(29-06-2014, 09:23 AM)argolawu69 Wrote: Tahun ini targetnya udah operasi mas
(07-07-2014, 10:09 PM)argolawu69 Wrote: Pengamatan sepanjang solo jogja, progres sdh semakin jauh. Pemasangan axle counter, UPS, dll sebagian besar sdh terpasang semua..yg masih proses saat ini adalah modifikasi sepur belok di tiap2 stasiun, pemasangan kanopi stasiun brambanan, dll. Dan mungkin tahap terakhirnya adalah tahapan yg paling krusial, yaitu switch over. Ditandai dg pemasangan wesel, motor wesel, dan pengaktifan sinyal elektrik. Biasanya di tahap ini PERKA menjadi sangat terganggu.
suwun infonya mas
btw..modifikasi spoor beloknya itu yg dimaksud gmn ya?modifikasi sudut lengkung weselnya atau modifikasi total seperti memanjangkan spoor beloknya?
untuk switch over memang sepertinya lebih efisien dilakukan setelah lebaran ya,kalo dipaksakan juga malah bisa mengganggu perka saat arus mudik nanti..mengingat petak antara LPN-SLO yg jauh,bisa memperparah keterlambatan tiap KA
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, mengatakan realisasi kereta rel listrik relasi Kutoarjo-Solo menunggu pemasangan jaringan listrik aliran atas di sepanjang jalur tersebut. "Selama jaringan listriknya sudah ada, maka kami akan siap mengoperasionalkan kereta rel listrik (KRL)," kata Jonan di Yogyakarta, Ahad (10/8).
Menurut dia, operasional KRL untuk melayani penumpang lokal akan sangat efisien karena bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding kereta komuter yang ada saat ini. Selain itu, operasional kereta komuter bermesin diesel seperti kereta Prambanan Ekspres (Prameks) sangat rentan mengalami kerusakan.
"Kapasitas angkut di tiap gerbong KRL bisa mencapai 200 orang. Jika setiap KRL memiliki delapan gerbong, maka kapasitas angkutnya bisa mencapai 1.600 orang," katanya.
KRL tersebut akan sangat efisien jika dijalankan secara rutin satu jam sekali, atau minimal 15 kali perjalanan pulang pergi antara Kutoarjo-Yogyakarta-Solo. Berdasarkan data di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta, rata-rata penumpang kereta Prameks adalah 8 ribu hingga 9 ribu orang per hari.
Jonan menambahkan, KRL yang nantinya dimanfaatkan di Yogyakarta berasal dari KRL yang ada di Jabodetabek. "Nanti bisa dibangunkan boarding sendiri sehingga tidak mengganggu arus penumpang jarak jauh di stasiun," katanya.
Selama ini, angkutan komuter di Yogyakarta dilayani oleh Kereta Prameks dan Sriwedari. "Mulai tahun depan, akan ada tambahan cadangan dan tiket Prameks bisa dibeli satu bulan sebelumnya. Pembelian dilakukan untuk tiket pulang-pergi. Jika sudah ada KRL maka sistemnya diganti dengan kartu seperti di Jabodetabek," katanya.
Selain KRL, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan terus membangun jalur ganda di jalur selatan, khususnya untuk menghubungkan Kroya hingga Purwokerto dan Solo hingga Surabaya. "Pembangunan jalur ganda diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunan dimulai tahun depan sehingga pada 2017 sudah bisa diselesaikan," katanya.
Sementara itu, Executive Vice President (EVP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta Susi Muniwati mengatakan, kapasitas angkut untuk kereta komuter masih terbatas. "Kami pun sering menolak penumpang karena batas maksimal angkutan komuter adalah 150 persen," katanya.
sumber : Republika Online / Minggu, 10 Agustus 2014
Moga2 gak dikorbanin hrs menunggak Rp 20.000 per penumpang lg yah... Kacian tarif sgitu ketimbang tarif progresif KRL skr semahal2nya cm Rp 5.000,00....
Beberapa stasiun yg dimodifikasi layoutnya, maaf no pic cm liat sekilas pas naik Prameks:
Gawok
-Jalur 2 digeser ke sebelah selatan jalur 4, jadi jalur 3 sekarang menjadi jalur 2, 4 jadi jalur 3 dan paling selatan sepur belok baru jadi jalur 4
-Penggantian wesel dan bantalan wesel
Delanggu
-Penambahan sepur badug disisi timur
-Penggantian wesel dan bantalan wesel
Ceper
-Penambahan sepur badug sisi timur
-Penggeseran dan penggantian wesel serta bantalan wesel.
Klaten
-Penambahan/perbaikan sepur badug disisi timur
-Penggantian wesel dan bantalan wesel
-Perkuatan tubuh baan yang mepet sungai
Srowot
-Penambahan sepur badug disisi barat
-Penggantian wesel dan bantalan wesel
Brambanan
-Pemanjangan sepur 3 dan 4 beserta badug sisi timur
-Penggantian wesel dan bantalan wesel
Bisa dilengkapi kalo ada info yang lebih lengkap..
(21-09-2014, 07:23 PM)Ardhani Muhad Wrote: Omong omong dalam rangka apa kah penambahan jalur & sepur badug? Apakah di stasiun tersebut mau dibangun gudang?
...atau...
ada hubungannya dengan KRL?
Setahu saya, penambahan jalur dan pemanjangan sepur belok bertujuan untuk menunjang pengoperasian KA semen 30 gerbong