25-02-2010, 03:56 PM
(25-02-2010, 01:55 PM)ady_mcady Wrote: sebagai gambaran, perhari kira2 130 ribu penumpang terbang lewat bandara soetta. dari jumlah tersebut, 15 ribu menggunakan bus damri untuk mencapai bandara. sisanya ya lewat mana lagi kalo bukan tol. kalo bus damri itu setiap terminal ada jadwal nya setiap 1 jam berangkat.
lantas di awal2 disebutkan optimis ka bandara bisa mengangkut 50-60 ribu penumpang perhari. saya pikir terlalu optimis itu angkanya. paling 10 ribu itu sudah bagus. kecuali kalau ka bandaranya dibuat tersebar ditiap koridor. jadi ada ka jurusan bandara-serpong, bogor, bekasi, yang berhenti dibeberapa stasiun untuk ambil penumpang.
Kalau memang menggunakan sistem branching (percabangan ke kota-kota lainnya) seperti yang anda sebutkan memang lebih menguntungkan dari segi akses, tetapi harus diperhitungkan juga lahan yang akan digunakan karena untuk Bogor, Depok dan Bekasi sangat sedikit lahan yang tersedia sehingga jalur yang cocok digunakan adalah jalur layang (elevated rail track) yang membutuhkan biaya cukup besar.
Untuk masing-masing jalur, tempat perhentian yang okupansi penumpangnya cukup baik antara lain:
BOO-CNK (Cengkareng) => BOO, BJD, DP, DPB, dan TBT
BKS-CNK => BKS, KLDB, JNG
SRP-CNK => SRP, RWB, THB, KBY, PAL, THB
TNG-CNK => TNG, KDS, GGL
Perhentian bersama:
BOO & BKS => MRI
SRP & TNG => DU
CMIIW.

![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)