Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Let's talk about... ESS 3201 a.k.a. Bon Bon
#61
selamat kepada elektrik lokomotif yang masih bisa di pergunakan lagiLok Merah Biru
dan tidak hanya nangkring di BY.MRI atau di TPK sekarang sudah bisa keliling menghirup udara JAKK Big Grin
Reply
#62
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#63
Oh, jadi BB100 2601 ya? Kalau narik odong odong kayaknya terlalu beresiko untuk barang antik dan langka kyk gini, karena mungkin nanti ada Kambingers dan pelemparan batu,dll. Mending tarik kereta wisata atw langsir aja. INKA pasti bisa bikin lok listrik, bikin krl aja bisa ...
Reply
#64
Kebetulan kemarin ikut test run KLB ESS3201 Werkspoor Djokotop bersama Djoko Kendil dan Djoko Kucluk, berangkat sebagai KLB AL31 MRI - DP, 23.30 berangkat MRI, selama perjalanan KLB berjalan dengan taspat 60 km dan berhenti di Stasiun Pasar Minggu baik pada saat berangkat ataupun pulang untuk pengecekan, sempat terjadi kebocoran gearbox TM nomer 3, namun bisa diatasi, overall semua pengetesan berjalan lancar, berikut kami lampirkan sedikit photo test run dan laporan kondisi lokomotif oleh Bpk Edja Noesanto RF Surabaya....

berita mengenai test run ESS3201 Werkspoor Djokotop bisa dilihat di DISINI


[Image: 599453_512928042054417_653431199_n.jpg]


[Image: 555483_512123155468239_992330680_n.jpg]


[Image: test%20run%20bon-bon%202.jpg]

[spoiler]
LAPORAN KONDISI & PERKEMBANGAN LOKO BONBON
MANGGARAI, KAMIS, 29 MARET 2012


Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah SWT atas ijinnya saya dapat berkunjung ke Balai Yasa Manggarai di Jakarta yang tentunya atas undangan dari Bpk KUPT BY Mri Djoko Hardianto.
Pada saat itu saya berkesempatan melihat proses preservasi dari loko Bonbon.
Bonbon sedang dalam tahap penghidupan fisik yang dimaksud adalah diupayakan agar dapat jalan dan beroperasi(terbatas) dilintas Daop 1 Jakarta.
Sebagai gambaran saya coba detailkan sesuai pandangan dan informasi langsung dari Bpk Djoko Hardianto.

Eksterior

Bodi lokomotif sedang diletakkan disalah satu losd By Mri dalam keadaan ditopang peyangga. Bogi dilepas dari loko dan diletakkan di belakang sang loko.
Sudah dilakukan cat dasar bodi sebelum dicat dengan warna asli.
Perbaikan beberapa pintu ruang mesin juga tampak dilakukan.
Pantograf telah dipasang dengan menggunakan pantograf milik KRL Rheo.
Lampu utama tampak masih terpasang lampu asli milik Bonbon

Interior

1. Kabin Masinis

Telah dilakukan pemasangan panel kontrol operasional mesin berikut meja layan tempat masinis menjalankan sang loko.

2. Kabin Mesin

Telah dilakukan pemasangan/modifikasi 1 buah mesin ex KRL Rheo lengkap dengan sistem pendingin yang diperkirakan memenuhi syarat.
Peredam panas mesin juga akan segera dipasang dan sistem pembungan panas akan dibuatkan sistem exhaust kebawah tidak tertutup akan menambah pembuangan keatas juga jika dirasa tidak mencukupi.


Bogi

Bogi sudah dalam keadaan baik termasuk Roda roda sudah dalam keadaan siap.
Bandasi roda juga sudah dikerjakan.
Traksi Motor tetap menggunakan yang asli dengan membuat kumparan baru pada tiap tiap TM yang ada. Total TM yang direhab ada 4 buah.


Sistem Pengereman

Dilakukan pengubahan sistem yang semula sistem Vacuum direhab menjadi Air Brake System.


Konektor/Perangkai

Akan dipasangkan alat yang biasa kita kenal dengan Perdijk.



Dari kesemua detail yang ada maka masih dibutuhkan informasi mengenai cat/warna asli dari penampilan si Bonbon karena jika tidak didapat informasi mengenai warna asli maka Bpk Djoko Hardianto akan memberikan warna sesuai dengan selera beliau. Juga semua informasi tehnik dan non tehnik si Bonbon.
Biaya yang telah dikeluarkan oleh BY Mri cukup besar, sekitar sekian milyar.
Beliau berharap nantinya si Bonbon benar benar dirawat dengan baik.
Bonbon akan diserahkan kepada Divisi Heritage sebagai induk utama pelestarian.
Kepada Indonesia Railway Preservation Society(IRPS) juga kelompok kelompok penggemar & pecinta kereta api lainnya diharapkan dapat berperan aktif dalam pengawasan dan pemeliharaan si Bonbon bekerjasama dengan Divisi Heritage PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Beliau sangat membutuhkan support ini dikarenakan beliau akan segera memasuki masa pensiun(BT) sekitar 1 tahun kedepan.
Saya juga berikan rencana Bpk Djoko Hardianto berkaitan dengan kesiapan percobaan jalan si Bonbon, sebagai berikut :

- 10 April 2012 : Pemasangan TM.
- 12 – 13 April 2012 : Ujicoba semua sistem di dalam BY Mri sekaligus uji pengereman ditrek percobaan BY Mri
- 14 – 18 April 2012 : Ujicoba dilintas Daop 1(lok s) malam hari setelah semua operasional KRL selesai.
- 21 April 2012 : Ujicoba dilintas Daop 1(bertepatan dengan Hari Kartini), direncanakan dari Mri - Jakk – Tpk – Jakk – Mri dengan membawa rangkaian kereta inspeksi Djoko Kendil.


Akhirul kalam saya ucapkan terima kasih dan kalau boleh saya titip pesan juga “Mari kita rawat asset tersebut agar berguna bagi kita semua”.


Salam Spoor,
Edja Noezsanto Nitijoso
Railfans Surabaya
[/spoiler]
Reply
#65
wah, gk nyangka bonbon bisa hidup lagi pake mesin yang baru (tapi bekas)....
salut buat crew balai yasa MRI
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#66
Daripada tarik odong-odong mending tarik kereta wisata aja keliling Jakarta. Rutenya JAKK-TPK-PSE-JNG-MRI-THB-JAKK. Jadwalnya malam pas KRL udah sepi, gimana?
Reply
#67
Rangkaian ini rencananya digunakan sebagai kereta wisata yang memutari Jakarta, dan tidak berdinas sebagai kereta reguler......
Reply
#68
kalo berkenan, add fb saya yah biar lebih cepat saling tuker info dan bisa ngechat juga >> silahkan diklik <<
Reply
#69
Oh ya, mesin rheos di bonbon ini yang tipe motor-generator atau static inverter ya?
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#70
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)