Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
shorcut tebet - jatinegara
#1
sudah coba saya cari di menu search belum ketemu kalau ada silahkan di gabung aja om momod.
saya amati dengan bertambahnya jumlah rangkaian angkutan barang saya rasa sudah seharusnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mendahulukan pembangunan shortcut shortcut yang ada di seluruh jawa. seperti shortcut tebet - jatinegara .karena saya lihat di daerah bogor banyak perusahaan perusahaan besar masih belum tergarap dengan maksimal padahal saat ini pabrik semen tigaroda yang beroperasi di daerah bogor sudah mulai mempercayakan pengiriman semennya menggunakan kereta api. namun sayang walaupun sudah menggunakan ka namun karena jalur manggarai tidak boleh ada perpindahan posisi loko maka mau tidak mau rangkaian ka semen relasi nambo - banyuwangi harus masuk ke dalam jalur lingkar dahulu baru bisa bablas di jalur sebenarnya setelah jatinegara. belum lagi di sepanjang lintas mri - thb - jng yang banyak perlintasan sebidang.yang dapat menjadi titik titik krusial kemacetan jakarta apalagi ka semen ini rata rata membawa hingga batas maksimal kemampuan lok menarik rangkaian yang dapat hingga diatas 30an gerbong.

saya amati ini tidak efisien baik di lihat dari konsumsi bahan bakar hingga waktu tempuh yang jadi lebih lama dan lebih jauh. padahal waktu adalah faktor krusial dalam proses distribusi barang dan jasa.

saya hari minggu kemarin 12 okt 14 mendapati ka semen yang menarik hingga 30 gerbong semen full di mri dan baru ketemu lagi hingga 45 menitan di depan depo jng.padahal saya hanya butuh 5 menit dari mri sampai ke tempat hunting di jng.

saran saya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan pemerintah sedikit mendahulukan pembangunan shorcut shortcut seperti tebet - jng biar daya saing logistik meningkat.Ngiler
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#2
Sebenernya bagus sekali jika shortcut tebet-jng ada, tp mungkin pembebasan lahannya susah
Nikmatnya naik GAJAYANA,ABA,PANGRANGO,dan SILIWANGINgiler
Reply
#3
Manggarai - Matraman (stasiun baru nantinya) - Kramat aja gak jelas... Msh wacana dan konon mau dibangun rel layang lingkar Jakarta... apalagi shortcut Tebet - Jatinegara...

Reply
#4
(13-10-2014, 09:31 PM)Radityagajayana Wrote: Sebenernya bagus sekali jika shortcut tebet-jng ada, tp mungkin pembebasan lahannya susah

kalau masalah pembebasan lahan mah sudah beres om ! coba anda lihat di lapangan di jalur setelah pintu ka bukit duri yang di sisi kanan sudah tidak ada bangunan masyarakat sampai di sisi jembatan ka yang di lintas arah jng. apalagi yang disisi dekat jembatan ka yang di lewati metromini 61 bangunan bangunan dinas ka sudah bersih. saya yakin di samping sedang di kebut DDT juga akan di buat belokan menanjak ke arah jngHeran
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#5
kurang banyak mas dedy pembebasan lahannya. ini cuma sekedar iseng kira2 gambaran kasarnya seperti ini:

[Image: B4i3GX.jpg]

asumsi shortcut menyambung di jalur ddt yang ada diselatan rel eksis, dan rel kearah dipo bukit duri. r tikungan 160m.

itu belum memperhitungkan berapa lengkung peralihannya. kalau tanpa lengkung peralihan hanya kurva lingkaran kayak gambar diatas, menurut referensi v maks 60 km/h untuk r=600m, apalagi kalo r cuma 160m v maks pastinya lebih kecil lagi. saya gak tahu berapa karena gak tahu rumusnya. barangkali rf yang insinyur atau anak teknik sipil boleh turun gunung bahas disini.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#6
apa karena medannya menanjak om ady ?
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#7
kalo nanjak bukankah sama saja itu rel dari arah utara ke timurnya juga sama kan nanjak? yang beda itu sudut yang dibentuk antara 2 lintasan lurusnya lebih landai yang arah utara. kalo dari selatan / tebet itu saya coba ukur sudutnya kurang dari siku 90 (sekitar 75) makanya kalo mau radius agak lebar mesti ambil ancang2 yang agak menjauh. sebenarnya sih bisa saja bikin lebih kecil lagi radiusnya cuma kecepata operasional mau di seting berapa? juga soal lengkung peralihan yang kurvanya pakai sikloid atau evolute atau hipo sikloid atau parabola biasa, saya gak paham cuma kira2 saja.

