Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] Pemula dalam Kereta Model.
#61

Maksudnya kayak kereta mainan gimana Oom? Kurang paham nih? Bingung
BTW, E-Z Command kemampuannya emang sederhana. Sesuai dengan harganya yang hanya sejutaan. Hanya bisa nulis CV gak bisa baca. Kalo mau yang bagusan bisa pake Dynamis, atau Dynamis Pro Box. Harganya total bisa mendekati lima juta.

Tapi saya sendiri lebih suka sistem Digitrax Starter Set DCS 51. Dan bakalan milih ini dairpada Bachmann Dynamis Pro Box. Bukan karena Dynamis Pro Box jelek. Cuma kadar ekspansinya lebih luas di DCS 51. Misalnya kita bisa pake iPod/iPhone/Android Phone untuk ngontrol sepur via DCS 51 + universal Panel + PR3. Ini yang gak bisa dilakukan Dynamis Pro Box.
[/quote]

bagaimana dengan DCC controler PIKO apakah spt EZ Comand nya bahcmann...??

Reply
#62
Quote:bagaimana dengan DCC controler PIKO apakah spt EZ Comand nya bahcmann...??

Kurang tau kalo yang merek Eropa Oom.Bingung Lagipula Piko banyak modelnya juga sama seperti Bachmann yang juga keluarin banyak varian DCC controller.

Tapi kalo maksudnya adalah tipe Piko digital basic set, kayaknya masi mending Piko. Sebabnya karena tipe Piko ini bentuknya mirip remote. Emang si Piko yang tipe ini juga sama-sama hanya bisa nulis CV aja (sama seperti E-Z command). Tapi paling gak Piko yang tipe ini berbentuk remote jadi praktis. Dan lagi, kita bisa pasang beberapa controller Piko dalam satu layout. Kalo E-z command setahu ogut gak bisa begini. CMIIW
Reply
#63

Maksudnya kayak kereta mainan gimana Oom? Kurang paham nih? Bingung
BTW, E-Z Command kemampuannya emang sederhana. Sesuai dengan harganya yang hanya sejutaan. Hanya bisa nulis CV gak bisa baca. Kalo mau yang bagusan bisa pake Dynamis, atau Dynamis Pro Box. Harganya total bisa mendekati lima juta.

Tapi saya sendiri lebih suka sistem Digitrax Starter Set DCS 51. Dan bakalan milih ini dairpada Bachmann Dynamis Pro Box. Bukan karena Dynamis Pro Box jelek. Cuma kadar ekspansinya lebih luas di DCS 51. Misalnya kita bisa pake iPod/iPhone/Android Phone untuk ngontrol sepur via DCS 51 + universal Panel + PR3. Ini yang gak bisa dilakukan Dynamis Pro Box.
[/quote]

Kemampuan dinamis sendiri IMO kurang mumpuni... terutama kalau untuk CV programming dan additional unit macam JMRI atau Turnout control... Saya sendiri awalnya beli dinamis tapi pake 3 bulan langsung lego lagi karena akan ngerasa tanggung begitu kita suda mulai paham tentang kamod....
Reply
#64

Sebenarnya ada dua Dynamis, yang Dynamis sama Dynamis Pro Box. Kalo yang ProBox mumpuni dalam hal baca tulis CV, Tapi memang seperti yang ogut bilang sebelumnya, kemampuan ekspan Bachmann Dynamis/Dynamis Pro Box gak sebagus Digitrax DCS51 atau yang Chef Extra. Kalo yang Digitrax itu kita bisa hubungkan ke PC via Universal Panel & PR3 untuk mengontrol loko via PC (JMRI) atau via Android/iPod Touch via Wi-Fi. Ini yang gak bisa dilakukan Dynamis Pro Box sekalipun. Itulah kelemahannya. Gak bisa diekspan sesuai keinginan/kemampuan pengguna.
Reply
#65
maap om om,dan agan agan sekalian,mau nanya....

kan kalo pake sistim dc analog harus make lebih dari 1 controller untuk mengendalikan kereta model,nah pertanyaan sya:
1.apakah 1 adaptor untuk 1 controller,atau 1 adaptor bisa di pake rame rame controller??
2.kalo yang di atas bisa,apakah aksesoris,seperti lampu jalan di lay out bisa di ikutkan adaptor untuk controller atau harus di buatkan adaptor sendiri??
terimakasih(maap banyak nanya)maklum newbie
Reply
#66

1. Sebenarnya, kalo pake pengontrol analog, gak perlu dua kok mas bro. Satu cukup. kalo dua itu misalnya kalo pengen menjalankan dua loko atau lebih dalam satu layout secara bersamaan dan mandiri. Misalnya loko A narik penumpang pengen dihentikan di stasiun, loko B narik rangkaian barang ingin tetap dijalankan. Kalo kasusnya begini baru dibutuhkan dua pengontrol. Kalo kasusnya begini bisa pake satu trafo untuk dua pengontrol asal trafonya memiliki kuat arus yang cukup (minimal satu ampere). Tapi musti tetep dibikin pengaturan kabel yang cukup cermat di rel supaya gak konslet antar dua pengontrol tadi. Lumayan ribet si apalagi kalo dah masang kabel di wesel.

