31-01-2010, 07:38 AM
sori ikut2 an oot.. 
haha. boleh2 aja bro bali ndeso. masalahnya, selama perputaran duit 80 % masih ada di jabodetabek, urbanisasi ke sana tak mungkin di cegah. kalo mau, bikin kawasan joglosemar jadi kawasan megapolis baru yang mampu menyedot perputaran uang dan barang dari kawasan jabodetabek ke sana. pasti nanti urbanisasinya pindah ke jateng.

,

(31-01-2010, 02:02 AM)ouilevio Wrote: sori oot: mengapa yah pemkot mengatasi kemacetan dg cara membuat jalur baru? kl mnurut sy lbh efektif dg mengurangi jumlah warga pendatang d jkt. atw memulangkan warga non jkt yg hidupnya ga jelas t4 tinggal, pekerjaan. dan sy sangat setuju dg slogan gubernur jateng "Bali ndeso mbangun deso"
sekali lagi sori oot.
haha. boleh2 aja bro bali ndeso. masalahnya, selama perputaran duit 80 % masih ada di jabodetabek, urbanisasi ke sana tak mungkin di cegah. kalo mau, bikin kawasan joglosemar jadi kawasan megapolis baru yang mampu menyedot perputaran uang dan barang dari kawasan jabodetabek ke sana. pasti nanti urbanisasinya pindah ke jateng.

,
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

