Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jadual KRL Jabodetabek 2 Juli 2011
#71
kalau saya jadi bossnya KCJ atau KAI

Hmmm tarif murah dulu deh buat sosialisasi CL terus ntar per 6 bulan naikin deh tarif pelan2 Ngeledek

Keye ngak tau orang di Indonesia aja maunya kan yang murah2 aja,,,

Gitu aja kok repot Ngakak
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
#72
Selamat pada siap - siap menikmati perjalanan yang indah ini... Semoga para komuter sekalian dapat diberi kemudahan dalam menjangkau akses ke - dari tujuan masing - masing. Semoga tiada lagi rinja di perjalanan sehubungan dengan permasalahan yang kian berbelit sepanjang hari ini sejak dahulu kala... Logo PT. KA akan berganti, semoga pelayanannya kelak juga akan lebih baik dan terintegrasi dengan moda lainnya tanpa memandang siapa elo siapa gw...[Image: overstappen.png]
Aku sih yah... gak pernah berhubungan dengan KRL Jabodetabek selama dalam bekerja sepanjang hari... Kecuali kalau sekedar refreshing aja sih... Itu pun diusahain maksimal 1 atau 2x dalam sebulan saja deh...

(20-06-2011, 09:39 PM)Bangunkarta Wrote: @ Mas Fahrizal: pertama-tama saya luruskan dulu ya... Rp. 9000 itu kalo buat kami orang Depok udah dapat Express mas... keunggulan mutlak KRL Ekspress kan sangat jelas pada waktu tempuhnya.. meskipun, kondisinya juga sama aja penuh bin berjubel... tapi itu bisa kami maklumi demi pemangkasan waktu yang terbuang..... terus kalo Bogor express 11rebu iya... tapi ini worthed kan dengan waktu tempuh 50 menit sampe 1 jam.... nah perbedaan waktu tempuhnya sangat jelas koq.... kebetulan saya adalah penglaju Depok Baru Juanda pada hari kerja.... mari kita bandingkan

- KRL Express => waktu tempuh DPB-JUA pada rush hor berkisar antara 30-40 menit... itu sudah termasuk ketahan sinyal di MRL ato kadang ngodong dulu sebelum menyusul KRL ekonomi panas/AC di depannya

- KRL ekoAC => saya buat dengan jadwal yang dari Juanda jam 21.42 aja ya... ini kan jadwal kosong, yang artinya si KRL ngacir... tanpa gangguan KA AKAP di MRI, tanpa antri dan tanpa disusul.... KRL yang jam segitu nyampe DPB aja udah jam 22.30 - 22.35... artinya berapa banyak waktu yang terbuang...

itu aja saya buat dengan perbandingan KRL express jam rush hour dan KRL ekoAC pas jam lengang..... itu baru ke Depok... nah kalo ke Bogor kan lebih keliatan lagi perbedaan waktu tempuhnya... dan fasilitas lebih yang dirasakan penumpang yang bayar lebih itu kan cuman pada waktu tempuh yang lebih cepat..... dan tidak ada yang namanya turun harga... yang ada kan malahan naik harga ga kira2.... alasan saya
- harga itu adalah untuk KRL Express yg lebih cepat... eh jadi cuman KRL yang ngodong, penuh dan cuman beda fisik aja ma KRL eko panas
- kondisi KRL yang lebih tidak manusiawi karena pengurangan jadwal... membuat penumpukan penumpang makin hebat

nah ganti topik...... kalo menurut pernyataan sampean bahwa orang yang lebih smart... kalo deket naek eko panas aja... mungkin secara ideal emang kek gitu... tapi bagaimanakah ketika KRL ekonomi panas udah overload dari stasiun sebelumnya... ato ketika pada jam2 yang telah tidak ada ekonomi panas... misalnya jam malem, dario Sawah Besar mo ke Kota..... tau ndiri kan kawasan tersebut kalo malem rawannya gimana??? trus misalnya cewe posisi pulang kerja dan hujan... tarif 9rb itu jelas2 sangat tidak adil bagi penumpang jarak dekat... yg dalam keterpaksaan hanya bisa menggunakan KRL ekoAC...

