Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pecinta Gajayana
(25-10-2012, 06:52 PM)omaniax Wrote: tgl 25 okt 2012 jam 10 pagi KA 7023 ML-JAKK masih melintas cikampek, sepertinya efek PLH Prameks

Tgl 24 Oktober masuk BL dari JAKK pukul 15.30
Berangkat lagi PLB 7023 masuk BL pukul 22.00. Jadinya ya 25 okt 2012 jam 10 pagi KA 7023 ML-JAKK masih melintas cikampek, sepertinya efek PLH Prameks
Reply
(25-10-2012, 09:05 PM)Nicodio Wrote:
(25-10-2012, 06:52 PM)omaniax Wrote: tgl 25 okt 2012 jam 10 pagi KA 7023 ML-JAKK masih melintas cikampek, sepertinya efek PLH Prameks

Tgl 24 Oktober masuk BL dari JAKK pukul 15.30
Berangkat lagi PLB 7023 masuk BL pukul 22.00. Jadinya ya 25 okt 2012 jam 10 pagi KA 7023 ML-JAKK masih melintas cikampek, sepertinya efek PLH Prameks

iya bener mas efek PLH Prameks, teman saya (masinis BL) standby terus sampai malam nungguin KA banyak yang telat
Esok lusa boleh kita jumpa pula
Reply
Tanggal 28 Oktober kemarin adalah hari lahirnya Gajayana, tidak terasa sudah 13 tahun telah beroperasi. Gajayana seperti telah diketahui telah mengalami beberapa kali metamorfosis, dimulai campuran eksbis sampai akhirnya full K1. Full K1 juga dimulai dari rangkaian satwa hingga argo meskipun namanya sendiri bukan Argo Gajayana tapi gerbong pesawatnya sudah dikatakan sebagai kelas argo. Sekarang Gajayana berangkat dari Malang pukul 13.45 , mungkin terlalu siang bagi yang sudah kebiasaan naik kreta ini. Disaat awal2 dulu, Gajayana berangkat dari Malang pukul 15.30, jam ini kalau menurut saya sesuai dengan jam biologis-nya masyarakat Malang yang akan bepergian ke luar kota khususnya Jakarta sebagaimana KA Jatayu berangkat jam 15.00 ke Surabaya, pas sekali. Karena (mungkin) permintaan masyarakat akhirnya jam keberangkatan dimundurin beberapa kali dari jam 15.30 menjadi 15.45 dirubah kembali menjadi 16.00 akhirnya menjadi 16.30 . Justru jam 16.30 ini sudah terlalu sore, dengan keberangkatan jam segini kreta selalu tiba di Jakarta selalu kesiangan. Akhirnya dirubah menjadi pukul 13.45 . Keberangkatan pukul 13.45 ini waktu perjalanannya lebih lama dibandingkan pukul 16.30 . Tapi saya yakin suatu saat nanti akan Ka 7023 akan dirubah lagi jadwal keberangkatannya.

Di tahun 1990-an sebelum ada KA Gajayana, perjalanan KA Malang ke Jakarta hanya dilayani oleh KA Matarmaja dengan campuran 2 kelas yaitu (biasanya) 2 Gerbong Bisnis warna ijo dan 8 Gerbong Ekonomi warna merah, waktu saat ini saya masih kecil dan berhubung tempat tinggal berada di belakang stasiun Malang Kotabaru, dan tiap harinya bisa lihat nih kreta dari belakang rumah. Berhubung masyarakat Malang ingin ada kualitas peningkatan pelayanan maka tahun 1995 diresmikan KA Jatayu menggunakan rangkaian Bima dan Turangga, KA ini memang cocok dikatakan sebagai KA Feeder Eksekutif untuk melayani penumpang dari Malang yang akan menggunakan KA JS 950 Argobromo, Sembrani, Turangga, Mutiara Timur, dan Sancaka maupun sebaliknya. Sebenarnya untuk KA Sancaka sih tidak terlalu diperhitungkan karena Matarmaja waktu itu lewat Yogyakarta. Kedatangan Jatayu waktu itu memang menjadi suatu yang luar biasa karena pertama kalinya CC203 masuk Malang serta corak KA baik Lokomotof maupun gerbong berwarna putih tentu menjadi kebanggaan dan kemewahan tersendiri, saya pun ikut merasakannya, kondisi yang sama seperti Maleks dengan CC204-nya. Wajar sih, kebanyakan BB301 yang sliweran, bahkan BB301 membawa KA Matar sampe Kertosono kemudian ganti CC201. Cuman waktu itu, saya mengharapkan ada kereta EKsekutif livery biru tua biru muda (K1 jaman Perumka) masuk Malang tapi ngga ada, kalo pengen liat harus ke Bangil a.k.a KA Muttim itupun harus ditemani orang tua kalo kesana.

