintang Sendja
8 Express Malam Jakarta-Surabaya Bintang Fadjar
Kereta api ekspress Malam Jakarta-Surabaya mulai jalan tanggal 6/7/1961.
Pada bulan April 1964 terjadi kecelakaan KA no.40 di km 238+9/0 dan km 241+4/5 antara Cipendeuy-Ciawi dekat Trowek (sekarang Cirahayu) yang terkenal karena tanjakan 20 ‰ yang meminta korban jiwa 24 orang meninggal dunia (termasuk 8 pegawai PNKA) dan 75 luka berat.
