Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur mati Jombang-Ploso-Babat-Tuban
Yang non aktif itu jalur babat - jombang...sedang sta babat masih aktif sampai sekarang...
Reply
andaikan masih aktif.pastinya keren abis..sebagai penghubung jalur utara selatan
120 km/hour
Reply
Jalur babat - jombang milik bdsm adalah satu2nya jalur penghubung ka lintas utara - ka lintas selatan yg bukan milik ss/ nis dan jalur ini sudah lama non aktif
Reply
(14-01-2010, 02:13 PM)bagus70 Wrote: Ini ada foto jalur Babat-Jombang waktu operasional di awal tahun 1970an. Fotonya Rob Dickinson.


[Image: 2hp3mty.jpg]

kalau cek data lok B51 berat 31.2 ton dan adhesive weight 18 ton untuk 2 running wheel nya, maka tekanan gandar terberat lok ini adalah 9 ton. berarti jalur ini tek. gandarnya tidak beda jauh dari itu.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
bad_boy Wrote:Nambahin foto2nya yaaa.....ane pinjem foto2nya milik mas ferrydwitanto. Ini foto2 di seputaran depo lok Babat.

[spoiler="Tampak dari eks wesel."]
[Image: 315090_1736111783123_1848463940_1174612_6559375_n.jpg]
[/spoiler]


[spoiler="Tampak dari deket"]
[Image: 317701_1736044621444_1848463940_1174530_8098358_n.jpg]
[/spoiler]


Mr.tupolev Wrote:kok masih ada gerbongnya kang? sama kelihatan nya masih terawat padahal nie jalur udh mati kan?

kuli bangunan Wrote:Yang non aktif itu jalur babat - jombang...sedang sta babat masih aktif sampai sekarang...

@ kuli bangunan : Ya benar, jalur yang non aktif itu lintas Babat - Jombang. Tapi di Babat ada dua depo, satunya sub depo, yaitu depo Babat yang sekarang aktif, dan satu lagi eks depo induk BDSM, ya yang ada di foto atas itu. Wesel yang ada di foto ane diatas itu juga wesel lintas non aktif BDSM.

@ Mr. Tupolev : Ya untungnya masih ada gerbongnya dan relnya masih terawat sih. Semoga aja ga hilang ya.

sinyal_mekanik Wrote:andaikan masih aktif.pastinya keren abis..sebagai penghubung jalur utara selatan

kuli bangunan Wrote:Jalur babat - jombang milik bdsm adalah satu2nya jalur penghubung ka lintas utara - ka lintas selatan yg bukan milik ss/ nis dan jalur ini sudah lama non aktif

Oke, pertama mas kuli bangunan. Pada awalnya, jalur Babat - Jombang adalah milik BDSM. Tetapi di tahun 1930 jalur ini bangkrut dan kemudian diakuisisi oleh Staatsspoorwegen (SS) dan menjadi SS Tram. Kala itu SS juga sedang membangun jalur lintas Krian - Gempolkerep (Kabupaten Mojokerto), untuk mengakomodasi jalur gula dari PG Gempolkerep. Nah, waktu jalur BDSM dibeli oleh SS, SS kemudian meneruskan pembangunan jalur dari Gempolkerep sampai ke Ploso, yang juga dinamai SS Tram. Di Ploso ada cabang ke Gempolkerep sama ke Perhutani Ploso selain jalur yang ke Babat. Kalau lihat di peta2 lama, coba mas kuli bangunan lihat di peta tahun 1925 sama peta tahun 1935. Jalurnya sama, tapi beda label kan? Kenapa? Soalnya jalurnya telah dibeli sama SS. Di thread ini juga sudah pernah dibahas kok mas. Coba mas kuli bangunan baca2 postingan2 sebelumnya.

Kedua. Jalur BDSM/SS Tram bukan hanya satu2nya jalur penghubung lintas Selatan dan lintas Utara di Jawa. Selain BDSM/SS Tram ada lintas Solo - Kedungjati - Semarang (NIS), Yogyakarta - Magelang - Bedono - Ambarawa - Tuntang - Kedungjati - Semarang (NIS), Tegal - Prupuk - Kroya (SS) dan Bandung - Jakarta (SS, yang awalnya milik NIS).

bagus70 Wrote:Ini ada foto jalur Babat-Jombang waktu operasional di awal tahun 1970an. Fotonya Rob Dickinson.

[spoiler]
[Image: 2hp3mty.jpg]
[/spoiler]


ady_mcady Wrote:kalau cek data lok B51 berat 31.2 ton dan adhesive weight 18 ton untuk 2 running wheel nya, maka tekanan gandar terberat lok ini adalah 9 ton. berarti jalur ini tek. gandarnya tidak beda jauh dari itu.

@bagus70 : Yakin tuh foto diambil di jalur Babat - Jombang mas Bagus? Setahu ane lok B5116 (atau B51xx series) itu eks dinasan Cepu - Bojonegoro, bukan eks BDSM. Jadi ane ga yakin kalau tuh foto diambil di jalur Babat - Jombang.

