(15-12-2009, 06:33 PM)Shin Muhammad Wrote: Nagaden itu sama-sama operator, tapi cuman kuat beli bekas. Jadi, sebenernya Nagaden itu sekelas dengan KCJ, dan Nagaden dianggap "shame" di Jepang sendiri aka operator kelas 2.
Ah, KCJ bukan cuman operator tunggal luar Jepang yg impor KRL seken. Sistem metro di Buenos Aires pun pernah juga mengimpor KRL (yang jauh lebih tua) milik Tokyo Metro.
KRL yang diimpor ke Buenos Aires itu yang seri apa dan gaugenya berapa mm?
Selain Nagaden, ada juga operator kelas 2 lainnya di Jepang yang jadi saingan KCJ dalam pengadaan KRL bekas, yaitu Chichibu, Ueda, Sangi, Kumamoto, dan operator lainnya yang menggunakan sistem "one man service" (yang ada tulisan katakana "wanman/ワンマン" di kabin masinis semua armada keretanya) yang rata-rata armadanya terdiri dari 2-4 gerbong.
"One man service" itu sendiri adalah perjalanan KA yang hanya menggunakan masinis saja aka 1 orang crew, tanpa asistennya.
BTW, bagaimana perkembangan soal JR E203 yang masih menanti kejelasan siapa yang akan memboyongnya?


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)