Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Barang Kurangi Beban Jalan
#31
semoga cepet terrealisasi,,,,dan semoga ini solusi yang tepat,,,,,,,
Reply
#32
(14-07-2010, 11:44 AM)rayka Wrote: menelaah dari keaadaan di DAOP IX yang untuk pengembangannya tidak begitu banyak butuh perbaikan di wilayah timur adalah di daerah pelabuhan tanjung wangi, atau baloon loop arah pelabuhan meneng, karena jalur ini masih terdapat rel yang udah lebih besardari R33 namun bukan R54, bantalan2 sisa pun sudah beton....


jadi apabila jalur ke pelabuhan diaktifkan, maka gudang2 yang akan aktif adalah gudang bongkar muat semen(bosowa), pupuk (pusri), kontainer (jakarta LLOYD)

kebutuhan loko , 1 buah untuk langsiran

bner tuh. . .apaLagi gak Lama Lagi bakaL dibuka peLabuhan Petikemas di Tanjung Wangi. . . .
KA Barang yg bisa dibuka untuk DAOP IX antara Lain :
1. KA Petikemas/Antaboga (KLM-BW bahkan mungkin bisa TPK-BW)
2. KA Petikemas/Kontainer (KLM-RBP)
3. KA Pupuk (SDT-BW) --> di BW masih ada dan aktif gudang pupuk sriwidjaja yg skrg proses bongkar muat memakai (◣_◢)┌∩┐
4. KA Semen (IDO-BW) --> gak jauh dari peLabuhan Tanjung Wangi maupun Gudang Pusri ada gudang Semen Gresik yg seLama ini proses bongkar muat juga "ditangani" truck2 besar
5. KA Pasir Besi (Lumajang-BW). .KA ini udah diwacanakan namun masih beLum tereaLisasikan

kaLo ke 5 KA Barang ini bisa dioperasikan maka bisa mengurangi beban jaLan hingga 50% Lebih.!!!
untuk para sopir dan kernet (◣_◢)┌∩┐ yg trayeknya dikurangi oLeh angkutan KA. .mereka juga bisa ikut mengawaL KA barang tersebut sehingga mereka tidak kehiLangan pekerjaannya. . .
Reply
#33
(14-07-2010, 12:03 PM)bagus70 Wrote: Saya cuman berharap semoga teori yang saya ajukan bisa berlaku di sini, atau dimanapun.

Tapi kalau urusan pelabuhan, rasanya di Jawa Timur pelabuhan untuk angkutan barang tetaplah Tanjung Perak dan Gresik. Jadi angkutan barang mestinya diarahkan kepada pengembangan pelabuhan-pelabuhan kering (dry port) di daerah DAOP IX untuk diangkut ke kedua pelabuhan ini.....eh sorry, maksud saya yang ke Perak.

Apalagi beberapa produk bumi di daerah DAOP IX ada yang sudah mendunia, seperti kopi (di bahasa Inggris Amerika, istilah "a cup of Java" berarti "secangkir kopi" karena secara tradisionil salah satu varian biji kopi terkenal di Amerika berasal dari Jember); tembakau; serta gula.

Kalau angkutan-angkutan itu dilewatkan ke jalan raya:
1. Apa jalan makin rusak.
2. Berapa jumlah manusia (sopir truk) yang harus dibayar?
3. Kalau kena macet dan "macet" (pemalakan) bagaimana?

(15-07-2010, 06:40 PM)BB 30501 Wrote:
(14-07-2010, 11:44 AM)rayka Wrote: menelaah dari keaadaan di DAOP IX yang untuk pengembangannya tidak begitu banyak butuh perbaikan di wilayah timur adalah di daerah pelabuhan tanjung wangi, atau baloon loop arah pelabuhan meneng, karena jalur ini masih terdapat rel yang udah lebih besardari R33 namun bukan R54, bantalan2 sisa pun sudah beton....


