Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Solo Operasikan Kereta Wisata dgn Loko Uap
(28-09-2010, 11:22 AM)enrico Wrote: sepi nih trit...
sundul dulu ah...

diambil di depan PGS

[Image: fotocakep005.jpg]

Uploaded with ImageShack.us

[Image: fotocakep006.jpg]

Uploaded with ImageShack.us

diambil di dalem PGS

[Image: fotocakep008.jpg]

Uploaded with ImageShack.us

sepi karena jalannya tunggu di carter orang.
.
Reply
(28-09-2010, 07:26 PM)animaX Wrote:
(28-09-2010, 11:22 AM)enrico Wrote: sepi nih trit...
sundul dulu ah...

diambil di depan PGS

[Image: fotocakep005.jpg]

Uploaded with ImageShack.us

[Image: fotocakep006.jpg]

Uploaded with ImageShack.us

diambil di dalem PGS

[Image: fotocakep008.jpg]

Uploaded with ImageShack.us

sepi karena jalannya tunggu di carter orang.

ya gimana lg , soalnya biaya operasionalnya mahal jd hrs bnyk yg naik ..
Kambing
Bersiap PP SGU - SLO dengan KERETA API hingga 2 bulan kedepan
Ngakak
Reply
Sepur Jaladara ya tidak harus jalan setiap hari..nunggu carter wisatawan yang biasanya week and atau hari libur...
kalau setiap hari..kasihan boilernya sampun sepuh..Eh iya lupa...
setuju kalau gerbong tua di tambah saja supaya muat banyak ...tiket murah..
kalau memakai gerbong yang dari alun alun selatan ..itu tidak usah pakai loko sudah bisa jalan sendiri..Bingung
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(28-09-2010, 07:52 PM)eko winarno Wrote: Sepur Jaladara ya tidak harus jalan setiap hari..nunggu carter wisatawan yang biasanya week and atau hari libur...
kalau setiap hari..kasihan boilernya sampun sepuh..Eh iya lupa...
setuju kalau gerbong tua di tambah saja supaya muat banyak ...tiket murah..
kalau memakai gerbong yang dari alun alun selatan ..itu tidak usah pakai loko sudah bisa jalan sendiri..Bingung

Betul cak Eko kalo jln setiap hari kasian mana lok tua msh disuruh jalan2 tiap hari. Ingat umurnya itu lho, 114 tahun...

Trus yg usul pake gerbong milik alm. Sinuhun PB X itu jangan lahh, nanti kualat! Kuntilanak

Btw gmn chabar usulan pemkot Solo yg mau nambah lok uap itu lgi? Sdh dimulai apa blm?
Reply
(30-09-2010, 03:49 PM)sepur_lori Wrote:
(28-09-2010, 07:52 PM)eko winarno Wrote: Sepur Jaladara ya tidak harus jalan setiap hari..nunggu carter wisatawan yang biasanya week and atau hari libur...
kalau setiap hari..kasihan boilernya sampun sepuh..Eh iya lupa...
setuju kalau gerbong tua di tambah saja supaya muat banyak ...tiket murah..
kalau memakai gerbong yang dari alun alun selatan ..itu tidak usah pakai loko sudah bisa jalan sendiri..Bingung

Betul cak Eko kalo jln setiap hari kasian mana lok tua msh disuruh jalan2 tiap hari. Ingat umurnya itu lho, 114 tahun...

Trus yg usul pake gerbong milik alm. Sinuhun PB X itu jangan lahh, nanti kualat! Kuntilanak

Btw gmn chabar usulan pemkot Solo yg mau nambah lok uap itu lgi? Sdh dimulai apa blm?


Simpang lima...membingungkan antara akan menambah loko uap yang dari cibubur atau memperbaiki gerbong CR tua..Bingung
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
mau pake gerbong nya sinuhun PB X ??? bisa2 ntr naik brg2 ma makhluk gaib deh
hiiiiiiiiiiiiii
Bersiap PP SGU - SLO dengan KERETA API hingga 2 bulan kedepan
Ngakak
Reply
[Image: dua-generasi.jpg]
Foto: Sulastama.wordpress


Foto lama C1218 dengan CC 20166
.
Reply
animaX Wrote:03-Oct-2010, 04:47 PM
Foto: Sulastama.wordpress


Foto lama C1218 dengan CC 20166

Wah Nice history
> CC duduk bersama dengan C
> 201 dengan 12

sama angka & huruf tetapi beda generasi







Reply
Kabar Jaladara :Sad

Kereta Jaladara, DPRD nilai pemborosan anggaran


2 Desember 2010

Solo (Espos)–Kalangan DPRD Solo menilai kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) yang mempertahankan kebijakan menyewa Kereta Api Jaladara sebagai upaya mendongkrak kegiatan pariwisata merupakan bentuk pemborosan anggaran.

Pasalnya, program tersebut selama ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan, kegiatan tersebut terkesan hanya menghabiskan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot).

Sekretaris Komisi III DPRD Solo, Umar Hasyim mengatakan setidaknya ada dua pertimbangan Pemkot ketika menyewa Kereta Jaladara. Pertimbangan pertama adalah untuk mendongkrak kegiatan wisata sehingga apabila timbul kerugian tidak menjadi masalah. Kedua adalah untuk tujuan ekonomi sehingga apabila pertimbangan ini yang digunakan maka harus ada keuntungan yang masuk ke kas daerah.