@ady_mcady : Trims atas pemberitahuan data2nya. Bye Bye
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply
(11-09-2012, 02:25 AM)bad_boy Wrote:
bad_boy Wrote:Nambahin foto2nya yaaa.....ane pinjem foto2nya milik mas ferrydwitanto. Ini foto2 di seputaran depo lok Babat.

[spoiler="Tampak dari eks wesel."]
[Image: 315090_1736111783123_1848463940_1174612_6559375_n.jpg]
[/spoiler]


[spoiler="Tampak dari deket"]
[Image: 317701_1736044621444_1848463940_1174530_8098358_n.jpg]
[/spoiler]


Mr.tupolev Wrote:kok masih ada gerbongnya kang? sama kelihatan nya masih terawat padahal nie jalur udh mati kan?

kuli bangunan Wrote:Yang non aktif itu jalur babat - jombang...sedang sta babat masih aktif sampai sekarang...

@ kuli bangunan : Ya benar, jalur yang non aktif itu lintas Babat - Jombang. Tapi di Babat ada dua depo, satunya sub depo, yaitu depo Babat yang sekarang aktif, dan satu lagi eks depo induk BDSM, ya yang ada di foto atas itu. Wesel yang ada di foto ane diatas itu juga wesel lintas non aktif BDSM.

@ Mr. Tupolev : Ya untungnya masih ada gerbongnya dan relnya masih terawat sih. Semoga aja ga hilang ya.

sinyal_mekanik Wrote:andaikan masih aktif.pastinya keren abis..sebagai penghubung jalur utara selatan

kuli bangunan Wrote:Jalur babat - jombang milik bdsm adalah satu2nya jalur penghubung ka lintas utara - ka lintas selatan yg bukan milik ss/ nis dan jalur ini sudah lama non aktif

Oke, pertama mas kuli bangunan. Pada awalnya, jalur Babat - Jombang adalah milik BDSM. Tetapi di tahun 1930 jalur ini bangkrut dan kemudian diakuisisi oleh Staatsspoorwegen (SS) dan menjadi SS Tram. Kala itu SS juga sedang membangun jalur lintas Krian - Gempolkerep (Kabupaten Mojokerto), untuk mengakomodasi jalur gula dari PG Gempolkerep. Nah, waktu jalur BDSM dibeli oleh SS, SS kemudian meneruskan pembangunan jalur dari Gempolkerep sampai ke Ploso, yang juga dinamai SS Tram. Di Ploso ada cabang ke Gempolkerep sama ke Perhutani Ploso selain jalur yang ke Babat. Kalau lihat di peta2 lama, coba mas kuli bangunan lihat di peta tahun 1925 sama peta tahun 1935. Jalurnya sama, tapi beda label kan? Kenapa? Soalnya jalurnya telah dibeli sama SS. Di thread ini juga sudah pernah dibahas kok mas. Coba mas kuli bangunan baca2 postingan2 sebelumnya.

Kedua. Jalur BDSM/SS Tram bukan hanya satu2nya jalur penghubung lintas Selatan dan lintas Utara di Jawa. Selain BDSM/SS Tram ada lintas Solo - Kedungjati - Semarang (NIS), Yogyakarta - Magelang - Bedono - Ambarawa - Tuntang - Kedungjati - Semarang (NIS), Tegal - Prupuk - Kroya (SS) dan Bandung - Jakarta (SS, yang awalnya milik NIS).

bagus70 Wrote:Ini ada foto jalur Babat-Jombang waktu operasional di awal tahun 1970an. Fotonya Rob Dickinson.

[spoiler]
[Image: 2hp3mty.jpg]
[/spoiler]


ady_mcady Wrote:kalau cek data lok B51 berat 31.2 ton dan adhesive weight 18 ton untuk 2 running wheel nya, maka tekanan gandar terberat lok ini adalah 9 ton. berarti jalur ini tek. gandarnya tidak beda jauh dari itu.

@bagus70 : Yakin tuh foto diambil di jalur Babat - Jombang mas Bagus? Setahu ane lok B5116 (atau B51xx series) itu eks dinasan Cepu - Bojonegoro, bukan eks BDSM. Jadi ane ga yakin kalau tuh foto diambil di jalur Babat - Jombang.

@ady_mcady : Trims atas pemberitahuan data2nya. Bye Bye

iya kang ,yg gitu kan harus di jaga .mungkin aja nanti bisa di aktifin lagi tuh Depo bagus kayaknya klo di aktifin lagi
Reply
(11-09-2012, 02:25 AM)bad_boy Wrote: @bagus70 : Yakin tuh foto diambil di jalur Babat - Jombang mas Bagus? Setahu ane lok B5116 (atau B51xx series) itu eks dinasan Cepu - Bojonegoro, bukan eks BDSM. Jadi ane ga yakin kalau tuh foto diambil di jalur Babat - Jombang.

mas adit, kalau lihat di www.indonesiarailwayheritage.com, lok B51 itu didatangkan oleh SS untuk dinas di rute thb-merak, kts-blitar, dan babat-jombang. berarti ini lok datang bersamaan dengan diakuisisiny BDSM oleh SS. sebelumnya sewaktu jalur ini masih dioperasikan BDSM, lok yang melayani adalah C21.

berarti fotonya pak rob dickinson itu benar.


