17-11-2009, 07:47 AM
(16-11-2009, 07:04 PM)KambingBintaro Wrote:(16-11-2009, 04:28 PM)dedy vh Wrote: apakah setelah kejadian tragis dahulu hingga sekarang mungkin ada upacara upacara tertentu dari pihak PT. Kereta Api (Persero) atau masyrakat di sekitar tempat kejadian ?
Oh iya, nanti saya selidiki,,dan segera dilaporkan...
kemaren ngobrol ma istri yang alumni sekolah sma 86,,deket bgt ma kejadian
katanya waktu kejadian sekolah tersebut dijadikan lokasi penanganan korban,,
saat ini ada satu ruangan kelas yang tidak lagi digunakan belajar..krn setiap malam jumat atau malam apa gitu konon tercium bau wangi melati....saat ini kelas tsb di gunakan untuk ruang eskul rohis..gitu katanya....
Ruangan kelas yang manakah itu?
Apakah masih ada sisa-sisa pecahan kaca gerbong/patahan besi yang bertebaran setelah kejadian di rel tersebut hingga saat ini?
Kalau upacara tertentu sepertinya ada, tetapi itu adalah inisiatif masyarakat sekitar, bukan inisiatif dari PT Kereta Api (Persero). Upacara itu biasanya dilakukan tepat pada waktu kejadian (kira-kira pukul 07.10 pagi) dan malam harinya pada hari yang sama (hari kejadian naas tsb).
CMIIW


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)