04-03-2010, 09:09 PM
Relasi Malang-Bandung awalnya lebih cocok memakai kereta K2 PLUS seperti Gajayana dulu. Jika okupansinya baik boleh ditambah dengan exe atau diganti exe semua. Untuk masalah jalur baik lewat utara maupun selatan itu semua ada konsekuensinya. Misal, kalau lewat jalsel memang lebih cepat tapi jadwal jangan bentrok dengan Mutsel. Jika kereta Ngandab (Ngalam-Ngundab) berangkat dari Malang diusahakan tiba di Kertosono dengan selang waktu yang lama setelah kdatangan Mutsel. Untuk masalah tarif bisa dipatok 150 ribu rupiah ke atas dengan syarat hanya berhenti di stasiun tertentu setelah Kertosono. Jadi begini, jumlah stasiun yang disinggahi oleh Kereta Ngandab ini harus lebih sedikit setelah Stasiun Kertosono kalau brangkat dari arah timur. Misalnya tidak perlu berhenti di Caruban, Nganjuk, Gombong.
