02-12-2009, 03:48 PM
(02-12-2009, 08:52 AM)Charles Wrote:(02-12-2009, 07:09 AM)Joe_cn Wrote: Perawatan yang kurang ato memang para penumpang yang tidak bisa menjaga dengan baik?
AC yang 'hangat-hangat kuku' di KRL eks Jepang kebanyakan disebabkan karena perawatan dari dipo induk DP yang kurang.
Selain itu, faktor gangguan listrik yang terjadi akhir-akhir ini juga membuat KRL eks Jepang 'kelabakan' dalam urusan pendinginan, karena energi listrik yang turun membuat fluida (disebut freon untuk mudahnya) yang berasal dari pemanas tidak segera mendingin saat berada di kompresor.
Karena sistem AC hampir sama seperti kulkas, maka jika AC tidak dingin, bagian yang harus diperiksa adalah sistem kompresor pendingin dan pipa saluran fluida, karena di kedua bagian tsb sering terjadi kebocoran.
CMIIW
Saya sepakat dengan analisa ini

(02-12-2009, 09:12 AM)sepur21 Wrote: KA263 Depex dengan rangkaian lohan 6 kereta ... AC nya gak berasa, penumpangnya sangat padat, mirip AC ekonomi, setiap dikomplain ke krl.co.id untuk mengganti rangkaian menjadi 8 kereta untuk mengurangi kepadatan dan masalah AC, jawabnya hanya permintaan maaf ....
wee... perjuangannya cukup berat itu, seperti dulu memperjuangkan Pakuan pertama ke Tanah Abang diganti pakai rangkaian 6 gerbong (dan sekarang 8 gerbong), dulu pakai KRLI karena KRL untuk perjalanan di atasnya jauh lebih penuh, sehingga tidak mungkin KRL di atasnya disuruh pakai rangkaian 1 set
(02-12-2009, 09:20 AM)m_ilhami Wrote: Apa tunjangan profesi pengurus AC kurang,sehingga mereka kurang semangat bekerja?
Ada kesalahan dalam pelaksanaan SOP, supervisior malas, atau pengerjaan dilakukan asal-asalan dan ini juga berlaku untuk depo sekelas Depok yang notabene peralatannya paling canggih di Indonesia.
(02-12-2009, 09:40 AM)Faris GM-MarKA Wrote: ih, ngaco, dimana2 AC-nya rangkaian dipo DP jauh lebih baik daripada rangkaian dipo BOO,,,
asal tau aja, rangkaian dipo DP itu ACnya dirawat dengan baik, maka hasilnya jauh lebih maksimal dibanding dipo BOO,,,
coba naik, 6000 dipo DP dan BOO, trus bandingkan dinginnya 6000 dipo DP sama 6000 dipo BOO dan rasakan perbedaannya.
sama aja, seri 6000 hasil PA depo Depok tetap saja hangat kok ACnya setelah PA. Paling cuman variasi tingkat kehangatannya yang berbeda, kemungkinan depo Bogor lebih hangat daripada pengerjaan depo Depok.
(02-12-2009, 02:58 PM)Illia Wrote: Wakakakaka AC Hangat bukan salah siapa2
yang salah penumpangnya uda terlalu banyak
masak? Saya naek KRL JR 103, kondisi penuh tapi masih aja kedinginan itu...
(apalagi kalo Depok Ekspres telat)
pakai rangkaian SHIORI (103 kaca bawah), yang Rika-Hanyuu (kaca atas) memang agak error ACnya.
(02-12-2009, 03:12 PM)Illia Wrote:Quote:yg di pasang buat KRL "improt" ini bukan AC .. karena jepang udara nya relatif sejuk maka yg di pasang penhangan udaraLebih logis yang ini penk secara udara d jepang 28 derajat Celcius yang bagi kita itu dingin bagi mereka itu MUSIM PANAS MEREKA
perasaan musim panas dan musim dinginnya lebih ekstrim deh daripada di Indonesia. Kalau panas, panas sekali, dan kalau dingin, dingin sekali

(02-12-2009, 03:31 PM)artja Wrote: yang saya alami, kalau tiap pagi saya naik sudex, gerbong ke-2 pasti lebih hangat dibanding gerbong lain. malah seringkali diumumkan lewat halo-halo, bahwa gerbong ke-2 tsb bermasalah dengan pendinginnya.
sehingga penumpang yang merasa tidak betah diharapkan pindah ke gerbong lain. jadilah gerbong ke-2 relatif lebih kosong dibanding gerbong lainnya. begitu samapai di sudimara langsung penuh lagi, karena penumpang SDM nggak tahu kerusakan tersebut. nggak lama kemudian, mereka pada kipas-kipas...
Oh iya, di setiap gerbong itu memang ada 1 gerbong yang dikhususkan ACnya memang diatur kurang dingin (bawaan pabrikan), jadi yang merasa tidak begitu kuat sama dinginnya AC bisa masuk ke gerbong itu.
Identik dengan tempelan kanji di samping pintu, pokoknya begitu...




![[Image: NQma0.jpg]](http://i.imgur.com/NQma0.jpg)