Posts: 460
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
11
202 , 100ton, loko di jawa 90 ton. Apa ya di jawa max 14ton?
Posts: 460
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
11
CC200 itu kan sudah lama sekali diwaktu rel masih kecil semua. Apa sekarang dijalur yang sudah pakai rel 54 apa masih tekanan maximum 15 ton. Kok rasanya aneh. Ganti rel tebel mustinya tekanan gandar naik.
Posts: 2,632
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
31
^^^
ga cuma lantaran ganti REL juga tetapi jarak kerapatan antar bantalan juga berpengaruh ... masih ada faktor lain seperti jembatan (sy yakin bisa), fasilitas depo , emplasemen DLL .
lagian dilihat dr fungsinya juga dunk .. loko cc 202/205 ini punya spesialisasi angkut beban, kalo mau di taro di jawa mau anggut beban apa??? coba lihat di divre 3 cc 204 kepayahan kalo angkut BBR karena desain aselinya bukan buat angkut beban berat seperti cc202,205
Posts: 2,096
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
33
(02-05-2012, 02:37 AM)ArdWar Wrote: Lha itu kan sudah memuat data. 
untuk data lainnya:
CC203: GE UM20C
CC201: GE U18C
Perhatian: data2 di The Diesel Shop kadang kurang akurat untuk lokomotif yang tidak beroperasi di Amerika Utara.
CC205: EMD GT38AC
CC202: EMD G26
Yang ane gak yakin sampe' sekarang, data massa loko yg ditulis itu pake' massa kering, massa operasional minimum atau massa operasional maksimum.
Koreksi. Bukannya (CC203 = GE U20C)
Make yourself usefull to other.
Posts: 543
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
7
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.