Nah, setelah sekian 4 tahun KA Jatayu dioperasikan, akhirnya KA yang ditunggu-tunggu telah tiba, apalagi kalo bukan KA Gajayana. KA Jatayu yang waktu itu sebagai Feeder Eksekutif perlahan mulai menipis okupansinya, tapi masih ada yang makai kalo kehabisan tiket Gajayana. Kalo seluk beluk KA Gajayana kalian udah tahu lah.Ohya, di tahun 2003-an, ngga tahu lah tahun berapa detailnya, KS Malang namanya Pak Djapa, eks Stasiun Bangil (waktu SMP saya sering maen ke stasiun Malang, kalo Jumatan juga sering di stasiun meskipun dulu tidak sebesar sekarang). Ini orang, kalo sebelum KA Gajayana berangkat selalu mengumpulkan para kru KA mulai dari prami, koki, kondektur kecuali masinis untuk apel sore, waktu itu saya ngga nyimak yang jelas intinya berikan pelayanan yang terbaik buat para pengguna KA Gajayana. Ini jelas suatu perhatian yang diberikan oleh seorang KS, namun setelah beliau diganti sudah tidak ada lagi acara apel sore, sedih amat ya.

Sekarang KA Gajayana sudah mempunyai banyak saingan, tak lain adalah maskapai penerbangan. Dulu tahun 2000an, yang namanya bandara Abd. Saleh ngga pernah dipake buat pesawat jet komersial. Akhirnya nongol deh SA. Awal mula SA, kata Mba' Dien (sekretaris stasiun Malang, saya manggilnya Mba' sebenarnya Mba' Dien tante saya, cuman sudah mindset dari saya kecil sih). Pihak SA tentunya survey dulu ke kereta, intinya gimana okupansi serta kepadatan penumpang, kebetulan aja waktu, KA Gajayana lebih dominan dibanyakin yang naek dari Malang, daripada Kediri, Blitar, maupun Tulungagung. Dan tahun 2005, penerbangan Ke Malang dibuka, memang terlalu dipaksain mengingat runway Abd. Saleh belum terlalu siap buat pesawat jet komersil. Tapi nih pesawat selalu penuh, ngga penuh2 amat, sama kayak Gajayana dari Malang kadang tidak terlalu penuh juga, bagi jatah lah. Kedigdayaan KA Gajayana memang semakin menurun tapi ngga drastis dan tetep diatas rata2. Waktu itu Gajayana sampe 12 gerbong, bahkan KA2 eks Bima dan Sembrani notabene tahun 64, 68 dikasih ke Gajayana, jadi campur sari jadinya. Sekarang KA Gajayana bersaing dengan 6 pesawat serta bus malam jarak jauh yang pelayanannya hampir sama dengan Gajayana. Oleh karena itu, setidaknya muncul ide2 baru tapi yang rasional untuk kelangsungan hidup KA Gajayana, supaya bisa lebih kompetitif.
Reply
(26-10-2012, 05:47 PM)rangga.pradipta Wrote: [Spoiler]
(25-10-2012, 09:05 PM)Nicodio Wrote:
(25-10-2012, 06:52 PM)omaniax Wrote: tgl 25 okt 2012 jam 10 pagi KA 7023 ML-JAKK masih melintas cikampek, sepertinya efek PLH Prameks