2. Kalo semua aksesori tambahan pengen dimasukkan ke satu trafo yang sama, bisa aja. Tapi sebaiknya gunakan trafo dengan kuat arus yang cukup (misalnya dua ampere atau lebih tergantung ukuran layout dan banyaknya aksesori). Bisa juga menggunakan trafo tersendiri yang terpisah dari trafo untuk pengontrol kereta. Yang penting, lakukan pemasangan kabel dengan cermat supaya tidak terjadi hubung singkat.

kalo saran ogut, mendingan langsung aja pake sistem digital mas bro. Lebih mahal sedikit tapi lebih lebih gampang nambah rangkaian dan loko, perkabelan lebih sederhana, dan banyak lagi. Kalo masalahnya dana, ya sebaiknya nabung dulu dengan sabar untuk beli sistem digital (loko & controller) . Gak perlu keburu-buru.
Reply
#67

1. Sebenarnya, kalo pake pengontrol analog, gak perlu dua kok mas bro. Satu cukup. kalo dua itu misalnya kalo pengen menjalankan dua loko atau lebih dalam satu layout secara bersamaan dan mandiri. Misalnya loko A narik penumpang pengen dihentikan di stasiun, loko B narik rangkaian barang ingin tetap dijalankan. Kalo kasusnya begini baru dibutuhkan dua pengontrol. Kalo kasusnya begini bisa pake satu trafo untuk dua pengontrol asal trafonya memiliki kuat arus yang cukup (minimal satu ampere). Tapi musti tetep dibikin pengaturan kabel yang cukup cermat di rel supaya gak konslet antar dua pengontrol tadi. Lumayan ribet si apalagi kalo dah masang kabel di wesel.

2. Kalo semua aksesori tambahan pengen dimasukkan ke satu trafo yang sama, bisa aja. Tapi sebaiknya gunakan trafo dengan kuat arus yang cukup (misalnya dua ampere atau lebih tergantung ukuran layout dan banyaknya aksesori). Bisa juga menggunakan trafo tersendiri yang terpisah dari trafo untuk pengontrol kereta. Yang penting, lakukan pemasangan kabel dengan cermat supaya tidak terjadi hubung singkat.

kalo saran ogut, mendingan langsung aja pake sistem digital mas bro. Lebih mahal sedikit tapi lebih lebih gampang nambah rangkaian dan loko, perkabelan lebih sederhana, dan banyak lagi. Kalo masalahnya dana, ya sebaiknya nabung dulu dengan sabar untuk beli sistem digital (loko & controller) . Gak perlu keburu-buru.
[/quote]

Ooo..gtu ya om..mkasih om sarannya,..klo dipikir2 emang lbih praktir dcc ya om,..oke deh,..tapi harus lebih sabar nih,..maklum pelajar kantongnya cetek,..hehehe


1. Sebenarnya, kalo pake pengontrol analog, gak perlu dua kok mas bro. Satu cukup. kalo dua itu misalnya kalo pengen menjalankan dua loko atau lebih dalam satu layout secara bersamaan dan mandiri. Misalnya loko A narik penumpang pengen dihentikan di stasiun, loko B narik rangkaian barang ingin tetap dijalankan. Kalo kasusnya begini baru dibutuhkan dua pengontrol. Kalo kasusnya begini bisa pake satu trafo untuk dua pengontrol asal trafonya memiliki kuat arus yang cukup (minimal satu ampere). Tapi musti tetep dibikin pengaturan kabel yang cukup cermat di rel supaya gak konslet antar dua pengontrol tadi. Lumayan ribet si apalagi kalo dah masang kabel di wesel.

2. Kalo semua aksesori tambahan pengen dimasukkan ke satu trafo yang sama, bisa aja. Tapi sebaiknya gunakan trafo dengan kuat arus yang cukup (misalnya dua ampere atau lebih tergantung ukuran layout dan banyaknya aksesori). Bisa juga menggunakan trafo tersendiri yang terpisah dari trafo untuk pengontrol kereta. Yang penting, lakukan pemasangan kabel dengan cermat supaya tidak terjadi hubung singkat.

kalo saran ogut, mendingan langsung aja pake sistem digital mas bro. Lebih mahal sedikit tapi lebih lebih gampang nambah rangkaian dan loko, perkabelan lebih sederhana, dan banyak lagi. Kalo masalahnya dana, ya sebaiknya nabung dulu dengan sabar untuk beli sistem digital (loko & controller) . Gak perlu keburu-buru.
[/quote]

Ooo..gtu ya om..mkasih om sarannya,..klo dipikir2 emang lbih praktir dcc ya om,..oke deh,..tapi harus lebih sabar nih,..maklum pelajar kantongnya cetek,..hehehe
Reply
#68

Hobby KAMOD itu dibilang Hobby sepanjang masa karena memang untuk bikinnya butuh waktu lama.
jadi memang harus sabar...
Reply
#69

Sebenarnya ada dua Dynamis, yang Dynamis sama Dynamis Pro Box. Kalo yang ProBox mumpuni dalam hal baca tulis CV, Tapi memang seperti yang ogut bilang sebelumnya, kemampuan ekspan Bachmann Dynamis/Dynamis Pro Box gak sebagus Digitrax DCS51 atau yang Chef Extra. Kalo yang Digitrax itu kita bisa hubungkan ke PC via Universal Panel & PR3 untuk mengontrol loko via PC (JMRI) atau via Android/iPod Touch via Wi-Fi. Ini yang gak bisa dilakukan Dynamis Pro Box sekalipun. Itulah kelemahannya. Gak bisa diekspan sesuai keinginan/kemampuan pengguna.
[/quote]


Hobby KAMOD itu dibilang Hobby sepanjang masa karena memang untuk bikinnya butuh waktu lama.
jadi memang harus sabar...
[/quote]

Ooo..iya om..bener2 harus sbar nih..1 demi 1....makasih om atas pencerahannya..Xie Xie
Reply
#70
Pagi Om2 para master Kamod, sy pemula dlm dunia Kamod..tp udh angan2 pengen punya loko legenda BB200 / G8 kira2 ada yg bs bantu hunting ga ???

sy denger di trains cafe pa Romzy ada G8 frastechi tp pa Romzy sptnya udh pindah tempat ya....??
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)