(27-03-2010, 11:06 AM)argo sindoro Wrote: menambah motivasi kru2 BY untuk lebih kreatif mengakali spare partnya yang gak ada .... malah mungkin jadi bisa bikin itu spare partnya ... jadi inget orang KA yang berhasil bikin penjepit rel ...
permasalahannya Holec ini satu2 Kereta yang tipenya VVLF....
sedangkan KRL lain tipenya rheostatik....
KRL babe yang terbaru aja ( seri 8500) itu rheostatik loh.....
[/b]si holec ngga punya temen karena beda keturunan,dia keturunan londo,yg lainnya keturunan nippon
gw ngeliat tulisannya jadi
Ralat: seri 8000 dan 8500 punya Tokyu Corporation itu pakai sistem traksi chopper dan sebagian lagi ada yang ditambah VVVF-GTO (8613F dan 8618F).
Yang tipenya rheostatik itu seri 6000 eks Toei, seri 5000 eks Tokyo Metro, seri 1000 eks Toyo Rapid dan seri 103 eks JR East.
Sistem VVVF (Variable Voltage Variable Frequency) itu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu VVVF-GTO dan VVVF-IGBT.
Holec menggunakan sistem VVVF-IGBT dengan static inverter (SIV) yang berasal dari konsorsium BN/Holec kerjasama Belanda dan Belgia, yang menggunakan sistem arus AC ala Eropa. Faktanya, listrik di Jabotabek memiliki sistem arus DC, oleh karena itu dibutuhkan dynamic inverter yang mengubah arus DC dari LAA menjadi arus AC ke motor traksi. Sayangnya inverter ini seringkali bermasalah dan menyebabkan mogok saat berdinas. KRL lainnya yang juga menggunakan sistem VVVF-IGBT adalah KRL-I, sedangkan Hitachi dan Hyundai menggunakan VVVF-GTO.






![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)