Tgl 24 Oktober masuk BL dari JAKK pukul 15.30
Berangkat lagi PLB 7023 masuk BL pukul 22.00. Jadinya ya 25 okt 2012 jam 10 pagi KA 7023 ML-JAKK masih melintas cikampek, sepertinya efek PLH Prameks
[/Spoiler]

iya bener mas efek PLH Prameks, teman saya (masinis BL) standby terus sampai malam nungguin KA banyak yang telat
Bukan standby terus mas, kalau di blitar istilahnya serep alias cadangan. Biasanya habis laste penataran dan dhoho masuk BL langsung pulang Ngakak
Reply
(30-10-2012, 06:26 PM)bramoy Wrote: Tanggal 28 Oktober kemarin adalah hari lahirnya Gajayana, tidak terasa sudah 13 tahun telah beroperasi. Gajayana seperti telah diketahui telah mengalami beberapa kali metamorfosis, dimulai campuran eksbis sampai akhirnya full K1. Full K1 juga dimulai dari rangkaian satwa hingga argo meskipun namanya sendiri bukan Argo Gajayana tapi gerbong pesawatnya sudah dikatakan sebagai kelas argo. Sekarang Gajayana berangkat dari Malang pukul 13.45 , mungkin terlalu siang bagi yang sudah kebiasaan naik kreta ini. Disaat awal2 dulu, Gajayana berangkat dari Malang pukul 15.30, jam ini kalau menurut saya sesuai dengan jam biologis-nya masyarakat Malang yang akan bepergian ke luar kota khususnya Jakarta sebagaimana KA Jatayu berangkat jam 15.00 ke Surabaya, pas sekali. Karena (mungkin) permintaan masyarakat akhirnya jam keberangkatan dimundurin beberapa kali dari jam 15.30 menjadi 15.45 dirubah kembali menjadi 16.00 akhirnya menjadi 16.30 . Justru jam 16.30 ini sudah terlalu sore, dengan keberangkatan jam segini kreta selalu tiba di Jakarta selalu kesiangan. Akhirnya dirubah menjadi pukul 13.45 . Keberangkatan pukul 13.45 ini waktu perjalanannya lebih lama dibandingkan pukul 16.30 . Tapi saya yakin suatu saat nanti akan Ka 7023 akan dirubah lagi jadwal keberangkatannya.

Di tahun 1990-an sebelum ada KA Gajayana, perjalanan KA Malang ke Jakarta hanya dilayani oleh KA Matarmaja dengan campuran 2 kelas yaitu (biasanya) 2 Gerbong Bisnis warna ijo dan 8 Gerbong Ekonomi warna merah, waktu saat ini saya masih kecil dan berhubung tempat tinggal berada di belakang stasiun Malang Kotabaru, dan tiap harinya bisa lihat nih kreta dari belakang rumah. Berhubung masyarakat Malang ingin ada kualitas peningkatan pelayanan maka tahun 1995 diresmikan KA Jatayu menggunakan rangkaian Bima dan Turangga, KA ini memang cocok dikatakan sebagai KA Feeder Eksekutif untuk melayani penumpang dari Malang yang akan menggunakan KA JS 950 Argobromo, Sembrani, Turangga, Mutiara Timur, dan Sancaka maupun sebaliknya. Sebenarnya untuk KA Sancaka sih tidak terlalu diperhitungkan karena Matarmaja waktu itu lewat Yogyakarta. Kedatangan Jatayu waktu itu memang menjadi suatu yang luar biasa karena pertama kalinya CC203 masuk Malang serta corak KA baik Lokomotof maupun gerbong berwarna putih tentu menjadi kebanggaan dan kemewahan tersendiri, saya pun ikut merasakannya, kondisi yang sama seperti Maleks dengan CC204-nya. Wajar sih, kebanyakan BB301 yang sliweran, bahkan BB301 membawa KA Matar sampe Kertosono kemudian ganti CC201. Cuman waktu itu, saya mengharapkan ada kereta EKsekutif livery biru tua biru muda (K1 jaman Perumka) masuk Malang tapi ngga ada, kalo pengen liat harus ke Bangil a.k.a KA Muttim itupun harus ditemani orang tua kalo kesana.