cuman yang kami ngga bisa fahami adalah pernyataan KCJ bahwa pola operasi baru tersebut adalah untuk meningkatkan pelayanan...... nah pelayanan yang mana coba??????
Siapa bilang KRL Ekspres lebih unggul...Bethe Beberapa kali pernah ngalamin koq gimana parahnya menanti sinyal masuk di petak Manggarai dari arah Bogor... Padahal dr Bogor tinggal masuk aja semisal ke jalur 4... KA AKAP semisal dr Bandung khan biasa langsir di jalur 2 atau pun 3....
Aku terpikir pasti seringkali nurunin pegawai PT. KA di lokasi terdekat, entah berombongan... atau malahan sekalian ama kambingers...

Terus dari dulu sebetulnya aku gak setuju banget KRL Eko AC Jakarta - Depok disamain dg KRL Eko AC Jakarta - Bogor tuh... Sama - sama Rp 5.500. Begitu pun sebaliknya. Masa sih KRL Ekonomi koq bisa cuma Rp 1.500 kalau cuma ke Depok???

#73
@Dana
KRL Ekonomi 1500 itu kan disubsidi.

saya lihat positif nya aja ya. Sekarang kita mau naik dari sudirman, karet, palmerah tinggal pilih saja. Saya lihat kalau pagi yang turun palmerah banyak, tentu nanti pulang nya berharap bisa naik dari palmerah lagi.
Kalau mahal relatif ya. Kebayoran-pondok ranji itu maksimal 10 menit, rata-rata 7-8 menit aja. Tapi kalau saya naik mobil di jam sibuk, 1 jam belum tentu sampai.
#74
Hahaa ...
Seru nih ... tapi tetep cool yaa ...

@ mas fahrizal
Betul sekali. Setiap perubahan pasti ada pro kontranya terkait dengan plus dan minus perubahan tersebut.
Nah yang kita soroti harus secara keseluruhan yaa, ndak parsial. Betul sekali pengguna ekspress bogor menerima reduksi harga sebesar rp 2000 (dari 11000 menjadi 9000), tapiiii ... ndak stop sampai disini nih ya, ada konsekuensinya, yaituuu ... harus menerima waktu tempuh lebih lama dari yang sebelumnya (30-35 menit sesuai pernyataan KAI/KCJ).
Pro kontranya timbul karena 'apakah sebanding nilai 2000 itu dengan waktu 30-35 menit ?'

Lalu bagaimana jika menyoroti lintas depok dan serpong, apa nilai plusnya ? karena rekan2 lintas tersebut (seperti mas bangunkarta) tidak menerima reduksi tarif seperti rekan2 bogor, tapiiiii ... kelas kereta yang mereka terima pun malah menjadi turun, dari yang sebelumnya 9000 dapat ekspress sekarang hanya eko AC, waktu tempuh juga jelas lebih lama ...
Pasti dong pro kontra yang timbul lebih hebat lagi ...

UNtuk pernyataan mas fahrizal yang " ... sekarang dibuat tak ada sususl susulan....jadi ada rasa senasibnya ..."
Jujur ya mas saya paling anti dengan kalimat seperti ini ... SENASIB ... Kenapa ? Karena KAI/KCJ setelah 2 juli pun masih mengeluarkan 2 kelas yang berbeda. Kita jangan bicara fasilitas kereta ya, karena pada saat penuh, sudah ndak ada fasilitas yang bisa dinikmati, walaupun itu hanya AC.
Selama masih ada perbedaan harga tiket, ndak bisa itu disamaratakan, karena yang membayar lebih sudah pasti menuntut lebih pula, sudah begitu perilakunya. Mas mau beli harga tiket setara bima, tapi fasilitas setara K3 ?
Kalau memang semuanya mau di'SENASIB'kan ya monggo, jangan setengah-setengah, berlakukan semuanya sama juga. Ndak ada ekspress, ya ndak ada ekonomi, hilangkan pso-pso-an atau semua dapat pso. Satu kelas saja jadinya, ekonomi AC saja misalnya. Tapiiiii permasalahannya ndak bisa kan itu diterapkan...

