Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Lokomotif Meluncur Tanpa Mass di Semarang
#21
"Sumber Berita"

DAOP 4 SEMARANG
Proses evakuasi Lokomotif butuh waktu sekitar 5 jam Lok Merah BiruHeran

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang, Jawa Tengah, memperkirakan evakuasi lokomotif yang melaju tanpa masinis dan anjlok di Kaliwungu, Ahad (28/4) memerlukan waktu sekira lima jam. "Kami mendatangkan dua crane khusus KA dari Cirebon dan Surabaya. Kami sedang mempersiapkan proses evakuasi lokomotif itu. Kebetulan, dua-duanya sudah datang dan siap untuk digunakan," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV Semarang, Surono, di Semarang, Ahad (28/4).

Ia memperkirakan proses pengangkatan lokomotif itu membutuhkan waktu lima jam, tetapi pihaknya berupaya proses evakuasi itu tidak terlalu mengganggu perjalanan kereta api di jalur tersebut dengan menerapkan sistem "buka-tutup".
"Dengan sistem buka-tutup ini, kami berupaya perjalanan KA bisa tetap lancar. Minimal, KA yang mau lewat jangan sampai terlalu lama menunggu. Kami akan mengatur, misalnya setiap satu jam KA bisa lewat," katanya.

Mengenai peristiwa itu, ia mengemukakan, awalnya petugas tengah mempersiapkan lokomotif untuk menarik rangkaian KA Argo Sindoro, Ahad sekitar pukul 04.00 WIB di Stasiun Poncol, termasuk memanasi mesinnya.

Namun, lokomotif itu tiba-tiba melaju tanpa masinis mulai dari Stasiun Poncol hingga melewati dua stasiun, yakni Stasiun Jerakah dan Mangkang, serta 10 perlintasan menempuh jarak sekitar 17,2 kilometer.

Lokomotif itu, menurut dia, meluncur tanpa kendali berkecepatan cukup tinggi dan sampai jalur menikung di Desa Nolokerto, Kaliwungu, Kendal, kemudian terhempas dan keluar jalur menimpa kandang kambing milik warga setempat.

Ia menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Semarang segera mengosongkan jalur dan menutup perlintasan, serta stasiun-stasiun menuju ke arah Barat yang kemungkinan dilewati lokomotif itu saat melaju tanpa kendali.

Pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV hingga kini belum bisa memastikan penyebab lokomotif itu berjalan tanpa awak, dan segera melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa keterangan petugas yang melakukan pemeriksaan lokomotif itu. "

http://www.republika.co.id/berita/nasion...ang-anjlok


UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#22
(28-04-2013, 05:48 PM)ouilevio Wrote: foto by dirjo

[Image: 936850_631490740198478_1109792067_n.jpg]

katanya nyebur sendiri di tikungan. berarti melebihi taspat.

masih muda ko bisa nyungsep gitu yaa...
turut prihatin atas kejadian ini.
Reply
#23
(28-04-2013, 07:04 PM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 06:51 PM)irpan_setiadi Wrote: Kecepatan 145 km/jam? itu apakah karena ada pengaruh dari turunan?

ralat om...yg bener speednya itu 120kpj
Thanks om Xie Xie
Andaikan rel itu masih hidup, kuingin merasakan nikmatnya naik kereta seperti orang zaman dulu

Railfan DAOP 2 BD
FB : Irpan Setiadi
Twitter : @irpan_setiadi
Reply
#24
(28-04-2013, 07:04 PM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 06:51 PM)irpan_setiadi Wrote: Kecepatan 145 km/jam? itu apakah karena ada pengaruh dari turunan?

ralat om...yg bener speednya itu 120 kpj

Kang inrfa justru ga sala kasih berita, tp (maap) detail berita yg nyampe ke situ yg kurang.
Mimins tolong restukan bocoran ini tanpa maksud melangkahi otoritas yg lg berusaha di lapangan ataupun menuduh suatu pihak

Data yg gw dpt seijin pihak PK/OC & petugas lapangan DAOP 4 hari ini, tercantum history sperti ini:

Quote:Lok yg terlibat PLH: CC 203 28
Depo Induk lok: Semarang Poncol (SMC)
Catatan waktu kejadian: 28-4-2013 04:00-04:15 WIB
Kecepatan tertinggi saat kejadian 145,75 km/jam
Jarak yg ditempuh lok: 16,19 km

*) Dari depo hingga petak jalan SMC hingga km 1 melalui emplasemen sta jalur 2 lok meluncur dg kecepatan 45 km/jam

*) Petak jalan SMC-JRK (km 1 hingga km 2) lok meluncur dg kecepatan 102 km/jam

*) Petak jalan SMC-JRK (km 3 hingga km 4) lok meluncur dg kecepatan 121 km/jam

*) Petak jalan JRK (km 6 hingga km 7) lok meluncur dg kecepatan 105 km/jam

*) Petak jalan JRK-MKG (km 9 hingga km 10) lok meluncur dg kecepatan 120 km/jam

*) Petak jalan JRK-MKG (km 11 hingga km 12) lok meluncur dg kecepatan 127 km/jam

*) Petak jalan MKG-KWN (km 14 hingga km 15) lok meluncur dg kecepatan 145 km/jam

Pengusutan memang belum sampai tahap kesimpulan oleh knkt, tp dr pihak operator & untuk antara RF aja sudah berhembus 2 kemungkinan besar yg terjadi dlm perkara ini:
1) Sabotase pihak yg ga bertanggung jawab
2) Kelalaian pihak depo (antara ga mengikat abar dg baik, ga mengganjal dg stop block, atau ga menetralkan kembali tuas throtle dg baik)
Tp yg gw sejauh ini kuatirkan adl SDM depo & keamanan sta pagi itu akan ditindak paling ngga nya diturunkan jabatan secara drastis sama direksi kalo melihat cara permaenannya operator akhir2 ini
Tegas & bagus emank, tp apa yg gw tau ga sepenuhnya gw suka cara mereka karna dr bbrapa kasus ga cuma 2-3 orang yg sbnernya mreka salah tindak & itu ironi, ga adil, tanpa hormat, merugikan pihak minoritas dr maen hakimnya mereka.
Sorry, bukan maksud memojokkan
Reply
#25
(28-04-2013, 11:33 PM)irpan_setiadi Wrote:
(28-04-2013, 07:04 PM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 06:51 PM)irpan_setiadi Wrote: Kecepatan 145 km/jam? itu apakah karena ada pengaruh dari turunan?

ralat om...yg bener speednya itu 120kpj
Thanks om Xie Xie

sorry om irpan, yg bener ternyata ente om, speed terakhir sebelum PLH ini terjadi 145Kpj.
@Om Andrew_CN, thanks buat koreksinya.....
Reply
#26
(29-04-2013, 12:01 AM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 11:33 PM)irpan_setiadi Wrote:
(28-04-2013, 07:04 PM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 06:51 PM)irpan_setiadi Wrote: Kecepatan 145 km/jam? itu apakah karena ada pengaruh dari turunan?

ralat om...yg bener speednya itu 120kpj
Thanks om Xie Xie

sorry om irpan, yg bener ternyata ente om, speed terakhir sebelum PLH ini terjadi 145Kpj.
@Om Andrew_CN, thanks buat koreksinya.....

Berarti teorinya kereta api itu bisa diatas 120 km per jam ya?
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#27
Kalo tau track tsb dlm gradien menurun knp posisi memanaskan loko harus di tempat awal kejadian ini ? Atau memang tempat 'pemanasan loko' memang disitu ? berarti ada prosedur/faktor lain yg tidak dijalankan secara benar alias terjadi kelalaian. Kita tunggu pernyataan resmi saja dr operator maupun knkt.

(29-04-2013, 05:48 AM)brantas Wrote: Berarti teorinya kereta api itu bisa diatas 120 km per jam ya?

Bisa kok om, cuma ada taspat alias batas kecepatan disetiap petak jadi tdk bisa melulu dipacu sampai kecepatan diatas 100kpj. CMIIW.