Nah, setelah sekian 4 tahun KA Jatayu dioperasikan, akhirnya KA yang ditunggu-tunggu telah tiba, apalagi kalo bukan KA Gajayana. KA Jatayu yang waktu itu sebagai Feeder Eksekutif perlahan mulai menipis okupansinya, tapi masih ada yang makai kalo kehabisan tiket Gajayana. Kalo seluk beluk KA Gajayana kalian udah tahu lah.Ohya, di tahun 2003-an, ngga tahu lah tahun berapa detailnya, KS Malang namanya Pak Djapa, eks Stasiun Bangil (waktu SMP saya sering maen ke stasiun Malang, kalo Jumatan juga sering di stasiun meskipun dulu tidak sebesar sekarang). Ini orang, kalo sebelum KA Gajayana berangkat selalu mengumpulkan para kru KA mulai dari prami, koki, kondektur kecuali masinis untuk apel sore, waktu itu saya ngga nyimak yang jelas intinya berikan pelayanan yang terbaik buat para pengguna KA Gajayana. Ini jelas suatu perhatian yang diberikan oleh seorang KS, namun setelah beliau diganti sudah tidak ada lagi acara apel sore, sedih amat ya.

Sekarang KA Gajayana sudah mempunyai banyak saingan, tak lain adalah maskapai penerbangan. Dulu tahun 2000an, yang namanya bandara Abd. Saleh ngga pernah dipake buat pesawat jet komersial. Akhirnya nongol deh SA. Awal mula SA, kata Mba' Dien (sekretaris stasiun Malang, saya manggilnya Mba' sebenarnya Mba' Dien tante saya, cuman sudah mindset dari saya kecil sih). Pihak SA tentunya survey dulu ke kereta, intinya gimana okupansi serta kepadatan penumpang, kebetulan aja waktu, KA Gajayana lebih dominan dibanyakin yang naek dari Malang, daripada Kediri, Blitar, maupun Tulungagung. Dan tahun 2005, penerbangan Ke Malang dibuka, memang terlalu dipaksain mengingat runway Abd. Saleh belum terlalu siap buat pesawat jet komersil. Tapi nih pesawat selalu penuh, ngga penuh2 amat, sama kayak Gajayana dari Malang kadang tidak terlalu penuh juga, bagi jatah lah. Kedigdayaan KA Gajayana memang semakin menurun tapi ngga drastis dan tetep diatas rata2. Waktu itu Gajayana sampe 12 gerbong, bahkan KA2 eks Bima dan Sembrani notabene tahun 64, 68 dikasih ke Gajayana, jadi campur sari jadinya. Sekarang KA Gajayana bersaing dengan 6 pesawat serta bus malam jarak jauh yang pelayanannya hampir sama dengan Gajayana. Oleh karena itu, setidaknya muncul ide2 baru tapi yang rasional untuk kelangsungan hidup KA Gajayana, supaya bisa lebih kompetitif.

Setuju dengan mas bramoy, dengan harga tiket KA Gajayana yang selalu naik 5000 rupiah tiap periode waktunya, dituntut pelayanan ekstra agar mampu bersaing dengan moda transportasi lainnya. Mengingat saingannya seperti bus malam(ESL, Malino Putra, Kramat Djati, Pahala Kencana, Safari Dharma Raya, dll) harganya konstan di kisaran 240-250ribu saja.


