Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Komuter Lawang - Kepanjen.
Berikut ini,
sedikit gambar tentang Komuter LW-KPN,
berhubung sudah masuk di Media,
monggo dinikmati saja gambar-gambarnya...

[spoiler]
[Image: TR01.jpg]
Lepas Tasiun BMG setelah mendapat Perintah BH. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR02.jpg]
Saat melewati Fly Over Karanglo,
JPL 60.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR03.jpg]
KLB NR dan persawahan. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR04.jpg]
Ambil Perintah BH. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR05.jpg]
Mulai meninggalkan Tasiun SGS setelah mendapat BH. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: Semb3-03.jpg]
Menjelang sampai dilokasi, mendapat Semboyan 3. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR06.jpg]
Berhenti dititik aman, sebelum jembatan. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR07.jpg]
Ini dia Tokoh kita minggu ini ! [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR08.jpg]
Ada yang sudah siap dengan Tripod segala... [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR09.jpg]
Sudah tersambung dan siap didorong mundur kembali ke emplasement LW. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR10.jpg]
Mundur perlahan, langsung dikawal KDT ML, Pak Hariyanto. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR11.jpg]
Berhenti ... [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR14.jpg]
Tawang Alun yang tertahan di Tasiun LW. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR15.jpg]
TA langsung berangkat mengejar keterlambatan,
pukul 13.41 WIB.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR12.jpg]
Persiapan pindah jalur agar tidak mengganggu perjalanan yang lain. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR16.jpg]
Penataran arah Surabaya masuk dan segera melanjutkan perjalanannya
dengan Masinis Mas Huda.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR17.jpg]
Sebagian Rf, ada Komuter dll yang ikut dari Sgu. [/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR18.jpg]
Mas Dhany Pepunk,
yang selalu update posisi dengan Sang Reporter dengan posisi di Tasiun Malang saat itu.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: TR19.jpg]
Reporter yang akhirnya ikut juga didalam Komuter dengan jarak terpendek,
mundur seratus meter ke Tasiun Lawang...
Ngikik [/spoiler]

[spoiler]
[Image: BHNR.jpg]
Perintah BH untuk Lokpen NR saat mulai berangkat.[/spoiler]
Reply
Mancap potonya...
Jadi pingin berpetualang ke ML lage...

Matur suwun pakde....

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
(12-07-2012, 07:25 PM)Adi Sutjipto Wrote: [spoiler]
[Image: TR19.jpg]
[/spoiler]

*****Pura2 wawancara******

"Bapak Kadaop X, mohon penjelasan, jadi C-KRDE Malang Raya ini apa masalahnya?"

*****Pura2 menyodorkan mike ke Yang Terhormat Bapak Kadaop X*******

".................

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
Cuman meluruskan berita ajah dari Mas Huda Logawa (pegawai organik PT. INKA Madiun)....

Huda Logawa Wrote:kata tim yang ikut, begini ceritanya :
KRDE ini sedang menjalani uji Gradient Start, atau si KA berhenti di tanjakan trus kemudian mencoba jalan kembali dari posisi diam. Pada saat ini lah si KRD katanya ngga kuat ( mungkin terlalu curam atau gimana saya kurang tau ) dan mulai bergerak mundur dan disaat yg sama tim yang di bawah secara spontan menghentikan pergerakan si KRD dengan mengganjal roda menggunakan stop blok / kayu, dan tanpa di diduga rodanya malah naik ke ganjal tadi. Tim akhirnya bingung mau gimana, soalnya kalo di release rem, roda bisa turun dari ganjal tadi dan anjlok. akhirnya katanya minta bantuan loko untuk menarik dari depan, agar roda bisa kembali turun ke rel tanpa resiko anjlok..
Maaf saya hanya mencoba sedikit mengklarifikasi berita ini berdasarkan info dari tim yang ada di lapangan, karena terus terang berita yg kadang ngga bener sangat merugikan PT.INKA karena keluar statemen "mogok" padahal engine baik2 saja. Untuk detailnya mungkin bisa menunggu pernyataan resmi dari PT.INKA atau Pihak yang berwenang ( tapi bukan polisi loh ya Big Grin )...

