Kebetulan kemarin ikut test run KLB ESS3201 Werkspoor Djokotop bersama Djoko Kendil dan Djoko Kucluk, berangkat sebagai KLB AL31 MRI - DP, 23.30 berangkat MRI, selama perjalanan KLB berjalan dengan taspat 60 km dan berhenti di Stasiun Pasar Minggu baik pada saat berangkat ataupun pulang untuk pengecekan, sempat terjadi kebocoran gearbox TM nomer 3, namun bisa diatasi, overall semua pengetesan berjalan lancar, berikut kami lampirkan sedikit photo test run dan laporan kondisi lokomotif oleh Bpk Edja Noesanto RF Surabaya....
berita mengenai test run ESS3201 Werkspoor Djokotop bisa dilihat di
DISINI
[spoiler]
LAPORAN KONDISI & PERKEMBANGAN LOKO BONBON
MANGGARAI, KAMIS, 29 MARET 2012
Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah SWT atas ijinnya saya dapat berkunjung ke Balai Yasa Manggarai di Jakarta yang tentunya atas undangan dari Bpk KUPT BY Mri Djoko Hardianto.
Pada saat itu saya berkesempatan melihat proses preservasi dari loko Bonbon.
Bonbon sedang dalam tahap penghidupan fisik yang dimaksud adalah diupayakan agar dapat jalan dan beroperasi(terbatas) dilintas Daop 1 Jakarta.
Sebagai gambaran saya coba detailkan sesuai pandangan dan informasi langsung dari Bpk Djoko Hardianto.
Eksterior
Bodi lokomotif sedang diletakkan disalah satu losd By Mri dalam keadaan ditopang peyangga. Bogi dilepas dari loko dan diletakkan di belakang sang loko.
Sudah dilakukan cat dasar bodi sebelum dicat dengan warna asli.
Perbaikan beberapa pintu ruang mesin juga tampak dilakukan.
Pantograf telah dipasang dengan menggunakan pantograf milik KRL Rheo.
Lampu utama tampak masih terpasang lampu asli milik Bonbon
Interior
1. Kabin Masinis
Telah dilakukan pemasangan panel kontrol operasional mesin berikut meja layan tempat masinis menjalankan sang loko.
2. Kabin Mesin
Telah dilakukan pemasangan/modifikasi 1 buah mesin ex KRL Rheo lengkap dengan sistem pendingin yang diperkirakan memenuhi syarat.
Peredam panas mesin juga akan segera dipasang dan sistem pembungan panas akan dibuatkan sistem exhaust kebawah tidak tertutup akan menambah pembuangan keatas juga jika dirasa tidak mencukupi.
Bogi
Bogi sudah dalam keadaan baik termasuk Roda roda sudah dalam keadaan siap.
Bandasi roda juga sudah dikerjakan.
Traksi Motor tetap menggunakan yang asli dengan membuat kumparan baru pada tiap tiap TM yang ada. Total TM yang direhab ada 4 buah.
Sistem Pengereman
Dilakukan pengubahan sistem yang semula sistem Vacuum direhab menjadi Air Brake System.
Konektor/Perangkai
Akan dipasangkan alat yang biasa kita kenal dengan Perdijk.
Dari kesemua detail yang ada maka masih dibutuhkan informasi mengenai cat/warna asli dari penampilan si Bonbon karena jika tidak didapat informasi mengenai warna asli maka Bpk Djoko Hardianto akan memberikan warna sesuai dengan selera beliau. Juga semua informasi tehnik dan non tehnik si Bonbon.
Biaya yang telah dikeluarkan oleh BY Mri cukup besar, sekitar sekian milyar.
Beliau berharap nantinya si Bonbon benar benar dirawat dengan baik.
Bonbon akan diserahkan kepada Divisi Heritage sebagai induk utama pelestarian.
Kepada Indonesia Railway Preservation Society(IRPS) juga kelompok kelompok penggemar & pecinta kereta api lainnya diharapkan dapat berperan aktif dalam pengawasan dan pemeliharaan si Bonbon bekerjasama dengan Divisi Heritage PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Beliau sangat membutuhkan support ini dikarenakan beliau akan segera memasuki masa pensiun(BT) sekitar 1 tahun kedepan.
Saya juga berikan rencana Bpk Djoko Hardianto berkaitan dengan kesiapan percobaan jalan si Bonbon, sebagai berikut :
- 10 April 2012 : Pemasangan TM.
- 12 – 13 April 2012 : Ujicoba semua sistem di dalam BY Mri sekaligus uji pengereman ditrek percobaan BY Mri
- 14 – 18 April 2012 : Ujicoba dilintas Daop 1(lok s) malam hari setelah semua operasional KRL selesai.
- 21 April 2012 : Ujicoba dilintas Daop 1(bertepatan dengan Hari Kartini), direncanakan dari Mri - Jakk – Tpk – Jakk – Mri dengan membawa rangkaian kereta inspeksi Djoko Kendil.
Akhirul kalam saya ucapkan terima kasih dan kalau boleh saya titip pesan juga “Mari kita rawat asset tersebut agar berguna bagi kita semuaâ€.
Salam Spoor,
Edja Noezsanto Nitijoso
Railfans Surabaya
[/spoiler]