btw,
Kemarin tanggal 20 Oktober 2012, saya berkesempatan menjajal Gajayana dari Gambir ke Malang(KA 32). AC Full dingin dan masalah ketepatan waktu saya nilai sangat memuaskan. Top Markotop, Good Marsogood, Jos Gandhoss!!!
KA 32 berangkat tepat waktu dari Gambir pkl 17.30wib, sampai di Cirebon pkl 20.15(lebih cepat 2 menitan dari jadwal seharusnya), sampai di Stasiun Cirebon terlihat KA Argo Jati sedang menurunkan penumpang. Alhasil di Cirebon mesti menunggu keberangkatan hingga 15 menit agar bisa berangkat kembali sesuai jadwal pkl 20.30wib. Dari stasiun Tugu Jogja - Stasiun Blitar masing2 kedatangan/keberangkatan mengalami keterlambatan 3-7 menit. Sampai di Stasiun Kepanjen KA 32 berangkat lagi pkl 08.32(telat 1 menit), masuk dan berhenti di stasiun Malang Kotalama pkl 08.41(bersilang dengan KA Malioboro Express), akhirnya setelah menunggu 1-2 menit KA 32 diberangkatkan kembali menuju tujuan akhir Stasiun Malang Kota Baru dan tiba pkl 08.46an.
Cuma telat 3 menit dan kelihatannya banyak penumpang di kereta yang saya naiki(kereta 4) puas karena KA 32 relatif tepat waktu.

Berikutnya tanggal 29 Oktober 2012, giliran saya menjajal KA 31 dari Malang Kota Baru menuju Jatinegara. Berangkat dari Malang tepat waktu pkl 13.45wib. Berangkat dari Kepanjen, Blitar, Tulungagung, Kediri dan Kertosono tepat waktu masing2 pukul 14.12, 15.41, 16.26, 17.07, 17.42. Itupun sempat mengalami persilangan dengan 2-3 KA lain di Petak ML-KTS. Saya gak mencatat perjalanan KA selanjutnya, hingga akhirnya KA 31 sampai di Jatinegara pkl 05.18wib(telat sekitar 40 menit dari jadwal seharusnya). Maaf saya tidak mengetahui penyebab KA 31 mengalami molor hingga 40 menit tersebut, karena sepanjang Madiun - Haurgeulis saya tertidur Xie Xie tapi beruntunglah sepanjang petak Haurgeulis - Jatinegara KA 31 tidak mengalami PLH, ataupun berhenti karena bersilang dengan KA lain sehingga perjalanan lancar. Kedatangan di Jatinegara pun masih didepan beberapa KA lain seperti BIMA, ABA, dll.

Overall saya puas dengan KA Gajayana yang saya naiki. Masih banyak plusnya ketimbang minusnya. Jika ketepatan waktu ini bisa dipertahankan atau ditingkatkan KA Gajayana sangat mampu bersaing dengan moda transportasi lainnya. Pengalaman saya naik moda angkutan darat dalam beberapa tahun terakhir lama perjalanan hanya 20 jam perjalanan sudah sangat luar biasa(berangkat dari Jakarta pkl 2 siang, lewat jalur utara dan sampai di Malang pkl 10 pagi).