Jadi bukan masalah teknis di mesin/mogok....

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
(12-07-2012, 08:19 PM)Gege Wrote: Cuman meluruskan berita ajah dari Mas Huda Logawa (pegawai organik PT. INKA Madiun)....

Huda Logawa Wrote:[spoiler]
kata tim yang ikut, begini ceritanya :
KRDE ini sedang menjalani uji Gradient Start, atau si KA berhenti di tanjakan trus kemudian mencoba jalan kembali dari posisi diam. Pada saat ini lah si KRD katanya ngga kuat ( mungkin terlalu curam atau gimana saya kurang tau ) dan mulai bergerak mundur dan disaat yg sama tim yang di bawah secara spontan menghentikan pergerakan si KRD dengan mengganjal roda menggunakan stop blok / kayu, dan tanpa di diduga rodanya malah naik ke ganjal tadi. Tim akhirnya bingung mau gimana, soalnya kalo di release rem, roda bisa turun dari ganjal tadi dan anjlok. akhirnya katanya minta bantuan loko untuk menarik dari depan, agar roda bisa kembali turun ke rel tanpa resiko anjlok..
Maaf saya hanya mencoba sedikit mengklarifikasi berita ini berdasarkan info dari tim yang ada di lapangan, karena terus terang berita yg kadang ngga bener sangat merugikan PT.INKA karena keluar statemen "mogok" padahal engine baik2 saja. Untuk detailnya mungkin bisa menunggu pernyataan resmi dari PT.INKA atau Pihak yang berwenang ( tapi bukan polisi loh ya Big Grin )...

Jadi bukan masalah teknis di mesin/mogok....
[/spoiler]

Sepertinya memang begitu,
soalnya waktu saya tiba dilokasi,
sempat ikutan waktu mundur kembali ke Tasiun LW,
mesin bisa dinyalakan dengan mudah, ac juga dingin.
Saat sudah dijalur satu di LW,
nyala matinya juga,
sepertinya kok fine-fine aja.


Satu saja pertanyaan saya dalam hati,
apakah tidak ada perhitungannya,
untuk naik dengan gradient sekian, jumlah beban sekian,
minimum dibutuhkan tenaga kuda sekian, koefisien gesek sekian,
jadi kereta dapat maju tanpa selip atau tidak kuat jalan.

Sehingga,
untuk medan LW - KPN misalnya,
jika ingin memakai jenis komuter apapun,
minim harus yang dengan perhitungan angka angka sekian,
sehingga,
uji coba juga lebih dapat terealisasi dengan hambatan minimum.

Tapi,
saya kan hanya orang yang mengamati dari sisi luarnya saja...

Xie Xie
Reply
(12-07-2012, 08:19 PM)Gege Wrote: Cuman meluruskan berita ajah dari Mas Huda Logawa (pegawai organik PT. INKA Madiun)....

Huda Logawa Wrote:kata tim yang ikut, begini ceritanya :
KRDE ini sedang menjalani uji Gradient Start, atau si KA berhenti di tanjakan trus kemudian mencoba jalan kembali dari posisi diam. Pada saat ini lah si KRD katanya ngga kuat ( mungkin terlalu curam atau gimana saya kurang tau ) dan mulai bergerak mundur dan disaat yg sama tim yang di bawah secara spontan menghentikan pergerakan si KRD dengan mengganjal roda menggunakan stop blok / kayu, dan tanpa di diduga rodanya malah naik ke ganjal tadi. Tim akhirnya bingung mau gimana, soalnya kalo di release rem, roda bisa turun dari ganjal tadi dan anjlok. akhirnya katanya minta bantuan loko untuk menarik dari depan, agar roda bisa kembali turun ke rel tanpa resiko anjlok..
Maaf saya hanya mencoba sedikit mengklarifikasi berita ini berdasarkan info dari tim yang ada di lapangan, karena terus terang berita yg kadang ngga bener sangat merugikan PT.INKA karena keluar statemen "mogok" padahal engine baik2 saja. Untuk detailnya mungkin bisa menunggu pernyataan resmi dari PT.INKA atau Pihak yang berwenang ( tapi bukan polisi loh ya Big Grin )...