(28-04-2013, 10:42 PM)ayoenx_mtr-selatan Wrote: masih muda ko bisa nyungsep gitu yaa...
turut prihatin atas kejadian ini.

Bisa lah om, karna faktor yg bisa menyebabkan 'nyungsep' itu salah satunya melebihi batas kecepatan (apalagi saat memasuki tikungan), jadi bukan masalah faktor muda/tua loko tsb.
"Penumpang menunggu kereta api BUKAN kereta api menunggu penumpang."

[Image: 332wepw.jpg]
Reply
#28
(29-04-2013, 05:48 AM)brantas Wrote:
(29-04-2013, 12:01 AM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 11:33 PM)irpan_setiadi Wrote:
(28-04-2013, 07:04 PM)CC_20413 Wrote:
(28-04-2013, 06:51 PM)irpan_setiadi Wrote: Kecepatan 145 km/jam? itu apakah karena ada pengaruh dari turunan?

ralat om...yg bener speednya itu 120kpj
Thanks om Xie Xie

sorry om irpan, yg bener ternyata ente om, speed terakhir sebelum PLH ini terjadi 145Kpj.
@Om Andrew_CN, thanks buat koreksinya.....

Berarti teorinya kereta api itu bisa diatas 120 km per jam ya?

Teorinya si bisa
Tp kan kalo uda bawa rangkean jlas akan beda bebannya jd kecepatannya pasti menurun krn ngeden, blom lg kondisi track di indonesia tergolong banyak curving yg sempit & smakin sempit curving jlas ka ga bisa lari cpet, rediko ngguling, makanya ada taspat /petak malah /block & itu tergolong cukup rendah kalo dibandingkan scara universal

Tp kalo spesifiknya yg ini bnernya gw pikir kata yg tepat bukan "kereta bisa jalan sampe 120 km/h" tp menurut g lebi "track di jawa ternyata bisa dilalui sampe 140 km/h yak" karna di grup fb & bb si masi anget diskusinya soal efek deadman peddal (dmp) pada lok tanpa rangkaian, yg sjauh ini diketahui adl dmp akan secara otomatis menghilangkan/melumpuhkan tenaga throtle saat GPS lok mendeteksi peringatan over taspat hingga taspat kembali menjadi angka 0 kalo ga dihentikan pengoperasiannya oleh operator lok di dlm kabin dg menginjaknya. Jd sjauh ini pihak petugas lapangan DAOP 4 si kuat menduga emank itu ngglondor karna abar lok ga terikat awalnya (sesuai laporan langsung petugas depo yg menangani & sempet meninggalkan lok itu) & di petak jalan JRK-KWN lok uda mulai berjalan murni krn daya dorong terkait penurunan gradien track dg mulai berfungsinya dmp
Itu menurut laporan pertama petugas scara langsung di radio PK/OC SMT & masi bersifat perkiraan atas dasar pengalaman mreka yg uda ahli dlm kabin lok.

Secara fisika jg dikejadian ini qta bisa banyak analisis untuk share antar pribadi lho, tp bukan maksudnya buat nuduh 1 pihak ato mendahului otoritas knkt, cuma jd bahasan seforum ini ja, slama ga sampe kluar itu ga menyalahi aturan.
Reply
#29
Saya turut berduka cita walaupun tidak ada korban jiwa atas kejadian yang menimpa petugas yang ada di lapangan pada saat kejadian ini di berita SCTV kemarin sore, mudah2an Alloh SWT selalu memberikan kesabaran dan ketabahan atas kejadian ini. Kenapa bisa terjadi seperti itu, ngeri banget melihatnya dari kondisi lokonya yang rusak berat, untungnya tidak ada kereta dari arah yang sama pada saat kejadian, kenapa pada saat loko dipanasin tidak diganjal dan ditinggal pergi, tunggu aja hasil penyelidikan dari pihak PT. KAI Pusat dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 4 Semarang, harus menjadi pelajaran dari daops2 yang lain agar tidak terjadi kejadian yang serupa. Mhn maaf atas komentarnya.
Reply
#30
Akibat PLH ini semua kereta yg lewat utara, terlambat 4-5 jam....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)