nb: saya bukan orang teknik. cuma senang diskusi seputar hal2 berbau teknik apa saja. oleh karenanya saya masih nunggu insinyur /calon insinyur jalan rel masuk thread ini. karena banyak pertanyaan soal jalan rel dari saya yang awam ini. buat koreksi juga.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#8
Kalo emank misal'a shortcut ini terlaksana..brrti nnti CL jng ga muter k tn.abang y? Para pekerja dr daerah selatan jkt ke sudirman n tn.abang bakalan trnsit d manggarai..mungkin jg nnti bakalan trjadi penumpukan pnp yg berlebihan di mri..?? cmiiw
Reply
#9
(14-10-2014, 05:16 PM)ady_mcady Wrote: kurang banyak mas dedy pembebasan lahannya. ini cuma sekedar iseng kira2 gambaran kasarnya seperti ini:

[Image: B4i3GX.jpg]

asumsi shortcut menyambung di jalur ddt yang ada diselatan rel eksis, dan rel kearah dipo bukit duri. r tikungan 160m.

itu belum memperhitungkan berapa lengkung peralihannya. kalau tanpa lengkung peralihan hanya kurva lingkaran kayak gambar diatas, menurut referensi v maks 60 km/h untuk r=600m, apalagi kalo r cuma 160m v maks pastinya lebih kecil lagi. saya gak tahu berapa karena gak tahu rumusnya. barangkali rf yang insinyur atau anak teknik sipil boleh turun gunung bahas disini.
Mungkin sebagian dihitung juga faktor gaya sentifugal mas ... + faktor sudut elevasi gradien balast pair /Kemiringan bentangan pair track + friksi kohesi antar baja logam + friksi balast balast + struktur tubuh baan + Xie Xie ... cmiiw ... barang kali ada yg mau menambahkan poro er ef yg budiman ...kah ...??
Kembali ke shortcut Jng-st tebet ... padahal menurut sy kalo jarak terdekatnya jusru jebol Bud(st.bukut duri) nyebrang ciliwung ...sambung bikin rel atas sisi pasar regional mester lanjutvnyebrang tepian komp tni ad urip ... tembus rel sisi depo jng .. dan yg ke arah barat Bud lepas pjl jl.bukit duri tanjakan .. ambil lahan ke kiri sampai ketemu di DT Mri-Tebet. Kalo ini dilakukan ya biayanya bengkak banget.... emang si menurut sy mah efesiennya ya lewat DDT jng -Mri ... setelah melintas kali ciliwung di buat wesel baru kearah kiri yg simetris dengan lengkungan ke arah mri ...(sesuai gb dari mas Dedy he..he..he ) dan akhir rel shortcutnya bisa ke titik temu di pjl jl al barkah bale matraman ....cmiiw Xie Xie
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
#10
lha ini ada mas slam pakar shortcut. monggo mas slam, njenengan mawon yang mengkalkulasi lebih detail hitung2annya. Xie Xie

(17-10-2014, 08:49 AM)cornering13 Wrote: Kalo emank misal'a shortcut ini terlaksana..brrti nnti CL jng ga muter k tn.abang y? Para pekerja dr daerah selatan jkt ke sudirman n tn.abang bakalan trnsit d manggarai..mungkin jg nnti bakalan trjadi penumpukan pnp yg berlebihan di mri..?? cmiiw

lho buat apa? situ gak baca di awal tulisan mas dedy? ini shortcut bukan untuk krl tapi untuk jalur barang. kalo krl justru lebih penting kearah mri-sud karena pasarnya besar disana. kalo mobilitas penumpang krl selatan-timur (bogor-bekasi) bisa transit di mri jauh lebih simpel karena lebih mudah pindah transit penumpang daripada barang.

nah, kecuali kalo shortcut yang lain misalnya palmerah-karet, atau grogol-thb, itu bisa untuk krl karena kecenderungan mobilitas penumpang disana yang lebih tertarik kearah sudirman yang menjadi tujuan utamanya para rokers krl se jabodetabek.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)