Bravo PT. Kereta Api Indonesia (Persero)! Tingkatkan terus kinerjamu!
Reply
(31-10-2012, 10:02 AM)oke_sr Wrote:
(30-10-2012, 06:26 PM)bramoy Wrote: Tanggal 28 Oktober kemarin adalah hari lahirnya Gajayana, tidak terasa sudah 13 tahun telah beroperasi. Gajayana seperti telah diketahui telah mengalami beberapa kali metamorfosis, dimulai campuran eksbis sampai akhirnya full K1. Full K1 juga dimulai dari rangkaian satwa hingga argo meskipun namanya sendiri bukan Argo Gajayana tapi gerbong pesawatnya sudah dikatakan sebagai kelas argo. Sekarang Gajayana berangkat dari Malang pukul 13.45 , mungkin terlalu siang bagi yang sudah kebiasaan naik kreta ini. Disaat awal2 dulu, Gajayana berangkat dari Malang pukul 15.30, jam ini kalau menurut saya sesuai dengan jam biologis-nya masyarakat Malang yang akan bepergian ke luar kota khususnya Jakarta sebagaimana KA Jatayu berangkat jam 15.00 ke Surabaya, pas sekali. Karena (mungkin) permintaan masyarakat akhirnya jam keberangkatan dimundurin beberapa kali dari jam 15.30 menjadi 15.45 dirubah kembali menjadi 16.00 akhirnya menjadi 16.30 . Justru jam 16.30 ini sudah terlalu sore, dengan keberangkatan jam segini kreta selalu tiba di Jakarta selalu kesiangan. Akhirnya dirubah menjadi pukul 13.45 . Keberangkatan pukul 13.45 ini waktu perjalanannya lebih lama dibandingkan pukul 16.30 . Tapi saya yakin suatu saat nanti akan Ka 7023 akan dirubah lagi jadwal keberangkatannya.

Di tahun 1990-an sebelum ada KA Gajayana, perjalanan KA Malang ke Jakarta hanya dilayani oleh KA Matarmaja dengan campuran 2 kelas yaitu (biasanya) 2 Gerbong Bisnis warna ijo dan 8 Gerbong Ekonomi warna merah, waktu saat ini saya masih kecil dan berhubung tempat tinggal berada di belakang stasiun Malang Kotabaru, dan tiap harinya bisa lihat nih kreta dari belakang rumah. Berhubung masyarakat Malang ingin ada kualitas peningkatan pelayanan maka tahun 1995 diresmikan KA Jatayu menggunakan rangkaian Bima dan Turangga, KA ini memang cocok dikatakan sebagai KA Feeder Eksekutif untuk melayani penumpang dari Malang yang akan menggunakan KA JS 950 Argobromo, Sembrani, Turangga, Mutiara Timur, dan Sancaka maupun sebaliknya. Sebenarnya untuk KA Sancaka sih tidak terlalu diperhitungkan karena Matarmaja waktu itu lewat Yogyakarta. Kedatangan Jatayu waktu itu memang menjadi suatu yang luar biasa karena pertama kalinya CC203 masuk Malang serta corak KA baik Lokomotof maupun gerbong berwarna putih tentu menjadi kebanggaan dan kemewahan tersendiri, saya pun ikut merasakannya, kondisi yang sama seperti Maleks dengan CC204-nya. Wajar sih, kebanyakan BB301 yang sliweran, bahkan BB301 membawa KA Matar sampe Kertosono kemudian ganti CC201. Cuman waktu itu, saya mengharapkan ada kereta EKsekutif livery biru tua biru muda (K1 jaman Perumka) masuk Malang tapi ngga ada, kalo pengen liat harus ke Bangil a.k.a KA Muttim itupun harus ditemani orang tua kalo kesana.

Nah, setelah sekian 4 tahun KA Jatayu dioperasikan, akhirnya KA yang ditunggu-tunggu telah tiba, apalagi kalo bukan KA Gajayana. KA Jatayu yang waktu itu sebagai Feeder Eksekutif perlahan mulai menipis okupansinya, tapi masih ada yang makai kalo kehabisan tiket Gajayana. Kalo seluk beluk KA Gajayana kalian udah tahu lah.Ohya, di tahun 2003-an, ngga tahu lah tahun berapa detailnya, KS Malang namanya Pak Djapa, eks Stasiun Bangil (waktu SMP saya sering maen ke stasiun Malang, kalo Jumatan juga sering di stasiun meskipun dulu tidak sebesar sekarang). Ini orang, kalo sebelum KA Gajayana berangkat selalu mengumpulkan para kru KA mulai dari prami, koki, kondektur kecuali masinis untuk apel sore, waktu itu saya ngga nyimak yang jelas intinya berikan pelayanan yang terbaik buat para pengguna KA Gajayana. Ini jelas suatu perhatian yang diberikan oleh seorang KS, namun setelah beliau diganti sudah tidak ada lagi acara apel sore, sedih amat ya.