(11-09-2012, 02:25 AM)bad_boy Wrote: @ady_mcady : Trims atas pemberitahuan data2nya. Bye Bye

sama2. o iya. selain lok B51, yang dinas di sini lok C21 kalau lihat data beratnya 19.7 ton. berarti dibagi 3 maka tek gandarnya 6.5 ton. masih lebih kecil dari yang B51 (9 ton).
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Saat ini, jalur ini menjadi prioritas untuk dihidupkan kembali oleh PT KA, seiring dengan rencana menghidupkan kembali jalur Tuban - Babat, sehingga menjadi Tuban - Babat - Jombang, dengan harapan menjadi jalur bantuan distribusi kereta bbm dan semen (Semen Gresik & Holcim) yang masuk dalam cetak biru program keretanisasi angkutan jalan raya pantura.

[email]http://www.tempo.co/read/news/2012/10/04/090433844/Pemerintah-Akan-Bangun-Rel-Kereta-ke-Tanjung-Perak[/email][/php]

Kamis, 04 Oktober 2012 | 22:57 WIB
Pemerintah Akan Bangun Rel Kereta ke Tanjung Perak
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Surabaya- Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia akan buka jalur rel kereta baru menuju areal Terminal Multipurpose Teluk Lamong, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Manajer Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 8, Sri Winarto, mengatakan rencana ini akan dibarengkan dengan pembukaan kembali jalur rel mati yang menghubungkan Babat, Lamongan ke Jombang.

“Sekarang dalam tahap survei yang dilakukan Dinas Perhubungan Jawa Timur,” kata Winarto, Kamis 4 Oktober 2012. Jalur rel ke arah Teluk Lamong nantinya akan tersambung dengan stasiun yang ada di kabupaten Gresik maupun di kota Surabaya.

Dengan jalur rel ini, distribusi barang dari dermaga yang rencananya akan beroperasi pada 2014 itu bisa lebih lancar tanpa harus melalui kemacetan yang ada di jalanan Surabaya. Menurut Winarto, rencana ini merupakan rencana bisnis yang sedang diseriusi oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Terpisah, Kepala Hubungan Masyarakat PT Pelindo III, Edi Priyanto, mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya rencana ini. Menurut dia jalur rel menuju pelabuhan adalah solusi cepat untuk mengurangi kemacetan yang selalu terjadi di area pelabuhan. “Kami berharap program ini cepat terealisasikan,” kata dia.

Pekan depan, kata Edi, rencana pembangunan jalur rel ke Teluk Lamong rencananya akan mulai dibahas bareng antara PT Pelindo III, PT. Kereta Api Indonesia (Persero), serta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, angkutan barang menggunakan kereta ke Tanjung Perak sebenarnya sudah ada yaitu melalui stasiun Kereta Kali Mas. Sayang, jalur ini belum bisa maksimal karena terkendala proses pembebasan lahan. “Tiap hari baru mampu mengangkut dua kali Surabaya-Jakarta,” kata Edi.

Dengan dua kali ini, maka hanya 20-an peti kemas yang bisa terangkut. Padahal tiap hari ada ratusan peti kemas yang keluar masuk ke Tanjung Perak.

Saat berkunjung ke Stasiun Pasar Turi Surabaya, siang tadi, 4 Oktober 2012, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan, berjanji secepatnya memfinalisasi rencana jalur rel ke Teluk Lamong ini. Selain itu jalur menuju stasiun Kali Mas juga akan terus ditingkatkan kapasitasnya. “Kami akan percepat realisasinya,” kata Tundjung.

FATKHURROHMAN TAUFIQ
Reply
membaca berita di atas hati saya terasa senang, tapi sesaat, setelah itu yg terlintas di pikiran adalah 'ah, paling nanti kecewa karena cuma jadi angan, melempem, ga ada realisasi'
tapi saya tetap berdoa semoga cepat terealisasi.
Bye Bye

membaca berita di atas hati saya terasa senang, tapi sesaat, setelah itu yg terlintas di pikiran adalah 'ah, paling nanti kecewa karena cuma jadi angan, melempem, ga ada realisasi'
tapi saya tetap berdoa semoga cepat terealisasi.
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
saya pernah nemuin rel di dekat wringin contong jombang saya tanya ke pakde saya apakah rel yang saya lihat adalah jalur mati babat-jombang,pakde saya berkata ya,tapi saya masih ragu karena letaknya yang berada dekat trotoar dan berdekatan dengan rumah warga,mohon pencerahannya
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)