08-10-2011, 08:47 AM
(08-10-2011, 05:54 AM)pardjono Wrote: Cukup jelas Pak Adi.
Saya simpulkan bahwa hilir = stasiun (kota) lebih besar, udik = stasiun (kota) lebih kecil.
Matur teng kyu, jadi imbuh kaweruh lagi.
Mungkin diperhitungkan dari titik 0 nya juga bisa,
atau mana yang dibuat patokan.
karena, besarnya kota, tidak urut kacang bukan ?
Atau ditentukan, tasiun awal dan akhirnya,
yang menguasai wilayah tersebut, mana yang dianggap
lebih besar, pada saatditentukan.
Seperti wilayah Malang, untuk Wasi nya,
punya daerah kekuasaan, dari Bangil - Malang - Blitar.
Selepas Blitar, mungkin Genta berbunyi sekali,
jika arah kereta dari Madiun, ini yang saya mesih belum dapat info.
Apakah MN yang dianggap titik 0 nya ?
Seperti di Malang,
titik nadir nya, bukan dari Surabaya, justru dari Bangil.
Padahal, kantor pusatnya ada di Gubeng.
Mungkin karena percabangan menuju Jember, ada di BG.
S4.

[spoiler]*
Yang saya perhatikan masih agak rancu,
penggunaan istilah PJL dan JPL,
beberapa masih ada yang terbalik.
JPL = tempat/ lintasan/pos nya
PJL = orangnya
[/spoiler]

![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)
![[Image: IMG_4655.jpg]](http://i1090.photobucket.com/albums/i372/agusriyanto6872/IMG_4655.jpg)
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
![[Image: SerahterimaJPL.jpg]](http://i807.photobucket.com/albums/yy358/argoloyo_gandargolong/SerahterimaJPL.jpg)
![[Image: JPLmallam.jpg]](http://i807.photobucket.com/albums/yy358/argoloyo_gandargolong/JPLmallam.jpg)

[/Spoiler]
[/Spoiler]

[/spoiler]![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
![[Image: Skepgenta.jpg]](http://i807.photobucket.com/albums/yy358/argoloyo_gandargolong/Skepgenta.jpg)