@all,
Soalan jadwal.
Yang mau lihat jadwal existing bisa buka di krlmania.com. Untuk yang setelah 2 juli, bisa buka di krl.co.id.
Saya bandingkan sedikit ya untuk lintas bogor.
Jadwal eksisting : 53 Express, 31 Eko AC, 44 Eko biasa. Total 128 perjalanan.
Jadwal baru : 73 Komuter, 31 Eko. Total 104 perjalanan.
Siapa tadi yang state ndak ada perubahan, silahkan lihat sendiri detilnya dan coba dihitung mulai dari jam 05.00. Karena di lintas bogor jam stgh 6 saja sudah ramai.
Bisa dilihat bagaimana jadinya. Saat ini, 1 kereta batal pasti akan membebani ke kereta dibelakangnya, apalagi kalau yang batal eko panas. Eko panas selanjutnya sudah sangat2 ndak pantas untuk angkutan manusia.
Bagaimana nanti, yang memang secara resmi perjalanan banyak dipangkas.

Dan ndak hanya itu saja.
Penghapusan ekspress diganti bukan dengan Komuter. Contoh KA 205 BOO-THB 06.10 Express, nanti setelah ekspress dihapus, jadwal ini akan diisi olehhhh ... Eko panas. Bukan Komuter/Eko AC ... !!!
Bukannya saya membela pengguna ekspress ya, tapi siapa yang mau tadinya mereka biasa menggunakan ekspress terus dipaksa harus menggunakan eko panas ... Jangan ada omongan manja, ekslusif, dsbnya ya. Tapi ini masalah perilaku konsumen yang ndak bisa dipaksa begitu saja. Otomatis kalau mereka merasa KRL ndak menyediakan opsi, mereka akan memilih diluar jalur KRL. Yang rugi siapa ... penumpang ... ? belum tentu. Kalau KAI ... sudah pasti.

@ mas fahrizal lagi,
quote "... mau cepat enak,walupun jarak cuma satu-dua sta...dengan 9 rb atau mau yg 2 ribu???monggo pilihan ada di ybs.."
Betul sekaliii pilihan ada di pengguna. Saya setuju. Coba statemen mas disebutkan terhadap rekan2 eko panas yang hari sabtu kemarin ada di JAKK menunggu eko panas sampai akhirnya terjadi aksi anarkis karena kereta ndak kunjung tiba.
Mas, ada orang2 yang merasa ndak 'worthed' atau ndak mampu untuk membayar 9000 untuk jarak JAKK-BOO yang sejauh itu, apalagi 9000 hanya untuk satu or dua stasiun saja ...
Apa iya untuk satu dua stasiun mereka harus tunggu setengah-satu jam hanya untuk krl eko tarif 2000, padahal waktu itu sudah cukup untuk waktu tempuh 2 stasiun ... ?

Dengan pola saat ini, rekan2 eko panas masih bisa menyisihkan sedikit dari dananya untuk naik eko ac kalau memang eko panas gangguan. Tapi kalau nanti jadi komuter siapa yang mau atau mampu ?
Betul, yang paling mungkin terjadi adalah cuek saja naik komuter dengan tiket eko panas atau malah ndak bertiket, pasti penuhnya, pasti ndak diperiksanya, atau siapa yang berani periksa ... hehee ...
(Saya pernah dari bojong ke bogor (3 stasiun) naik angkot tarif 5000 waktu tempuh 45 menit karena kereta terdekat masih di pasar minggu. Kalau ada eko ac, pilihan orang masih 50-50. Tapi kalau komuter, mending naik angkot laah ...)

Tapi tenang saja mas,
untuk pernyataan mas tentang perjalanan satu or dua stasiun sudah dijawab kok oleh Kadaops 1 di koran tempo (sumber info dr milis krlmania).
- "Untuk jarak dekat. Misalnya satu dua stasiun, mending naik angkot saja. Kasihan khan sopir angkotnya nanti gak kebagian penumpang." -

Hahahahaaa,
Kalau saya jadi CEO or termasuk di BOD/BOC, ndak pakai panjang, saya pecat tuh orang detik ini juga. Perusahaan pencari laba kok bicaranya seperti itu ..., ndak butuh penumpang, hahahahaa ...

