28-12-2009, 07:40 PM
(20-12-2009, 01:56 AM)sulovyo Wrote:(19-12-2009, 10:49 PM)adisutjipto Wrote:(19-12-2009, 10:20 PM)pinguin Wrote:(19-12-2009, 04:42 PM)VAN_DER_SPOOR Wrote: ANA... ANA... BAE!!!!! ADJOER... ADJOER... DAGELAN KI!!!!adjoer.....sampe interogasi di depan warung dipo sek ndak percaya wae...
Back to topic-lah...
kapan ada gantinya ya? biar ada objek baru buat hunting...
Kalau kita lihat, yang namanya Penataran alias Argoloyo kelas Argodawet, di Jabar dan Jak istilahnya mungkin jadi Argoloyo- Argocendhol, penumpang selalu penuh dan rasanya jadi tidak manusiawi. Setiap saya ikut dinasan 964 - 967 - 964 lagi, pagi-pagi mau berangkat yang pertama saja, sehabis kita mengeluarkan Lok dari Depo BL, penumpang sudah terisi hampir separuh gerbong. Terus jalan, sampai WL sudah hampir penuh. Berhenti di SBP, sulit masuk, padahal, perjalanan masih jauh.....
Lalu dulu, setelah ada peristiwa Lumpur, keluar Maleks, yang saya ingat jaman ada Alm. Jatayu, pualing uenak untuk jalan-jalan ke Sby by train!
Ayo, kita harusnya memberi masukkan dong, agar diluncurkan kembali penggantinya, mungkin harga sedikit diturunkan, agar lebih terjangkau, sehingga orang lebih berminat dibanding pengguna Maleks sebelumnya = tidak rugi.
Harga tetap diatas Penataran lah, karena segmen penggunanya juga beda,, mungkin namanya Penataran ++.
Ini lain dengan Pijat ++ lho.....
Bagaimana.....?
mungkin mas adji bisa memulai dengan membuat petisi dari seluruh rf dan penumpang setia maleks kepada petinggi daop VIII.
kumpulkan tanda tangan penumpang pendukung pengganti Maleks.atau bikin kuisoner sebenarnya pengganti Maleks ini masih dibutuhkan atau tidak.
kalau perlu bikin demo ke DPR di malang/sby.nanti kan demonya masuk detik.com atau TV,sukur-sukur "didengar" orang pusat.
berarti bener, ini(malang ekspres so called replacement) ga lebih cuma kabar angin?
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
But My Eyes Still See

