09-02-2010, 06:34 PM
(This post was last modified: 09-02-2010, 06:44 PM by Bangunkarta.)
(09-02-2010, 01:36 PM)BB 30501 Wrote: koreksi dikit bro. . . . .
mngapa KA MuttiM terLaLu banyak berhenti. .itu disebabkan karna pnp KA ini justru tersebar di sta." tersebut. . . .cthnya Kalisetail. . . .okupansi KA ini dari sta. ini mengcover hempir 40% dari keseLuruhan pnp KA MuttiM dari wiLayah Banyuwangi. . . . .cz dari wiLayah bwi sLatan emg pnp bnyk naik dari sta. ini
untuk Klakah knp KA ini Ls itu karna emag di sta. ini okupansinya rendah. . . . .untuk K3 saja hanya beLasan orang pnpnya. . . .
jadi bukan pemberhentian yang terLaLu banyak. . . .mungkin emg harga tiket yang terLaLu tinggi. . . . .
ow getoo ya bro... menurut agan apakah ada pemberhentian yang perlu dipangkas tapi tidak menurunkan potensi? kaya wonokromo, bangil, pasuruan and rambipuji (jarak tanggul-rambipuji menurut gw deket, jadi mungkin bisa berenti salah satu aja) trus diantara kalisat, kalibaru, setail ma rogojampi ada yang bisa dipangkas, karna jaraknya deket?
karena penting sekali KA unggulan ini "terasa expressnya"... ini menyangkut psikologi pasar juga.... dimana penumpang akan bangga naik kereta yang tidak berenti tasiyun gede... selain itu psikologis konsumen akan meningkat ketika KA yang dinaiki menyusul KA lain.... cz saya pas naik muttim tidak pernah nyusul n pas silang juga sama2 berentinya.... ini sangat penting, misal KA sancaka dari SGU 07.00 walopun nyampe YK jam 12.10 tapi psikologis penumpang akan meningkat karna KA Sancaka menyusul KA pasundan yang budal SGU jam 05.50... meskipun KA sancaka bakal disusul Argo Wilis... selain itu Sancaka akan menang pas silang ma Rapih Dhoho, Sritanjung... misal muttim ini bisa nyusul sebuah KA entah itu lokal atao penataran/komuter, maka penumpang akan merasa KA nya adalah KA unggulan...
(09-02-2010, 05:01 PM)fun_plano Wrote: Dari analisis om bangunkarta memang bener...ya sebagai masyarakat awam ya mungkin bilang mutim ni ka expres tapi koq lambat bgt...Tapi mungkin ne ya...pendapat ane..tiket mahal karena buat nutupin biaya operasional daop IX.
Pendapatan daop IX kan ga seberapa besar dibanding daop laen. Trus daop IX juga harus menerima kenyataan kalo armadanya terbatas, lok CC masih asist..apalagi loknya BB udah tua..pasti biaya operasional terutama perawatan besar banget. Nah yang bisa diandalin ya cuma ni mutim.
Trus masalah warga lumajang yg gak tercover mungkin benar juga..okpansi di klakah kecil mungkin benar juga..alasannya karena warga Lumajang lebih memilih travel atau bus karena moda transportasi itulah yang paling dekat dengan kota lumajang..beda lagi kalo jalur lumajang-klakah aktif terus dibuat KA feeder, mungkin okupansi muttim di klakah bisa naik drastis..ini analisis ane lho..CMIIW
nah ini dia... tarif mahal, selain itu KA ini pake sistem satu tarip, padahal kita tahu kota besar yang dilalui Muttim adalah SBY-probolinggo ma JR, mungkin bw juga... maka yang dicover juga cuman jarak terjauh... mungkin ni KA bisa pake sistem 2 tarip (pendek and panjang) kaya sancaka geto... ada tarif panjang (YK-sgu) ma tarif pendek (YK/SGU-MN)... nah kalo bisa diaplikasikan ke muttim dengan tarif panjang (sby-jr/bw) ma tarif pendek (sgu/bw-probolinggo/klakah) mungkin penumpang akan lumayan.. secara banyak loh pnp dari sby yang ke pb/sebaliknya and penumpang dari bw yang ke pb/sebaliknya....
jadi menurut gw sih beberapa solusi tersebut bisa buat mengangkat citra ma brand KA muttim sebagai KA unggulan wilayah timur, coz:
1. dengan naik KA yang nyusul KA laen, maka akan meningkatkan efek psikologis konsumen. dimana KA yang dinaiki adalah KA elite.
2. dengan tarif pendek, maka akan memberi keadilan bagi penumpang probolinggo, yang secara kalo gw pikir lumayan tuh
3. kalo no. 2 diterapkan, bisa menjaring lebih banyak pasar..
yah.. cuman gimana baiknya sih.. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP IX sebagai tuan rumah yang lebih tau dari gw... gw sih cuman buat asumsi berdasarkan mainstream seorang konsumen, yang ketika naik KA yang bayarnya mahal, maka yang didapat lebih sesuai dengan apa yang kita bayarkan
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~
