Kalao dilihat dari rel langsir, kayaknya ga jauh beda2 seperti rel di Pulo Jawa, malahan lebih bagus. Berarti bisa donk cc205 di Jawa, tapi kalo nglewatin jembatan, kyaknya hanya jembatan beton saja yang bisa, CMIIW....
[/quote]
semua rel di indonesia ya sama bos, tapi kan axel loadnya yg beda antara axel load di jawa ama sumatera walaupun sama2 pake rel type r54
(04-04-2013, 09:23 AM)Gege Wrote: [spoiler=Tambahin gambar ah] Semua gambar milik Kang Asep
[/spoiler]
Kalau diliat ada perbedaan antara CC 205 gen 1 dan gen 2, terutama di bagian cow hangernya yang sudah dilengkapi lampui kabut, jumlah lampu semboyannya berjumlah 6 tidak seperti CC 205 gen 1 yg lampu semboyannya berjumlah 8 dan tanpa lampu kabut
Couple Permanent...
Menurut info yang valid, semua lok CC205 akan berpasangan secara permanent (DT/MU Permanen) dengan coupler batang. Atas permintaan Kemenhub :
Setiap lok yang telah disetting dengan pasangannya sekarang akan setting ulang komputernya apabila berpasangan dengan lok lain, jadi CC20501 saat ini berpasangan dengan CC20502, maka mereka akan "abadi" berpasangan walaupun salah satunya harus PA/Rusak ke BY keduanya harus masuk BY
Setiap lokomotif barang terutama CC205 harus double kabin
Sempat anjlok saat uji di BY
08 April 2013
Pics by : Dirjo
[/spoiler]
(11-04-2013, 07:55 PM)Gege Wrote: [spoiler=Tambah gambar lagih]
Djeroannya
kabel MU yang masih terpasang dan berfungsi
Couple Permanent...
Menurut info yang valid, semua lok CC205 akan berpasangan secara permanent (DT/MU Permanen) dengan coupler batang. Atas permintaan Kemenhub :
Setiap lok yang telah disetting dengan pasangannya sekarang akan setting ulang komputernya apabila berpasangan dengan lok lain, jadi CC20501 saat ini berpasangan dengan CC20502, maka mereka akan "abadi" berpasangan walaupun salah satunya harus PA/Rusak ke BY keduanya harus masuk BY
Setiap lokomotif barang terutama CC205 harus double kabin
Sempat anjlok saat uji di BY
08 April 2013
Pics by : Dirjo
[/spoiler]
Coupler yg CC 20509 itu yg nantinya dipake utk semua CC 205 ? Kok gw baru ngeliat coupler gini ya ? Terus mau nanya juga,itu pasangannya sesuai no urut ya ? Misal C 501 ama C 502,C 503 ama C 504 dst
Itu coupler batang serupa dengan yang di KRD dan KRL jabodetabek Mas...
Soal pasangan, hanya contoh saja dan bisa ngacak, karena menurut info untuk menyetting pasangan baru agak rumit dan sulit, jadi untuk pasangan yang ada sekarang akan langsung segera di-KUA-kan....
Dan tidak selalu urut....
(11-04-2013, 08:48 PM)Gege Wrote: Itu coupler batang serupa dengan yang di KRD dan KRL jabodetabek Mas...
Soal pasangan, hanya contoh saja dan bisa ngacak, karena menurut info untuk menyetting pasangan baru agak rumit dan sulit, jadi untuk pasangan yang ada sekarang akan langsung segera di-KUA-kan....
Dan tidak selalu urut....
Oya deh,couplernya kayak KRL ato KRD,cuma gara 2x belom ada kepala couplernya ama warnanya beda jadinya . Oh ga mesti urut toh pemasangannya. Tak kira harus urut. Thanks infonya Om
(11-04-2013, 08:48 PM)Gege Wrote: Itu coupler batang serupa dengan yang di KRD dan KRL jabodetabek Mas...
Soal pasangan, hanya contoh saja dan bisa ngacak, karena menurut info untuk menyetting pasangan baru agak rumit dan sulit, jadi untuk pasangan yang ada sekarang akan langsung segera di-KUA-kan....
Dan tidak selalu urut....
setting pasangannya ruwet? wah.. udah beda sistem ya
Sependek yang saya tahu sih sistem MU itu hanya sistem elektro-pneumatis tanpa melibatkan komputerisasi dan transfer data-data digital kompleks, trus pasangannya siapa saja juga prosesnya sama yang membedakan hanya setting untuk loko depan/lead dan loko yang mengikuti di belakangnya (trail)
mungkin kalau ada penjelasan lebih lanjut.... jadi penasaran nih
(02-04-2013, 03:43 PM)Lin Ming Wrote: Video pengiriman 10 unit GT38Ace dari Muncie ke Halifax yang sudah tiba di Padangpanjang beberapa saat lalu. 10 x 109 ton = 1090 ton....
Kalo liat vidio ini
Kliatan banget ya cc205 pendek, dibandingin sama dash8 atau es44ac yang di depannya, jadi kayak maenan aja, hehe
Tapi bogienya besar ya seperti class 66
Loko disono gede2 bener
(09-05-2013, 07:15 PM)bayp4amd Wrote: Kalo liat vidio ini
Kliatan banget ya cc205 pendek, dibandingin sama dash8 atau es44ac yang di depannya, jadi kayak maenan aja, hehe
Tapi bogienya besar ya seperti class 66
Loko disono gede2 bener
Setahu saya, NS jarang pake' loko AC
(13-04-2013, 03:48 AM)kikansha_otaku Wrote: setting pasangannya ruwet? wah.. udah beda sistem ya
Sependek yang saya tahu sih sistem MU itu hanya sistem elektro-pneumatis tanpa melibatkan komputerisasi dan transfer data-data digital kompleks, trus pasangannya siapa saja juga prosesnya sama yang membedakan hanya setting untuk loko depan/lead dan loko yang mengikuti di belakangnya (trail)
mungkin kalau ada penjelasan lebih lanjut.... jadi penasaran nih
Kalau setting MU/DP standar ya emang "semudah" itu.
Tapi mungkin aja yg dikoneksikan lebih dari standar, termasuk diagnostic/monitoring mungkin.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>