26-11-2011, 01:17 PM
(This post was last modified: 26-11-2011, 01:32 PM by patub huda agus.)


|
26-11-2011, 01:17 PM
(This post was last modified: 26-11-2011, 01:32 PM by patub huda agus.)
26-11-2011, 03:09 PM
![]()
26-11-2011, 03:24 PM
melihat dari data ini, subsidi BBM untuk angkutan barang saja, seharusnya nilainya sangat kecil nilainya dibanding lewat jalan raya.
Mudah-mudahan dengan adanya subsidi ini, jumlah kereta barang bisa meningkat diatas 10 kali lipat.
27-11-2011, 10:27 AM
Wah... selamat ya kalo akhirnya BBM nya akhirnya pake BBM subsidi
Pemerintah baik banget emang ama operator "kita" inisemoga ke depannya operator semakin tangguh semakin bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, dan dengan BBM yg harganya separuh dari sekarang... semoga mereka mau menurunkan harga biar makin kompetitif -katanya - dan memberikan pelayanan lebih baik (faktor terbesar dalam pelayanan ke customer dari faktor BBM ya??? ![]() dan satu hal penting lagi.... moga kalo operator udah lega... pelaporan pembukuan dan akun PSO agar ditertibkan... dan dipisahkan pembukuan n akun antara kereta ekonomi (subsidi PSO), kereta barang (subsidi BBM) dan kereta non-subsidi.... ntar kalo semuanya tertib dan rapi kan lancar... jangan kek kemaren-kemaren ya.... laporan n akun PSO belum beres, ga dipisahin antara kereta yang harus disubsidi n kereta komersial, begitu pencairan ditangguhkan, tereak ga jelas.... bahkan ampe bikin wacana dan opini publik yang konyol ![]() ngga lagi kaaannnnn
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
27-11-2011, 11:26 AM
Hehee ...
@om bangunkarta, Yoi om, kita liat aja perkembangannya ... bakal ada kenaikan signifikan ndak untuk angkutan barang setelah subsidi dikucurkan ... jangan2 nti kalo ndak laku pada teriak2 lagi ... minta inilah itulah ... hee ... Bener, selama kai ndak bisa hitung2 biaya n pemisahannya antara kondisi2 yang berbeda2 (pso, subsidi, nonsubsidi), pasti bakal bingung sendiri, n akhirnya kebijakan yg dibuat juga bakal aneh2 lagi ... hehee ...
27-11-2011, 12:08 PM
semoga dgn diberlakukan BBM subsidi, tarif angkutan barang bisa kompetitif sehingga omzet naik terus keuntungan naik terus bonus karyawan naik terus karyawan jadi tambah semangat bekerja melayani customer dan akhirnya customer pun senang,
KA Sumber Kentjono
27-11-2011, 02:13 PM
PT.KAI membuka rekrutmen eksternal bagi lulusan D3/S1.. Mungkin yang menertawakan PT.KAI yang mewek mewek minta subsidi berminat gabung di PT.KAI.. Barangkali punya program 100 hari pemerintahan yang lebih baik dari yang sekarang dengan tema â€Hidup Sehat Tanpa Subsidiâ€..
:p
27-11-2011, 04:15 PM
(26-11-2011, 01:13 PM)azu Wrote: 1. Pihak ATPM/ perusahaan otomotif. dalam hal ini mereka sudah melakukan investasi yang tergiolong besar, sehingga mereka punya kepentingan terhadap keberlangsunga penjualan produk mereka,, yang notabene adalah pesaing dari KA. Tentu saja pemerintah akan memuluskan usaha mereka agar investasi mereka tetap berlangsung di negara kita. Kok saya jadi tertarik untuk mengomentari point ini.... Di negara maju industri otomotif dan KA bisa "go hand in hand" alias bekerja sama. Banyak sekali mobil-mobil baru diangkut dari pabriknya ke kota tujuan dengan menggunakan kereta api, sebelum didistribusikan ke dealer. Juga banyak para pakar otomotif (seperti pak Hendra Noor Saleh dari majalah Autobild) yang mendukung peningkatan kualitas layanan KA. Hal ini karena dianggap bisa mengurangi kepadatan jalan raya, dan mengurangi emisi gas buang. Saya juga kepikiran, mengapa kok pabrik otomotif tidak kepikiran untuk mengadakan angkutan KA pengangkut mobil untuk angkutan yang sangat jauh, seperti Jakarta-Surabaya, daripada harus dibawa sejauh itu pakai truk terbuka. Juga analisa produsen mobil yang mengantagoniskan layanan KA itu, feeling saya, adalah peninggalan jaman tahun 1950an dan 1960an di Amerika...
27-11-2011, 04:40 PM
(27-11-2011, 04:15 PM)mas_bagus_ajah Wrote:(26-11-2011, 01:13 PM)azu Wrote: 1. Pihak ATPM/ perusahaan otomotif. dalam hal ini mereka sudah melakukan investasi yang tergiolong besar, sehingga mereka punya kepentingan terhadap keberlangsunga penjualan produk mereka,, yang notabene adalah pesaing dari KA. Tentu saja pemerintah akan memuluskan usaha mereka agar investasi mereka tetap berlangsung di negara kita. ane juga punya pemikiran seperti ini. Ane kalo lihat di tol banyak truk panjang2 yang angkut mobil. Kenapa gak diangkut kereta saja ya?biar nanti bisa dirancang PT INKA gerbong khusus angkut mobil. kalau perlu dibuatkan jalur kereta yang langsung masuk ke sentra industri otomotif. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah berat gandar jembatan dan rel kita sudah mampu dilewati KA barang yang khusus untuk angkut mobil?
27-11-2011, 04:47 PM
Jawabannya: bisa kok. Mobil itu tidaklah berat sekali. Karena berat kosong mobil itu umumnya sekitar 1-2 ton. Sedangkan biasanya truk (contohnya) membawa sekitar 7 mobil sekali jalan.
|
|
|