Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Asik, aliran atas rusak lagi [segala uneg uneg untuk KRL]
Untung tiap naek Rheos atau Hitachi, dapet masinis yg udah berumur, jadinya akselerasi ama pengereman mulus (tiap naek KRL, saya pasti nunggu Rheos atau Hitachi)
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
Info terbaru 2 minggu lalu,TM 05 mogok in action (M.I.A.) @ PondokRanji (ComLine THB- SRP)
pintu ditutup sampe 30 menit
Reply
[spoiler=Komik PTKA menyambut kenaikan tariff KRL Tersenyuum]
[Image: 527772_10151182208588748_240272172_n.jpg][/spoiler]

Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
(15-07-2012, 02:04 PM)PJL_Hunter Wrote: Naik seri 6000 (6111) Hijau-Kuning dari Tebet ke UI Depok. KECEWA! AC nggak dingin, penuh sesak. Tadinya mau ke Pameran Budaya Jepang di UI Depok akhirnya nggak jadi gara2 Kakak ama Ibu nggak kuat. Terpaksa deh Turun di Kalibata :capek dhe: Sakit

Duh KCJ -____- kalau mau dinaikin nggak papa, ASALKAN nantinya nggak ada yang beginian lagi! Sakit

kalo krl ex toei 6000 mending ga usah dinaikin deh, sauna banget itu Sakit
Reply
(16-07-2012, 07:05 PM)bramoy Wrote: Setelah jalan-jalan seharian di Jakarta dan kebetulan jga ada program naek Busway gratis seharian tanggal 15 Juli 2012 kemarin, pulang ke Bogor jadi kemaleman. Akhirnya naek KRL yang malem berangkat dari Stasiun Gambir, dapet kereta seri JR 203 yang sudah dimodifikasi, padahal hari Minggu tetep aja penuh, kirain sepi. Kereta dateng lebih cepet dari jadwal. Setelah naek turun penumpang, KRL diberangkatkan.
Kalo kadang naik KRL, sya sering memperhatikan gmana cara masinis mengemudikan KRL. Ada yang tingkat keroncong, pop, dan hardcore. Sekali lagi kebetulan kemarin dapat yang hardcore. Dalam batin saya, bisa tiba jam 12 kurang di Bogor nih, naum sayang KRL ditahan hampir 7 menit di sinyal masuk Stasiun Bojonggede, tak pelak bel S35 terus dibunyikan, kayaknya lagi buru-buru atau jengkel. Saya juga jengkel, perasaan di depan sudah ngga ada kereta lagi, orang-orang yang sudah siap2 turun juga pada sewot. Akhirnya sinyal ijo, KRL berjalan perlahan. Sya amati, KRL begitu pelan nglewati wesel, tapi pikiran sya berkata, kyaknya masinisnya lagi ngomel2 ama PPKA-nya. Soalnya jalan pelan kemudian dikencengi terus berhenti hampir mendadak.
Setelah turun penumpang, akhirnya KRL diberangkatkan dengan sinyal aspek merah, belum pintu menutup rapat KRL sudah jalan sambil membunyikan S35 bukan sebagai tanda berangkat tapi kekesalan. Sya denger ada orng bilang masinisnya sewot, memang sya juga merasa begitu. Nah, dari sni sya nyadar, kalo penumpang pada sewot atao jengkel terkadang yang dipikir masinisnya yang salah, tapi kejadian kemarin membuat sya merasa gimana gtu, kalo penumpang sewot mah kesannya biasa mungkin udah sering, nah gmana kalo penumpang sewot ngrasain kalo masinisnya juga ikut2an sewot.

Jadi inget naik KRL lingkar BKS-KPB dulu taun 2009, masinisnya juga hardcore gitu gara2 dikasih sinyal merah melulu di JNG karena waktu itu kereta dari luar jakarta lagi banyak2nya dan kebetulan semua datang bersamaan.
BunyiinSemboyan 35 melulu sampai orang2 disana pada ngakakNgakak

[Image: 8359555449_fd6dd08f73.jpg]
Reply
Quote:KRL Bogor-Jakarta Terperosok di Cilebut
Kamis, 4 Oktober 2012 | 07:12 WIB
Dibaca: 2360 Komentar: -
| Share:
BOGOR, KOMPAS.com - Rangkaian kereta api listrik commuter line dari arah Bogor menuju Jakarta, dilaporkan terperosok ke luar rel, sekitar pukul 6.10 WIB, Kamis (4/10/2012). Insiden ini menyebabkan kepanikan dari para penumpang yang memadati kereta tersebut. Selain itu, lintasan kereta arah Bogor dari Jakarta tertutup salah satu gerbong yang ke luar rel tersebut.

"Yang terperosok, gerbong ke tiga dari depan, tapi sebelum itu kita juga sudah merasa goyangan kereta yang nggak biasa," kata Irfan, salah satu penumpang KA, seperti disiarkan Radio Elshinta pagi ini.

Menurut Irfan, setelah gerbong terperosok, para penumpang berupaya keluar dengan memecahkan kaca kereta, namun gagal. "Nggak lama, pintu otomatisnya kebuka, penumpang pada lompat, gak liat lagi itu tinggi atau enggak," kata Irfan.

Beruntung, posisi gerbong tertahan tembok pembatas, sehingga posisinya tidak sampai terguling dan tetap tegak. "Kalo nggak nabrak mungkin bisa terus aja," kata Irfan yang mengaku akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus ke tempat kerjanya di Jakarta.

"Tapi yang pasti juga, kereta dari arah Jakarta nggak bisa ke Bogor, mungkin cuma sampai Bojong. Arah sebaliknya juga begitu," kata Irfan.

naek 2000, bonus anjlok Ngakak
Reply
yap, baru 3 hari setelah kenaikan tarif, KRL seri TM 05 BOO-JAKK (KA 235) keberangkatan 06.07 anjlok di stasiun cilebut, kereta 2-3 naik ke peron, kereta 4-8 keluar rel
beberapa foto di TKP dari fb krl mania:
[spoiler="gambar"]
[Image: 598707_10151103247245665_292162665_n.jpg]

[Image: 560579_10151103259325665_1545330444_n.jpg]

[Image: 576901_10151103226970665_345347330_n.jpg]

[Image: nxoxedmj:tw1][/spoiler]
menurut penumpang, ternyata si CL ini salah jalur, masuk jalur JAKK-BOO (seharusnya BOO-JAKK)
korban penumpang belum diketahui, semoga ga ada.. yg jd korban 1set rangkaian TM 05 ini
[Image: new_demam.gif]
Reply
turut berduka cita..semoga ini jadi pelajaran bagi PT. KAI khususnya ZPT KCJ agar lebih mendahulukan savety procadure ketimbang kenaikan tarif.

turut berduka cita..semoga ini jadi pelajaran bagi PT. KAI khususnya PT KCJ agar lebih mendahulukan savety procadure ketimbang kenaikan tarif.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
ada info dari detikcom, ternyata evakuasi krl yg anjlok di stasiun cilebut bisa sampai 8 jam atau lebih,saat ini kereta 4-8 sudah ditarik ke Bogor,sementara kereta 1 dan 2 dibawa ke Dipo Depok. untuk sementara stasiun Cilebut ditutp guna penyelidikan lebih lanjut..
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 11 Guest(s)