08-04-2010, 11:29 AM
(07-04-2010, 11:23 PM)Agus_Faisal Wrote:(07-04-2010, 10:35 PM)JaY Wrote: Memang benar ya, jika dilihat dari Google Earth, jalur Cikampek-Cirebon dominan lurus hanya di Jatibarang yang ada rel lengkungnya kalau ke arah Jatibarang, rel lengkung itu sebelum stasiun. Wajar aja lurus, digeber sampe 120 mungkin bisa, perkiraan saya, Argo Sindoro hampir mendekati 110 di petak Haurgeulis jadinya anjlok deh, mungkin masinisnya pengen segera cepat sampai tujuan biar penumpang surprise kalau jadwal tiba mendahului jadwal tiba di tiket. Kalau sudah begini yang harus tanggung jawab siapa hayo ?
Sebenarnya taspat di jalur itu cuma 95, cuma mass memang terkadang ada yang bawa sampe di atas 100 km/jam dan buktinya fine2 aja waktu dibawa segitu, mass kan punya "feeling" tersendiri terhadap laju KA, kalo terlalu cepet pasti goyangan di loko terasa begitu keras, kalo seperti itu, mass pasti akan mengurangi laju kereta....Kalo yang tentang anjlokan KA 12 ini, memang boogie K9 itu amat sangat sensitif, walaupun katanya bisa dibawa lari sampai 120 km/jam....FYI, sebelum anjlok, KA 12 mencapai kecepatan 106 km/jam....
boogie K9 memang sanggup digeber hingga 120 km/jam...
kabar yg saya dapat, penyebab anjlok adalah patah'a as roda...
mungkin dalam kasus ini adalah kurang'a ketelitian dalam pengecekan rangkaian sebelum berangkat dr stasiun awal...
jalur ini relatif aman untuk ngebut karena hampir lurus terus hingga CN...
SAWUNGGALIH UTAMA
SELALU DI HATI
SELALU DI HATI
