12-04-2010, 04:07 PM
Lebar kepala rel bung !
Pastilah ngaruh dong di Caruban-Solo itu sudah R54 meskipun belum seluruhnya, perbedaan dengan jalur Ta-Kd yang tipe R42 adalah SUARANYA jika dilalui kereta, tipe rel R54 lebih HENING dari R42 yang gemuruh banget. Makanya karpet2 gerbong dilepas semua. Sebenarnya di jalur Caruban-Solo itu seolah2 kereta seperti jalan 60-70 padahal lebih, coba aja liat lampu2 rumah,
Ok BTT.
Ngmng2 pengharum ruangan electric di Gajayana koq g dipasang lagi sih, pdahal gerbong batch 99 dan 01 dikasih eh yang 08 dan 09 tidak dikasih, selain itu jam datang di Malang koq jam 9 pagi, apa da perbaikan jalan lintas KTS-KD dan BL-MLG ? Atau yang lain !
Pastilah ngaruh dong di Caruban-Solo itu sudah R54 meskipun belum seluruhnya, perbedaan dengan jalur Ta-Kd yang tipe R42 adalah SUARANYA jika dilalui kereta, tipe rel R54 lebih HENING dari R42 yang gemuruh banget. Makanya karpet2 gerbong dilepas semua. Sebenarnya di jalur Caruban-Solo itu seolah2 kereta seperti jalan 60-70 padahal lebih, coba aja liat lampu2 rumah,
Ok BTT.
Ngmng2 pengharum ruangan electric di Gajayana koq g dipasang lagi sih, pdahal gerbong batch 99 dan 01 dikasih eh yang 08 dan 09 tidak dikasih, selain itu jam datang di Malang koq jam 9 pagi, apa da perbaikan jalan lintas KTS-KD dan BL-MLG ? Atau yang lain !

