17-01-2010, 11:04 AM
(This post was last modified: 17-01-2010, 11:06 AM by Purushottama.)
Kemarin Sabtu 16 januari.
Di Solo antara SLO dan PWS
Rangkaian KA lodaya dengan loko CC 204 17 melaju sangat pelan (kalah sama orang yang bersepeda -jika disamakan-) di belakang skolah saya.
Awalnya saya kira pintu PJL belum ditutup, namun ternyata di lokasi itu, bersilang langsung dengan Sri Tanjung (sritanjung berjalan cepat).
Terus beberapa petugas di rangkaian menengok keluar.
Kalau sinyal masuk PWS menutup, biasanya kereta diberhentikan setelah PJL karena jarak PJL dan stasiun memang agak jauh dan cukup untuk menampung kereta sampai +/- 1 rangkaian ekonomi panjang.
Apa yang terjadi dengan Lodaya kemarin. Ada yang tahu?
Masa rem ngganjel?
Untuk lewat belakang sekolah saya yang biasanya 10 detik kemarin hampir 10 menit????
Di Solo antara SLO dan PWS
Rangkaian KA lodaya dengan loko CC 204 17 melaju sangat pelan (kalah sama orang yang bersepeda -jika disamakan-) di belakang skolah saya.
Awalnya saya kira pintu PJL belum ditutup, namun ternyata di lokasi itu, bersilang langsung dengan Sri Tanjung (sritanjung berjalan cepat).
Terus beberapa petugas di rangkaian menengok keluar.
Kalau sinyal masuk PWS menutup, biasanya kereta diberhentikan setelah PJL karena jarak PJL dan stasiun memang agak jauh dan cukup untuk menampung kereta sampai +/- 1 rangkaian ekonomi panjang.
Apa yang terjadi dengan Lodaya kemarin. Ada yang tahu?
Masa rem ngganjel?
Untuk lewat belakang sekolah saya yang biasanya 10 detik kemarin hampir 10 menit????


