Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Let's talk about... ESS 3201 a.k.a. Bon Bon
#11
pertanyaan pak antonius barangkali melihat sistemnya secara keseluruhan. sementara rekan2 lain hanya sebatas lok nya saja.

menurut saya, sistem listrik kereta bisa lebih bersih jika pembangkit2 listriknya bersumber dari sumber2 ramah lingkungan misal plta. contohnya dinegara2 skandinavia sana kalo nggak salah pembangkitnya hampir 100% dari air ya pak antonius?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#12
ja kalau pembangkit listriknya Hydro memang ada gunanya. Kalau listriknya dari Atom malah payah.
Salam.
Reply
#13
memang serba salah pak. pembangkit atom itu keunggulannya kompak, nggak terlalu besar areanya, buatnya cepat, dan yang utama, energinya besar (reaktor seukuran 5x5x10 meter saja bisa membangkitkan daya sampai 1GW).

bandingkan dengan plta yang bisa menghasilkan daya segitu, bikin damnya segede apa, berapa lama bikinnya, biayanya berapa, mau dibikin dimana karena gak semua tempat bisa dll.

barangkali negara2 eropa dan jepang sudah kadung butuh listrik karena krisis minyak dulu tahun 70 an yang bagi mereka adalah kiamat jika masih pakai minyak.

(cmiiw: dulu kalo gak salah prototipe tgv hampir mau menggunakan mesin turbojet berbahanbakar gas. lalu diubah akibat krisis energi).
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#14
Memang betul ndak lain, Listrik itu hanya bisa dari pembakaran ato atoom. Yang lain2nya seperti Hydro, tenaga angin, dll lebih sedikit dari 10% kebutuhan Global. Malah ada yang ngeributin mau bikin mobil dengan bahan bakar Hydrogen, juga nonsence, la Hydrogennya dari mana? Juga musti bikin dari air yang di Elektrolise dengan setroom jadi perlu setroom lagi. Sami mawon........

Lagi pula Global warming itu dibesar2in. Memang die EUropa kayaknya makin hari makin panas, banyak gletscher di Swiss yang mengkerut, tetapi di Alaska Gletscher bukan mengkerut tetapi malah memanjang..............malah ada satu teluk terputus dari laut karena Gletscher memanjang sehingga hubungan ke laut putus dan jadi danau air tawar
Reply
#15
dilihat keseluruhan, sistem pembangkit listrik gede yg ngasih tenaga buat banyak lokomotif (dan krl) sekaligus bisa lebih rendah polusi daripada lok2 diesel dan krd. sekedar perkiraan saya aja (jangan dijadiin pegangan), tiap bagian mesin kan punya friksi dan hambatan2 lain yg ngurangin keluaran tenaganya. coba aja bandingin mesin banyak tapi kecil2 ama sedikit mesin gede di pembangkit, tentu onderdilnya lebih dikit mesin gede di pembangkit, jadinya hambatan dari friksi dll gak sebanyak mesin2 kecil yg beroperasi terpisah. karena itu hasil tenaga bisa lebih besar dengan jumlah bahan bakar yg sama.

lok listrik juga tekanan gandarnya lebih ringan, bikin rel lebih awet. bandingannya bobot lok listrik cuma sepertiga bobot lok diesel dengan kekuatan sama (sori lupa sumber referensinya)

kekurangannya sih pemasangan infrastruktur butuh investasi gede, karena itu dianggap nggak feasible buat jalur2 sepi (sptnya jalur2 kereta AKAP di indonesia yg gak dilewati kereta lokal atau komuter termasuk nggak feasible klo mau disetrum). lain itu klo ada batas maksimum beban yg bisa diangkut di jalur2 yg disuplai oleh satu jaringan listrik, gak bisa melebihi daya listrik di jaringan itu. klo pake lok diesel mau beban berapa aja tinggal ditambah aja lok2 buat narik keretanya.

btw listrik nuklir walaupun lebih berisiko masih jadi pilihan paling menguntungkan, karena penanganan limbah nuklir lebih mudah daripada penanganan gas rumah kaca dari pembakaran batu bara/bbm. sumber energi renewable pun sebenernya banyak (contohnya aja sinar matahari yg udah ada milyaran tahun), tapi pengembangannya masih butuh waktu panjang sebelum bisa diterapkan pada skala komersil. sebaliknya, suplai bahan bakar fosil makin menipis dari tahun ke tahun
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#16
Austria, loko elektrik model jadul, Oktober 2011.

[Image: 7516.1318337798.jpg]
Sumber : http://www.railpictures.net/viewphoto.php?id=377691
Reply
#17
itu gak ada couplernya y?
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#18
Reply
#19
jika kita flashback ke zaman kolonial, dulu untuk mensuplay pasokan listrik untuk krl di area batavia, belanda menggunakan 2 buah plta di daerah bogor dan sukabumi. kalo nggak salah namanya plta ubruk dan plta kracak. daya nya memang nggak besar masing2 sektiar 20 mw saja. tetapi cukup untuk memasok listrik krl pada masa itu.

dan sepertinya sampai sekarang plta nya masih beroperasi.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#20
ya minimal polusinya nggak di depan hidung kita. Coba bayangkan kalau di tengah kota tiap 5 menit ada lokomotif diesel lewat...bisa hitam hidung semua penumpang nya.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)