Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perlukah dibuatkan jalur baru?
#41
Kalau untuk mempertahankan stasiun Dampit yang sudah inpohnya sudah mau punah, paling mudah ya menghidupkan jalur Malang-Dampit. Kalau harus menunggu proyek shortcut Malang-Ampelgading-Lumajang mungkin stasiun nya keburu rata dengan tanah, apalagi Lumajang juga udah masuk dalam daftar jalur mati juga. Kemudian, apa tidak terlalu bahaya jika proyek shortcut itu benar2 ada...Coba kita perhatikan aktivitas Gunung Semeru yang salah satu aliran laharnya ada di bawah jembatan itu. Lah wong, kena banjir air saja PT. KAI dah rugi, apalagi kena banjir lahar...
Hear the voices of Indonesian railroads

[Image: 20090425202511_wew_49f30f376172f-t.jpg]
Reply
#42
brur, stasiun dampit sebelah mana ya? saya agak bingung ngikuti relnya waktu naik bus. Bingung
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#43
(24-05-2009, 06:53 AM)ady_mcady Wrote: brur, stasiun dampit sebelah mana ya? saya agak bingung ngikuti relnya waktu naik bus. Bingung

Kalo letak persisnya ak kurang tahu bro..Tapi kalo dari arah malang, dari pertigaan PG. Krebet Baru,,belok kiri ke arah Lumajang.
Hear the voices of Indonesian railroads

[Image: 20090425202511_wew_49f30f376172f-t.jpg]
Reply
#44
jangankan bikin jalur baru, ngidupin jalur lama aja susah

Reply
#45
(24-05-2009, 02:02 PM)asep_0907 Wrote: jangankan bikin jalur baru, ngidupin jalur lama aja susah


Emang betul tuh.... Rasanya sebagai arek Malang aku pengen banget jalur kereta MLK-Dampit ato BlimbingG-Tumpang bisa aktif lagi. Tapi kalo caranya kaya gitu sepertinya nanti para sopir angkot yang pada protes. Soalnya 1 kereta aja bisa diisi sampai 120 orang. Sedangkan kapasitasnya mikrolet itu 12 orang. Jadi kalo misalnya jalur itu dihidupin ato dibikin jalur baru, bisa-bisa kereta kita itu malah memakan rejekinya para sopir. Satu lokomotif plus satu kereta aja udah bisa membunuh 10 angkot..
Reply
#46
(25-05-2009, 08:27 AM)septian triantomy Wrote: Tapi kalo caranya kaya gitu sepertinya nanti para sopir angkot yang pada protes. Soalnya 1 kereta aja bisa diisi sampai 120 orang. Sedangkan kapasitasnya mikrolet itu 12 orang. Jadi kalo misalnya jalur itu dihidupin ato dibikin jalur baru, bisa-bisa kereta kita itu malah memakan rejekinya para sopir. Satu lokomotif plus satu kereta aja udah bisa membunuh 10 angkot..

betul juga. Bethe

paling2 cara yang bijak adalah dengan mengajak seluruh koperasi angkutan kota bergabung membentuk konsorsium angkutan jalan rel. jadi para sopir dan kernet diberdayakan menjadi karyawannya.

soalnya kalo nggak, bisa ribut.. Bethe
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#47
(25-05-2009, 08:27 AM)septian triantomy Wrote: Emang betul tuh.... Rasanya sebagai arek Malang aku pengen banget jalur kereta MLK-Dampit ato BlimbingG-Tumpang bisa aktif lagi. Tapi kalo caranya kaya gitu sepertinya nanti para sopir angkot yang pada protes. Soalnya 1 kereta aja bisa diisi sampai 120 orang. Sedangkan kapasitasnya mikrolet itu 12 orang. Jadi kalo misalnya jalur itu dihidupin ato dibikin jalur baru, bisa-bisa kereta kita itu malah memakan rejekinya para sopir. Satu lokomotif plus satu kereta aja udah bisa membunuh 10 angkot..

Wah ini pola pikir yang "sangat sederhana sekali". Angkot tidak akan mati karena kereta api, karena frekuensi perjalanan kereta api tidak se-fleksibel angkot. Kereta tidak jalan setiap jam, sementara angkot setiap saat bisa beroperasi. Memakan rejeki mungkin, tapi mematikan, hanya angkot yang bisa membunuh kereta api, sebaliknya tidak. Back to topic...
Reply
#48
ya itu ci tergantung dananya mas.....
lok masalh ngidupin jalur mati y g masalah soalnya dana yang di kluarin g besar???
tapi lok buat jalur baru itu yang biayanya besar?????

tentu juga banyak alasan lain kenapa g dibuatin jalur baru/ngidupin jalur lama.
Lok Merah Biru
f : meko.prasetyo@facebook.com
t : @mekoprzt

+628993814254
Reply
#49
(25-05-2009, 06:14 PM)meko prasetyo Wrote: ya itu ci tergantung dananya mas.....
lok masalh ngidupin jalur mati y g masalah soalnya dana yang di kluarin g besar???
tapi lok buat jalur baru itu yang biayanya besar?????

tentu juga banyak alasan lain kenapa g dibuatin jalur baru/ngidupin jalur lama.

menurut saya sm2 susahnya menghidupkan/membangun jalur baru,bkn diliat dr mslh dananya saja,lahan yg akan digunakan itu?Pa ga perlu dibebaskan dl sblm dibgn?Back too topic yukkk
Reply
#50
(25-05-2009, 08:10 PM)cah_gemblungsepur Wrote:
(25-05-2009, 06:14 PM)meko prasetyo Wrote: ya itu ci tergantung dananya mas.....
lok masalh ngidupin jalur mati y g masalah soalnya dana yang di kluarin g besar???
tapi lok buat jalur baru itu yang biayanya besar?????

tentu juga banyak alasan lain kenapa g dibuatin jalur baru/ngidupin jalur lama.

menurut saya sm2 susahnya menghidupkan/membangun jalur baru,bkn diliat dr mslh dananya saja,lahan yg akan digunakan itu?Pa ga perlu dibebaskan dl sblm dibgn?Back too topic yukkk

ya itu juga bner mas........
kan lok bebasin lahan juga butuh dana yang banyak..........Pisss ahhh...
Lok Merah Biru
f : meko.prasetyo@facebook.com
t : @mekoprzt

+628993814254
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)