Jadi bukan masalah teknis di mesin/mogok....

bener sekali. kmrn mesin baik2 saja. untuk pernyataan yg terlalu curam sepertinya perlu ditinjau lagi. soalnya pada petak SN-LW yg lebih curam, juga dilakukan grad start dan lmyn lancar. faktor yg berbeda dari petak SN-LW dan lokasi anjlok adalah tambahan penumpang dari dishub dan ditjen malang yg naik di LW. kira2 total dengan penumpang dari SGU sekitar 50% kapasitas kereta.
kmrn juga sempat diceritakan PK KLB CKRDE yg jadi penyebabnya adalah proses pengganjalan yg tidak sempurna karena pengganjalan dilakukan tidak pada satu as yg sama (tidak sejajar) sehingga muncul efek ungkit ketika kereta berjalan mundur.
Reply
(12-07-2012, 07:47 PM)nurcahyoms Wrote:
(12-07-2012, 07:25 PM)Adi Sutjipto Wrote: [spoiler]
[Image: TR19.jpg]
[/spoiler]

*****Pura2 wawancara******

"Bapak Kadaop X, mohon penjelasan, jadi C-KRDE Malang Raya ini apa masalahnya?"

*****Pura2 menyodorkan mike ke Yang Terhormat Bapak Kadaop X*******

".................

*****Pura2 mau mengeluarkan mic, ini yang menakutkan...******
Mupeng Banget Ngikik
Reply
(12-07-2012, 09:38 PM)Adi Sutjipto Wrote: *****Pura2 mau mengeluarkan mic, ini yang menakutkan...******
Mupeng Banget Ngikik

Aduh. Mati aku!!! Heran

Ya sudah, dari postingnya Pak Kadaop dan beberepa anak buahnya, jelas sudah kalau C-KRDE ini ada masalah dengan pengganjalan rodanya.
Tapi gimana ya???
Kalau nggak kuat nanjak apa nggak bisa dibilang mogok juga?

Sepertinya C-KRDE ini kalau pakai kecepatan awal (biasa diistilahkan awalan) akan kuat menanjak karena masih punya momentum yang bisa dimanfaatkan sebagai gaya dorong tambahan.
Nah, kalau tanpa kecepatan awal maka dorongan ke depan sepenuhnya bergantung pada tracktive effort mesin. Ini masalahnya, seperti yang telah disinggung Pak Kadaop X, kalau hasil test-nya begini, berarti dengan hati bersih, niat ikhlas, dan sikap jujur musti diakui:
(1) C-KRDE tidak layak diaplikasikan pada jalur menanjak.
(2) C-KRDE sebaiknya dijalankan hanya pada lintasan datar.
Bukan berarti lintas Malang Raya tidak boleh dapat kereta komuter, tapi alangkah baiknya jika kereta yang dipakai buat Malang Raya sudah diperhitungkan kekuatannya.

Salam kami
Nurcahyo
*******

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
Mungkin pas jalurnya menanjak terlalu curam harus ada lokomotif penolongnya...ya ane kira simbah bb juga dah cukup...
Reply
(15-07-2012, 11:11 AM)kuli bangunan Wrote: Mungkin pas jalurnya menanjak terlalu curam harus ada lokomotif penolongnya...ya ane kira simbah bb juga dah cukup...

Yakin cukup? selama ini, si BB paling cuma sering dipake bwt langsiran...
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)