KAI/KCJ Motto : Take It or Leave It ... Tersenyuum
#75
(20-06-2011, 10:09 PM)fahrizal Wrote: saya punya time table/jadwal baru tapi tak ada jadwal lama yg diributkan itu, yg mengatakan ka ini anu dikurangi dsb dsb...bisa bantu psoting jadwalnya???..

kalo masalah pengurangan jadwal KA, salah satu contohnya di lintas Tanahabang-Depok/Bogor di sore hari jam 16.00-18.00, kalau tidak salah di jadwal yang lama dilayani oleh 6 jadwal KRL, tapi di dijadwal yang baru hanya dilayani oleh 3 jadwal KRL ..... Sedih
#76
yang dari sudirman ke bogor sore bisa nyambung KRL serpong dan bekasi tujuan MRI
#77
(17-06-2011, 07:58 AM)krisnasip Wrote: ah bagi saya ngak masalah kok 8000 ke bekasi, tapi yang lain yang berpenghasilan bawah mungkin masalah.
Cuma yang menjadi masalah kalangan siapa yang disasar oleh KCJ, kalau kalangan atas ngak mungkin pasti naik mobil.

Pengalaman di luar negeri tarif kereta MRT memang mahal kok,,

Ada bagusnya juga dibuat single operation seperti busway,,,,

masih Bagusan Transjakarta Busway Om,,,,
kemana2 cukup beli 1x karcis,,,asa nda keluar Halte aja,,, nha ini udah tarif naek,,, Kalo mw terusan kudu beli karcis lagi... Cape dah,,, dari Bogor mw ke Bekasi,,, Mending naek Roda Karet,, La** Uta**,dkk,, sekali bayar,,Joss langsung sampe Bekasi,, cuman Rp.12.000,, naek KRL Comm,,, RP.9.000 + Rp.8.000,-,,,
#78
Quote:saya lihat jadwal di Depok itu dari jam 6-07.30 itu tiap 5-10 menit sekali. Pengurangan jadwal nya dimana ya? Rasanya sudah dimaksimalkan di sistem sinyal. Artinya sudah nggak bisa lebih rapat lagi.
Gan Ilhami, liatnya jangan dari depok aja.... emangnya penumpang KRL semua asalnya dari DP, liat juga yg jadwal dari BOO...... yang jeals seperti dijelaskan ada pengurangan perjalanan kan....

Quote:saya.bukan roker/rombongan kerja...yg naik krl setiap pergi pulang kerja...
tapi sering menggunakan krl tsb kalau ke arah bogor dan bekasi..
saya kebetulan ikut di milis tetangga...yg lagi panas2nya dengan SO ini...
mau ikut2 nimbrung..kelihatannya medan hanya dikuasai si ABC yg itu2 saja...komentar pendatang (baru) pasti tak akan dimasukkan..
Gan Fahrizal, kata kunci semua pendapat anda ada di sini.... sehingga dengan penjelasan apapun, anda pasti sukar menerima pendapat kawan2 RF yg juga roker.... karena mereka merasakan hal tersebut setiap hari. Sama seperti beberapa kawan yang marah2 di fanpage buatan KRLMania, karena merasa page tersebut menjelek2an PTKA/KCJ.... dibilang anti transportasi masal. dari hal2 tersebut terlihat bagaiman pendapat rekan2 roker akan berbeda dengan yang hanya sekedar RF saja.... Karena anda ikut gabung ke milis tersebut, ya ngomong saja gak ada ruginya kok... yg ngomong itu2 aja ya wajar sih karena mereka yg menggerakan milis tersebut.... berpendapatlah, gak usah takut pendapat anda gak diterima.

