19-12-2009, 10:01 PM
(This post was last modified: 19-12-2009, 10:02 PM by VALEN_PROGO.)
Peluncuran KRDI Solo-Madiun-Kertosono Hanya Seremonial
MADIUN,KOMPAS.com- Peluncuran Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) jurusan Solo-Madiun-Kertosono bernama Madiun Jaya oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Stasiun Madiun, Sabtu (19/12/2009), ternyata hanya seremonial belaka. Butuh waktu satu minggu lagi bagi publik Solo, Madiun, Kertosono agar bisa memanfaatkan KRDI tersebut.
Peluncuran dilakukan Menteri Perhubungan disaksikan oleh jajaran PT Kereta Api dan Wali Kota Madiun Bambang Irianto beserta pejabat Pemerintah Kota Madiun.
Kereta komuter yang mampu mengangkut penumpang sa mpai 574 orang ini merupakan set keempat dari produk KRD pertama rancangan PT INKA. Tiga set sebelumnya adalah KRDI Banyu Biru (Semarang-Solo-Sragen), KRDI Kaligung Baru (Semarang-Tegal), dan KRDI Blora Jaya (Semarang-Cepu-Bojonegoro).
Namun Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun Hariyono Wirotomo menegaskan acara peluncuran itu bukan berarti kereta komuter ini sudah siap melayani penumpang. Dia mengatakan butuh waktu setidaknya satu minggu agar kereta komuter siap beroper asi. Waktu ini dibutuhkan untuk mengatur jadwal tiba/berangkat kereta komuter di setiap stasiun.
"Hal ini tidak sempat kami siapkan sebelum peluncuran karena kami pun baru tahu bakal dapat kereta komuter ini tiga hari yang lalu," kata Hariyono.
Ia optim istis tingkat okupansi kereta komuter baru ini bisa sampai 70 persen dari total kapasitas muat kereta, meskipun di jalur yang sama sudah ada tiga kereta api lain, yaitu KA Sancaka (Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta), KA Argo Wilis (Surabaya-Madiun-Solo-Yogy akarta-Bandung), dan KA Sri Tanjung (Yogyakarta-Surabaya-Banyuwangi).
"Biar tidak kalah bersaing dengan kereta api lainnya, kami berangkatkan kereta komuter ini dari Madiun pagi hari, yaitu pukul 05.30, tidak seperti kereta api lainnya yang berangkat dari Madiun siang hari," kata Hariyono. Nantinya tiket kereta komuter akan dijual antara Rp 7.000 sampai Rp 10.000.
Kompas.com
MADIUN,KOMPAS.com- Peluncuran Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) jurusan Solo-Madiun-Kertosono bernama Madiun Jaya oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Stasiun Madiun, Sabtu (19/12/2009), ternyata hanya seremonial belaka. Butuh waktu satu minggu lagi bagi publik Solo, Madiun, Kertosono agar bisa memanfaatkan KRDI tersebut.
Peluncuran dilakukan Menteri Perhubungan disaksikan oleh jajaran PT Kereta Api dan Wali Kota Madiun Bambang Irianto beserta pejabat Pemerintah Kota Madiun.
Kereta komuter yang mampu mengangkut penumpang sa mpai 574 orang ini merupakan set keempat dari produk KRD pertama rancangan PT INKA. Tiga set sebelumnya adalah KRDI Banyu Biru (Semarang-Solo-Sragen), KRDI Kaligung Baru (Semarang-Tegal), dan KRDI Blora Jaya (Semarang-Cepu-Bojonegoro).
Namun Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun Hariyono Wirotomo menegaskan acara peluncuran itu bukan berarti kereta komuter ini sudah siap melayani penumpang. Dia mengatakan butuh waktu setidaknya satu minggu agar kereta komuter siap beroper asi. Waktu ini dibutuhkan untuk mengatur jadwal tiba/berangkat kereta komuter di setiap stasiun.
"Hal ini tidak sempat kami siapkan sebelum peluncuran karena kami pun baru tahu bakal dapat kereta komuter ini tiga hari yang lalu," kata Hariyono.
Ia optim istis tingkat okupansi kereta komuter baru ini bisa sampai 70 persen dari total kapasitas muat kereta, meskipun di jalur yang sama sudah ada tiga kereta api lain, yaitu KA Sancaka (Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta), KA Argo Wilis (Surabaya-Madiun-Solo-Yogy akarta-Bandung), dan KA Sri Tanjung (Yogyakarta-Surabaya-Banyuwangi).
"Biar tidak kalah bersaing dengan kereta api lainnya, kami berangkatkan kereta komuter ini dari Madiun pagi hari, yaitu pukul 05.30, tidak seperti kereta api lainnya yang berangkat dari Madiun siang hari," kata Hariyono. Nantinya tiket kereta komuter akan dijual antara Rp 7.000 sampai Rp 10.000.
Kompas.com