jadi apabila jalur ke pelabuhan diaktifkan, maka gudang2 yang akan aktif adalah gudang bongkar muat semen(bosowa), pupuk (pusri), kontainer (jakarta LLOYD)

kebutuhan loko , 1 buah untuk langsiran

bner tuh. . .apaLagi gak Lama Lagi bakaL dibuka peLabuhan Petikemas di Tanjung Wangi. . . .
KA Barang yg bisa dibuka untuk DAOP IX antara Lain :
1. KA Petikemas/Antaboga (KLM-BW bahkan mungkin bisa TPK-BW)
2. KA Petikemas/Kontainer (KLM-RBP)
3. KA Pupuk (SDT-BW) --> di BW masih ada dan aktif gudang pupuk sriwidjaja yg skrg proses bongkar muat memakai (◣_◢)┌∩┐
4. KA Semen (IDO-BW) --> gak jauh dari peLabuhan Tanjung Wangi maupun Gudang Pusri ada gudang Semen Gresik yg seLama ini proses bongkar muat juga "ditangani" truck2 besar
5. KA Pasir Besi (Lumajang-BW). .KA ini udah diwacanakan namun masih beLum tereaLisasikan

kaLo ke 5 KA Barang ini bisa dioperasikan maka bisa mengurangi beban jaLan hingga 50% Lebih.!!!
untuk para sopir dan kernet (◣_◢)┌∩┐ yg trayeknya dikurangi oLeh angkutan KA. .mereka juga bisa ikut mengawaL KA barang tersebut sehingga mereka tidak kehiLangan pekerjaannya. . .

Semuanya segera terealisasi......sebenarnya kalo semua bisa mendukung bisa saja angkutan barang mulai Merak hingga Bali....masak kalah dengan TITAM
Reply
#34
ya kalo semua bisa terealisasi sebenarnya kebutuhan DAOP IX yang paling utama adalah masalah lokomotif....

jadi hal pertama yang harus dilakukan adalah pemberian lokomotif baru kepada DAOP IX
|warm up|

[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]
Reply
#35
sebenarnya bagis pengalihan angkutan barang dengan moda transportasi KA tetapi harus di dukung prasarannya berupa gudang dan terminal banrang yg memadai

HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY


[Image: 2117305260.jpg]





Reply
#36
semoga wacana ini terlaksana karena tiap tahun potensi jln raya semakin menurun dan ditambahnya lg setiap tahun mobil dan motor makin bnyk populasinya.
jd mengirim barang lewat jalan raya sudah tdk efisien selain tdk menghemat bahan bakar juga mahalnya biaya supir dan kenek.....
Train is never death for my life specially KA Lodaya
Reply
#37
moga2 cepat terealisaskan.....
dan nti DAOP 9 tambah rame...






Reply
#38
Setuju sekali angkutan barang menggunakan kereta api perlu dimaksimalkan. Beban jalan sudah berat, apalagi dengan adanya truk-truk yang berjalan 5-10 km/jam di tanjakan menghambat kendaraan lain, tidak jarang ada truk yang tidak kuat menanjak hingga menyebabkan korban jiwa.kapan ya tindakan nyata pemerintah?
.
Reply
#39
(30-07-2010, 10:08 PM)animaX Wrote: Setuju sekali angkutan barang menggunakan kereta api perlu dimaksimalkan. Beban jalan sudah berat, apalagi dengan adanya truk-truk yang berjalan 5-10 km/jam di tanjakan menghambat kendaraan lain, tidak jarang ada truk yang tidak kuat menanjak hingga menyebabkan korban jiwa.kapan ya tindakan nyata pemerintah?


Kelihatannya sambil nunggu double track lintas utara dan selatan sudah 100% selesai baru bisa angkutan barang terealisasikan, hal ini mengingat jalur sekarang masih belum mencukupi untuk mengakomodasi frequensi kereta yang melintas [ terutama lintasan yang belum menggunakan DT ]. Karena bisnis angkutan barang [ user ] juga menuntut tepat waktu, cepat dan aman, berarti Pemerintah harus segera membenahi dahulu perlintasan serta sistim persinyalan yang modern.
Serta menghidupkan kembali jalur cabang yang potensial ada industri strategisnya.
Xie Xie
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#40
Semangatnya bagus, tapi sayang prasarananya sangat tidak mendukung.
- Tidak ada rel yang bebas gangguan ke Pelabuhan tanjung priok, kalau dipaksakan mengganggu arus lalu lintas di daerah itu, dan rel nya rawan banjir.
- Makin ramai jadwal KA barang berpotensi menggannggu jadwal KRL
- PJL makin sering ditutup, jalan makin macet.
- Tidak ada rel ke kawasan industri: Marunda, jababeka, KBN dsb
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)