Sekarang KA Gajayana sudah mempunyai banyak saingan, tak lain adalah maskapai penerbangan. Dulu tahun 2000an, yang namanya bandara Abd. Saleh ngga pernah dipake buat pesawat jet komersial. Akhirnya nongol deh SA. Awal mula SA, kata Mba' Dien (sekretaris stasiun Malang, saya manggilnya Mba' sebenarnya Mba' Dien tante saya, cuman sudah mindset dari saya kecil sih). Pihak SA tentunya survey dulu ke kereta, intinya gimana okupansi serta kepadatan penumpang, kebetulan aja waktu, KA Gajayana lebih dominan dibanyakin yang naek dari Malang, daripada Kediri, Blitar, maupun Tulungagung. Dan tahun 2005, penerbangan Ke Malang dibuka, memang terlalu dipaksain mengingat runway Abd. Saleh belum terlalu siap buat pesawat jet komersil. Tapi nih pesawat selalu penuh, ngga penuh2 amat, sama kayak Gajayana dari Malang kadang tidak terlalu penuh juga, bagi jatah lah. Kedigdayaan KA Gajayana memang semakin menurun tapi ngga drastis dan tetep diatas rata2. Waktu itu Gajayana sampe 12 gerbong, bahkan KA2 eks Bima dan Sembrani notabene tahun 64, 68 dikasih ke Gajayana, jadi campur sari jadinya. Sekarang KA Gajayana bersaing dengan 6 pesawat serta bus malam jarak jauh yang pelayanannya hampir sama dengan Gajayana. Oleh karena itu, setidaknya muncul ide2 baru tapi yang rasional untuk kelangsungan hidup KA Gajayana, supaya bisa lebih kompetitif.

Setuju dengan mas bramoy, dengan harga tiket KA Gajayana yang selalu naik 5000 rupiah tiap periode waktunya, dituntut pelayanan ekstra agar mampu bersaing dengan moda transportasi lainnya. Mengingat saingannya seperti bus malam(ESL, Malino Putra, Kramat Djati, Pahala Kencana, Safari Dharma Raya, dll) harganya konstan di kisaran 240-250ribu saja.


btw,
Kemarin tanggal 20 Oktober 2012, saya berkesempatan menjajal Gajayana dari Gambir ke Malang(KA 32). AC Full dingin dan masalah ketepatan waktu saya nilai sangat memuaskan. Top Markotop, Good Marsogood, Jos Gandhoss!!!
KA 32 berangkat tepat waktu dari Gambir pkl 17.30wib, sampai di Cirebon pkl 20.15(lebih cepat 2 menitan dari jadwal seharusnya), sampai di Stasiun Cirebon terlihat KA Argo Jati sedang menurunkan penumpang. Alhasil di Cirebon mesti menunggu keberangkatan hingga 15 menit agar bisa berangkat kembali sesuai jadwal pkl 20.30wib. Dari stasiun Tugu Jogja - Stasiun Blitar masing2 kedatangan/keberangkatan mengalami keterlambatan 3-7 menit. Sampai di Stasiun Kepanjen KA 32 berangkat lagi pkl 08.32(telat 1 menit), masuk dan berhenti di stasiun Malang Kotalama pkl 08.41(bersilang dengan KA Malioboro Express), akhirnya setelah menunggu 1-2 menit KA 32 diberangkatkan kembali menuju tujuan akhir Stasiun Malang Kota Baru dan tiba pkl 08.46an.
Cuma telat 3 menit dan kelihatannya banyak penumpang di kereta yang saya naiki(kereta 4) puas karena KA 32 relatif tepat waktu.