“Penjelasan yang kami terima dari Dinas Perhubungan (Dishub) selama ini, Kereta Jaladara dioperasikan untuk mendongkrak kegiatan wisata. Jadi kalau rugi tidak apa-apa,” ujar Umar ketika dijumpai wartawan, Kamis (2/12).

Namun meski pertimbangan pertama yang digunakan, Umar menambahkan tidak seharusnya kerugian besar yang dialami Pemkot selama ini akibat kereta jarang beroperasi ditanggung sendirian oleh APBD.

“Mencermati biaya sewa Kereta Api Jaladara per tahunnya yaitu senilai Rp 789 juta, jelas terlalu membebani anggaran daerah. Oleh sebab itu saya sangat setuju apabila program ini dievaluasi lagi dalam arti ke depannya diteruskan atau lebih baik dihentikan saja,” ujarnya.

aps

http://www.solopos.com/2010/solo/kereta-...aran-77362

Sepur Kluthuk Jaladara ”Mogok”
Rabu, 01/12/2010 09:00 WIB - sul

BANJARSARI—Kereta uap wisata Sepur Kluthuk Jaladara, yang sudah beroperasi di Solo sejak akhir tahun 2009 lalu, sempat berhenti beroperasi karena terkendala pencairan dana APBD.

Selama dua bulan, kereta yang beroperasi dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota, sempat berhenti beroperasi. Alasannya, dana APBD Perubahan untuk mendanai operasional kereta itu baru cair pada bulan November ini.

“Tetapi tanggal 27 November lalu sudah kembali beroperasi,” ujar Humas Stasiun Purwosari, Jaka Mulyana kepada Joglosemar Selasa(30/11).
Sementara itu, Kabid Angkutan Umum Dinas Perhubungan Pemkot Solo, Sri Indarjo, mengakui kondisi itu. Ia menjelaskan, akibat berhentinya operasi, sedikitnya lima pesanan perjalanan wisata di Solo dengan kereta itu terpaksa dibatalkan. “Ya berat memang rasanya, membatalkan pesanan itu,” ujar dia.

Dikatakannya, pengoperasian kereta itu memang masih menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan dan masih sangat tergantung dengan APBD. Terlebih lagi biaya untuk pengoperasian kereta ini memang cukup tinggi. Untuk sekali jalan pulang pergi misalnya, membutuhkan sekitar tiga kubik kayu jati yang harganya mencapai Rp 3,2 juta. “Biaya operasionalnya memang cukup tinggi, bahan bakarnya harus kayu jati,” jelas dia.

Dijelaskan, jika dipikirkan memang biaya operasional itu sangat mahal, hanya untuk perjalanan kereta. Tetapi keberadaan Sepur Kluthuk Jaladara akan mampu membawa multiplayer effect bagi perekonomian Kota Solo.

“Katakan saja mereka yang akan naik sepur Jaladara 60 orang untuk sekali jalan. Maka mereka otomatis akan menginap di Solo dan membelanjakan uangnya di Solo juga,” terang dia. Dia menjelaskan, ke depan pengelolaan Sepur Kluthuk Jaladara akan dibagi dengan Disbudpar. Terutama untuk pemesanan tiket. (sul)

http://www.harianjoglosemar.com/berita/s...30497.html
.
Reply
Quote:Jaladara Diusulkan Ada Restoran Mini
Senin, 07/02/2011 09:00 WIB - Tri Sulistiyani

HARIAN JOGLOSEMAR

LAWEYAN—Kereta Api kuno Jaladara, diusulkan agar menyiapkan restoran kecil di dalamnya, untuk menarik peminat. Operasional Jaladara, selama ini kembang kempis, karena keterbatasan dana.

”Mereka meminta tambahan meja kursi kecil untuk lunch di dalam kereta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Purnomo Subagyo, Sabtu (5/2). Usulan itu, katanya dari Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI).

Usulan lainnya, adalah perjalanan kereta diperpanjang, minimal tiga jam. Sebelumnya, kereta api Jaladara, hanya berjalan selama dua jam. ”Usulan itu masuk dalam pertemuan yang kami lakukan,” katanya.

Mereka juga meminta agar dipermudah izin memasang banner di dalam kereta. Sedangkan, soal harga setiap perjalanan hingga fasilitas tambahan itu akan dibicarakan dengan pihak PT KA dan Dinas perhubungan.

Menurut Purnomo, pengelolaan Jaladara akan dibawah kendali Disbudpar. Pihaknya menjamin setiap pesanan akan dilayani. Pesanan bisa dilakukan tiga hari sebelum hari operasional. ”Walaupun nanti ada kerusakan teknis akan kami usahakan tetap jalan, entah nanti penarikan kereta harus dibantu dengan loko lain,” ujarnya.

Setelah pengelolaan di tangan Disbudpar nanti, setiap pelanggan yang ingin memesan bisa langsung menghubungi Disbudpar. Tidak terkecuali tamu hotel yang ingin naik Jaladara. ”Misalnya ada tamu yang menginap di satu hotel, ingin naik Jaladara, nantinya langsung bisa menghubungi Disbudpar,” katanya.

Kalau C1218 tidak siap jalan bisa pakai BB 300 29 Ngakak (tarif jangan lupa disesuaikan lho pak) Ngikik
.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)