Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(26-05-2009, 11:24 AM)Rezza Habibie Wrote: ya kan nomer KA nya sawunggalih lebih kecil dari KA2 yang disalip/silang yg disebutin di atas kang,makanya wajib menunggu,PPKA pun nggak brani mbrangkatin,lha nomer KA nya lebih kecil kok...
Berarti ini bagian dari suatu regelmen ya, Le....?
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 984
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
2
(26-05-2009, 11:24 AM)Rezza Habibie Wrote: (26-05-2009, 02:05 AM)petroex Wrote: Namanya aja kereta bisnis paling murah, bandingkan dengan SU/FU SLO-YK dengan tarifnya 110.000, atau SU/FU SMT dengan tarif 100.000, sawunggalih cuma 80.000, ya mesti kualitas bergantung pada harga. Saya klo ikut sawunggalih, pasti ktemu ma penumpang gelap yang namanya kecoa, dan itu di tiap gerbong pasti ada. Apalagi kondisi kereta yang "mengenaskan", ibarat pepatah hidup segan mati pun tak mau. Klo boleh bandingkan ma SU/FU SMT, masih kalah jauh. Hampir semua kereta bisnis di jawa saya pernah ikut, dan kesimpulannya kereta yang paling minim adalah Sawunggalih.
Ada pengalaman yang kurang menarik, waktu itu tanggal 23 November 2008 dari jakarta, ikut kereta Sawunggalih. Sampe PWT jam 01.00, kemudian masuk Kroya berhenti hampir satu jam. Itu karena bersimpangan dengan kereta Turangga arah ke BD dan Gajayana ke JKT. Ditambah lagi disalip ma kereta Lodaya ke SLO, dan menunggu kereta Argo Lawu ke SLO. Sungguh mengenaskan nasib kereta dengan tarif murah, selalu jadi kereta nomor dua, harus mengalah ma kereta lain. Klo ngalah ma eksekutif sih itu biasa, tapi ini ma sama2 bisnis (Lodaya) kok ngalah. Padahal masuk Kroya duluan Sawunggalih, tapi berangkat paling akhir.
Semoga aja DAOP V mo meningkatkan pelayanan kereta Sawunggalih, minimal layak untuk dinaiki sesuai dengan kelasnya, kelas "BISNIS", Semoga....
ya kan nomer KA nya sawunggalih lebih kecil dari KA2 yang disalip/silang yg disebutin di atas kang,makanya wajib menunggu,PPKA pun nggak brani mbrangkatin,lha nomer KA nya lebih kecil kok...
jahahha...gak juga tergantung mood nya PPKA mungkin.....
KUTSEL ama KHURIPAN gimana...?
yang dr LBJ qt dr LBJ..............?
Posts: 77
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Reputation:
0
klo tarif 80.000 KTA-PSE biasa saya juga ga tau, karena mahal murah itu memang relatif. Tp klo dibandingkan ma SU/FU YK memang jauh beda (110.000) dengan jarak yang tidak berbeda jauh. Klo dibandingkan dengan SU/FU SMT (100.000) yang jaraknya lebih jauh KTA-PSE juga masih murah Sawunggalih. Tp bener, tarif itu bukan masalah utama, yang lebih utama adalah niatan untuk memberikan pelayanan.
Klo masalah PPKA ga mud, ni masinis lagi mud ngebut, jadi PPKA jgn batasi niatan masinis tuk memberikan pelayanan prima dong (ketepatan waktu mpe tujuan), hehehe..
Lagian klo masalah nomor KA, ya itu sih aturan yg hrs ditaati. Tp masalah ketetapatan waktu kan juga aturan. Klo dah telat ya jangan ganggu kereta laen yang tepat waktu (Lodaya jam 00.30 dah hrs msk Kroya) . Masak hanya karena satu kereta nglanggar aturan, kereta yang laen jg diwajibkan menyesuaikan, dengan melanggar aturan juga. Itu namanya kesalahan tersistematis dong. Kan gitu saudara-saudara.....
Posts: 984
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
2
(26-05-2009, 10:23 PM)petroex Wrote: klo tarif 80.000 KTA-PSE biasa saya juga ga tau, karena mahal murah itu memang relatif. Tp klo dibandingkan ma SU/FU YK memang jauh beda (110.000) dengan jarak yang tidak berbeda jauh. Klo dibandingkan dengan SU/FU SMT (100.000) yang jaraknya lebih jauh KTA-PSE juga masih murah Sawunggalih. Tp bener, tarif itu bukan masalah utama, yang lebih utama adalah niatan untuk memberikan pelayanan.
Klo masalah PPKA ga mud, ni masinis lagi mud ngebut, jadi PPKA jgn batasi niatan masinis tuk memberikan pelayanan prima dong (ketepatan waktu mpe tujuan), hehehe..