Berikutnya tanggal 29 Oktober 2012, giliran saya menjajal KA 31 dari Malang Kota Baru menuju Jatinegara. Berangkat dari Malang tepat waktu pkl 13.45wib. Berangkat dari Kepanjen, Blitar, Tulungagung, Kediri dan Kertosono tepat waktu masing2 pukul 14.12, 15.41, 16.26, 17.07, 17.42. Itupun sempat mengalami persilangan dengan 2-3 KA lain di Petak ML-KTS. Saya gak mencatat perjalanan KA selanjutnya, hingga akhirnya KA 31 sampai di Jatinegara pkl 05.18wib(telat sekitar 40 menit dari jadwal seharusnya). Maaf saya tidak mengetahui penyebab KA 31 mengalami molor hingga 40 menit tersebut, karena sepanjang Madiun - Haurgeulis saya tertidur Xie Xie tapi beruntunglah sepanjang petak Haurgeulis - Jatinegara KA 31 tidak mengalami PLH, ataupun berhenti karena bersilang dengan KA lain sehingga perjalanan lancar. Kedatangan di Jatinegara pun masih didepan beberapa KA lain seperti BIMA, ABA, dll.

Overall saya puas dengan KA Gajayana yang saya naiki. Masih banyak plusnya ketimbang minusnya. Jika ketepatan waktu ini bisa dipertahankan atau ditingkatkan KA Gajayana sangat mampu bersaing dengan moda transportasi lainnya. Pengalaman saya naik moda angkutan darat dalam beberapa tahun terakhir lama perjalanan hanya 20 jam perjalanan sudah sangat luar biasa(berangkat dari Jakarta pkl 2 siang, lewat jalur utara dan sampai di Malang pkl 10 pagi).

Bravo PT. Kereta Api Indonesia (Persero)! Tingkatkan terus kinerjamu!

bukan 31 kali om tapi 7023, waktu tgl 16 okt kemarin ane naik nih kreta dari YK ke GMR, dan masuk GMR pukul 04.55, baru kali ini naik gajayana bisa masuk JKT di bawah jam 5Tepuk TanganTop Banget
Reply
Dari twitter adolffebrian yang di RT twitter @malangkereta, KA Gajayana dari Malang tiba di Jatinegara pkl stgh lima lewat sepuluh(04.40 wib). Top!

di twitter @malangkereta juga ada foto2 peringatan HUT KA Gajayana yang ke 13

(31-10-2012, 12:41 PM)Didit Achmad Wrote: bukan 31 kali om tapi 7023, waktu tgl 16 okt kemarin ane naik nih kreta dari YK ke GMR, dan masuk GMR pukul 04.55, baru kali ini naik gajayana bisa masuk JKT di bawah jam 5Tepuk TanganTop Banget

Ouw, makasih Mas Didit ralatnya. Sori, jadi kelupaan kalau yang 7023 masih '7023' Big Grin
Reply
Hari ini naik gajayana ka 7023. Masih menunggu di stasiun tugu, dwipangga dan lodaya udah datang, gajayana belum ada tanda2 datang. Alamat molor sampai jakarta ya..

Edited: berangkat dari stasiun tugu jogja pukul 21.45, jadwal seharusnya 21.08.
Kondisi kereta ac gak terlalu dingin, masih terhitung panas malahan.

Btw, gajayana ini berganti masinis di mana ya?
Reply
(31-10-2012, 09:24 PM)hanchenq Wrote: Hari ini naik gajayana ka 7023. Masih menunggu di stasiun tugu, dwipangga dan lodaya udah datang, gajayana belum ada tanda2 datang. Alamat molor sampai jakarta ya..

Edited: berangkat dari stasiun tugu jogja pukul 21.45, jadwal seharusnya 21.08.
Kondisi kereta ac gak terlalu dingin, masih terhitung panas malahan.

Btw, gajayana ini berganti masinis di mana ya?

Saya baru liat gajayana di LPN jam 21.21 . Nampaknya memang telat sampe jakarta mungkin jam 6an
[spoiler]
[Image: 15052012060.jpg] [/spoiler]
Reply
Sampai di JNG tepat 05.30 dan berakhir di gambir 05.50. Terlambat 1 jam dari jadwal seharusnya.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)