Sebenarnya yg ditolak itu bukan SO-nya, tapi lebih ke arah tiket yang single tarif plus menyembunyikan informasi. sejak awal, yg diberitakan hanya penghapusan KRL ekspress sehingga rekan2 pengguna krl eko dan eko ac seneng buaaannggggeetttt.... gak disusul. tapi infor tarif blum diumumin.... begitu mulai dibuka tarif yg digunain... baru deh pengguna eko ac mulai ribut, pengguna ekspress banyak yg ribut juga..... tapi lebih banyak yg diem. mungkin mereka udah punya alternatif lain, atau gak pengaruh..... trus setelah ribut2 tarif, baru kebuka masalah jadwal, ternyata jadwal krl eko panas pun berkurang.... artinya yg dikurangin itu bukan jadwal krl ekspress... tapi pengurangan jadwal krl eko panas dan penghapusan krl eko ac.... karena CL itu serupa dengan kasus parahyangan yang dijadiin gopar.... ya kan, triknya dah kebaca dari awal...... sampe ane sayangin, temen2 "ketipu" ngadain sadride segala.....

Ditambah lagi omongan pak kadaop 1, aduh... pan katanya buat CL itu karena wapres minta target 1,2jt pnp perhari. lah kl disuruh naek angkot, berarti angka 1,2jt itu gak berhasil dong.... daripada naek krl cl 9000 dari depok, ya pasti banyak mahasiswa pada naek bis dpk - pasming, belum lagi pekerja2 depok - pasming.....
Lok Merah Biru
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
#79
(21-06-2011, 03:37 PM)TukangBengkel Wrote:
Quote:saya lihat jadwal di Depok itu dari jam 6-07.30 itu tiap 5-10 menit sekali. Pengurangan jadwal nya dimana ya? Rasanya sudah dimaksimalkan di sistem sinyal. Artinya sudah nggak bisa lebih rapat lagi.
Gan Ilhami, liatnya jangan dari depok aja.... emangnya penumpang KRL semua asalnya dari DP, liat juga yg jadwal dari BOO...... yang jeals seperti dijelaskan ada pengurangan perjalanan kan....
[/quote]

Coba sebutkan disini yang jadwal baru vs jadwal lama PAGI dari Bogor. Dari kereta AC paling pagi sampai jam 8. Jadwal lama ada 10. Jadwal baru malah ada sekitar 12.
Mau diberangkatkan 20 trip dari Bogor, kalau di sampai depok sudah habis slot nya, tetap saja antri.
#80
(21-06-2011, 10:03 AM)aditto Wrote: ~EDITED~
Tapi tenang saja mas,
untuk pernyataan mas tentang perjalanan satu or dua stasiun sudah dijawab kok oleh Kadaops 1 di koran tempo (sumber info dr milis krlmania).
- "Untuk jarak dekat. Misalnya satu dua stasiun, mending naik angkot saja. Kasihan khan sopir angkotnya nanti gak kebagian penumpang." -

Hahahahaaa,
Kalau saya jadi CEO or termasuk di BOD/BOC, ndak pakai panjang, saya pecat tuh orang detik ini juga. Perusahaan pencari laba kok bicaranya seperti itu ..., ndak butuh penumpang, hahahahaa ...

KAI/KCJ Motto : Take It or Leave It ... Tersenyuum
wah betul itu mas dan sekarang ucapan pak KADAOP 1 menjadi QUOTE OF THE DAYTop Banget

ucapan seorang pimpinan teras di PT KA DAOP I, itu benar2 memberikan kami "pencerahan" dan membuat kami benar2 "terkesima"Top Banget

seorang pimpinan di DAOP 1, yg artinya pusat, yang selalu menjadi sorotan dan cerminan perkeretaapian di Indonesia koq bisa-bisanya kek gitu....padahal posisi dia adalah merepresentasikan kinerja perusahaan secara keseluruhan... dan dalam kondisi perusahaan sedang disorot...... wah kalo pola pikir pimpinannya aja kek gitu.... gimana pola pikir manajemen di bawahnya dan pola pikir organisasinya ya..... Ngakak

jadi pola pikir seperti itu ya yang digunakan sebagai mainstream dalam pembuatan kebijakan2 yang mungkin aneh bagi kami selama ini... dan apakah pola pikir seperti itu pula-kah yang dijadikan dasar dalam perubahan KRL "demi pelayanan yang lebih baik" kepada????? kaga tau tuh... lebih baik buat siapa. yaaaaaa..Ngakak
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)