Lagian klo masalah nomor KA, ya itu sih aturan yg hrs ditaati. Tp masalah ketetapatan waktu kan juga aturan. Klo dah telat ya jangan ganggu kereta laen yang tepat waktu (Lodaya jam 00.30 dah hrs msk Kroya) . Masak hanya karena satu kereta nglanggar aturan, kereta yang laen jg diwajibkan menyesuaikan, dengan melanggar aturan juga. Itu namanya kesalahan tersistematis dong. Kan gitu saudara-saudara.....
lah sekarang klo misal sawumggalih bisa dilepas ngapain nunggu LODAYA...kita tanya om totok ajjah....
kaya GBMS yang harus menunngu lama untuk disusul SANCAKA di SLO JEBRES...
GBMS masuk SLO JEBRES jam 7an...n harus nunggu SANCAKA yang masuk SLO JEBRES SEkitar jam 7.20....
tapi ini kan laen kelas ya wajar lah....hehehehe
Posts: 409
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
2
gimanapun kondisinya saya tetep cinta ma sawunggalih, dari jamannya kutoarjo cuma punya satu kereta sawunggalih, sampe sekarang punya empat sawunggalih, saya tetep cinta ma sawunggalih.....
Posts: 593
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
6
iya nih... natr rencana ke MN mo naik sawunggalih... trus langsir kahuripan.....
sekalian hunting gitu deh..... hehehe... keknya asik tuh klo kereta bisa ngendon lama di sta. bisa sekalian hunting kereta yg lain... hehehe....
Posts: 542
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
3
(26-05-2009, 02:05 AM)petroex Wrote: Namanya aja kereta bisnis paling murah, bandingkan dengan SU/FU SLO-YK dengan tarifnya 110.000, atau SU/FU SMT dengan tarif 100.000, sawunggalih cuma 80.000, ya mesti kualitas bergantung pada harga. Saya klo ikut sawunggalih, pasti ktemu ma penumpang gelap yang namanya kecoa, dan itu di tiap gerbong pasti ada. Apalagi kondisi kereta yang "mengenaskan", ibarat pepatah hidup segan mati pun tak mau. Klo boleh bandingkan ma SU/FU SMT, masih kalah jauh. Hampir semua kereta bisnis di jawa saya pernah ikut, dan kesimpulannya kereta yang paling minim adalah Sawunggalih.
om pernah naik purwojaya?
dgn tiket 85ribu kelas bisnis tapi gerbongnya lebih terawat (walaupun sama2 kepunyaan daop V Purwokerto)...
tergantung SDM yang merawat kereta juga...
kepadatan penumpang mempengaruhi juga lho om...
Posts: 77
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Reputation:
0
(28-05-2009, 02:43 AM)ojo gemagus Wrote: om pernah naik purwojaya?
dgn tiket 85ribu kelas bisnis tapi gerbongnya lebih terawat (walaupun sama2 kepunyaan daop V Purwokerto)...
tergantung SDM yang merawat kereta juga...
kepadatan penumpang mempengaruhi juga lho om...
BETUL....!!!!
Semua itu memang Tergantung niatan mo ngerawat atau tidak, saya sepakat itu,,,
Saya pernah naek Purwojaya, memang kondisinya jauh lebih bagus . Saya juga sering naek SU/FU SMT kondisinya juga bagus. Ga kaya Sawunggalih.
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
(25-05-2009, 10:24 PM)dwipangga Wrote: Tgl 22 naik KA 120 ke KTA. keretanya habis di PA. maknyus rasanya. hampir gak ada getaran, bener2 nyaman. serasa naik Argo Lawu 
tetap the best lah Sawunggalih
yang pasti tidak ada insiden kopi tumpah....

baru 1X naik sawunggalih,itupun dari PWT, lumayanlah baik dibanding naik K3....bisa tidur slonjoran dikursi KM....
Posts: 93
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
1
30-05-2009, 08:52 AM
(This post was last modified: 30-05-2009, 08:56 AM by kutoarjo.)
Kereta yang bersejarah buat DAOP 5. Tapi knapa merasa di anaktirikan sekarang??? Pake K1 aja dikasih yang pas-pasan kadang AC mati and dikasih 1 Gerbong pula, Kereta yang berhasil mendatangkan rupiah yang sangat banyak apalagi pas mudik lebaran, Gak adil nih Daop 5. 
usianya 17 tahun lebih, inget pertama kali jalan dari GMBR tujuan KTA (St GMBR masih dibawah belum diatas ) pakai rangkain K2 milik YK. dengan eksterior biru tua-hijau + Putih-strip merah dengan rangkaian CC201xx + K21 + K22 + K23 + K24 + K25 + KM2 + K26 + K27 +K28.
Semoga DAOP 5 lebih mensejajarkan Sawunggalih Utama dengan Purwojaya sang junior Daop 5.
Sawunggalih Utama, Taksaka, Turangga, Argo Wilis, Lodaya, Kutut, Bogowonto AC, Kutsel and Malabar.
|