Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Ask] Kenapa Loko Babaranjang di Sumsel Memakai Loko EMD?
#31
(02-05-2012, 05:26 PM)antonius_123 Wrote:
202 malah lok tercepat dan TE paling kecil. Mustinya bawak ke Jawa buat narik ABA timbang narik BBr.
Menjawab signature antonius, bisa dilihat di thread ini

http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=2766

dari komentar yang punya forum:
"Seingatku CC202 memiliki bobot 108 Tons. Jadi memiliki tekanan gandar 108 / 6 = 18 Ton sementara di Jawa, rata-rata cuman 14 Ton"
Reply
#32
202 , 100ton, loko di jawa 90 ton. Apa ya di jawa max 14ton?
Reply
#33
(02-05-2012, 06:29 PM)antonius_123 Wrote: 202 , 100ton, loko di jawa 90 ton. Apa ya di jawa max 14ton?

di jawa maksimal 15 ton saja, makanya CC 200 itu rodanya 8 karena beratnya 96 ton sedangkan 96 : 6 roda = 16 ton

201, 203, sama 204 sama2 84 ton
Reply
#34
CC200 itu kan sudah lama sekali diwaktu rel masih kecil semua. Apa sekarang dijalur yang sudah pakai rel 54 apa masih tekanan maximum 15 ton. Kok rasanya aneh. Ganti rel tebel mustinya tekanan gandar naik.
Reply
#35
(03-05-2012, 09:44 PM)antonius_123 Wrote: CC200 itu kan sudah lama sekali diwaktu rel masih kecil semua. Apa sekarang dijalur yang sudah pakai rel 54 apa masih tekanan maximum 15 ton. Kok rasanya aneh. Ganti rel tebel mustinya tekanan gandar naik.

masih ada faktor lain yang menentukan seberapa besar tekanan gandar itu, bisa dilihat di SANA dan SINI

BTT
Reply
#36
^^^
ga cuma lantaran ganti REL juga tetapi jarak kerapatan antar bantalan juga berpengaruh ... masih ada faktor lain seperti jembatan (sy yakin bisa), fasilitas depo , emplasemen DLL .

lagian dilihat dr fungsinya juga dunk .. loko cc 202/205 ini punya spesialisasi angkut beban, kalo mau di taro di jawa mau anggut beban apa??? coba lihat di divre 3 cc 204 kepayahan kalo angkut BBR karena desain aselinya bukan buat angkut beban berat seperti cc202,205
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/


[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#37
(02-05-2012, 02:37 AM)ArdWar Wrote: Lha itu kan sudah memuat data. Sakit

untuk data lainnya:
CC203: GE UM20C
CC201: GE U18C
Perhatian: data2 di The Diesel Shop kadang kurang akurat untuk lokomotif yang tidak beroperasi di Amerika Utara.

CC205: EMD GT38AC
CC202: EMD G26

Yang ane gak yakin sampe' sekarang, data massa loko yg ditulis itu pake' massa kering, massa operasional minimum atau massa operasional maksimum.

Koreksi. Bukannya (CC203 = GE U20C) Bingung
Make yourself usefull to other.
Reply
#38
(10-04-2012, 03:21 PM)Alifiardi Aditya M Wrote: CC204 Sepertinya Membantukan Bantuan Ngakak


saya menemukan CC204 nggak kuat narik BBR


Ke TKP:
http://www.youtube.com/watch?v=gDOtWscid...re=related

Bagian Kedua:

http://www.youtube.com/watch?v=A3mg3Zql8...ure=relmfu
Sampai Di Tolong CC202 Ngikik Ngakak

http://www.youtube.com/watch?v=z7rVvdGwq...ure=relmfu

memang itu sudah menjadi masalah dalam pengoperasian CC204 untuk angkutan babaranjang (tanjung enim baru - tarahan). PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah mengkaji permasalahan tersebut dan akan dibatalkan. CC204 akan dialihkan untuk angkutan batubara Sukacinta (sukacinta - kertapati).
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
#39
bantu jawab ah..
sebenarnya faktor utama untuk angkutan babaranjang di sumatra adalah tipe lokonya.
Tipe yang cocok adalah Freight Locomotive, atau Loko Barang , dimana dia punya daya tarik / Tractive Effort yang lebih besar daripada loko penumpang yang umumnya bermain di kecepatan.
ciri loko barang adalah memiliki tractive effort besar, berat yg besar dan top speed rendah. Loko berat akan menghasilkan Gaya Adhesi yang besar untuk bisa menggerakaan beban yang berat seperti Babaranjang yang membawa 40 lebih KKBW Isi.
kalo masalah knp EMD, saya kurang tau, soalnya GE juga punya loko barang...Playboy

[Image: banner.jpg]
Reply
#40
Mungkin itu sudah Takdir...hehehe Nyengir
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)