13-12-2009, 11:57 PM
(13-12-2009, 11:33 PM)adisutjipto Wrote: Kemarin, sewaktu rangkaian Djondil dalam perjalanannya mampir di ML, kebetulan ada Kadaop 8, Pak Yudarso, Pak Djoko [ ini nih pawangnya si Djondil alias Si Djoko Kendil ], Pak Rono Pradipto, Kasi dan Wasi Ops, sempat saya usulkan, mengapa untuk design gambar Lok ataupun gerbong di Indonesia, tidak ada satupun yang dicoba dengan memakai motif batik, baik motif Parang, Sidomukti, atau motif lainnya ?Biaya bisa ditekan mas, tapi gak tau juga kalo mungkin ada penyelewengan dana kan ntar juga bengkak tuh biayanya
Seperti yang dipakai pada Bus Malam antar kota atau Bus Tourist, tinggal pilih gambar dengan cutting sticker.
Biaya untuk mengecatpun dapat ditekan, karena yang diperlukan hanya cat dasar saja, dan yang jelas, kereta kita akan tampak indah dan unik, tinggal disesuaikan saja gambarnya dengan nama kereta misalnya.
Para petinggi keretapun waktu itu juga sependapat rasanya, bagus dan unik, biayapun dapat ditekan,
Bagaimana teman-teman ?

Kalo menurut saya, mengecat kereta, termasuk gerbong dan lokomotif tuh termasuk proyek besar. Coba berpikir dari hal yang kecil dulu, kenapa cat lokomotif tidak diseragamkan di seluruh Indonesia?? lok di Jawa kebanyakan bercat putih dan di Sumatra malah dipertahankan bercat merah. Sekali lagi, butuh pertimbangan yang besar walau 'hanya' mengecat kereta. Saya kira masih ada masalah lain pada perkeretaapian yang lebih penting untuk dicari solusinya dan realisasinya. Sorry kalo OOT. CMIIW
Loco Project Designer for better Indonesian Railways 


