Posts: 1,091
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
10
Saya bukan bermaksud berkhayal. Tapi cuma bermaksud membandingkan...dan pengharapan.
Kita semua tahu Tol Cipularang berdampak besar bagi KA Jakarta-Bandung. Efek yang mengenaskan adalah dihapuskannya KA Parahyangan. Permasalahan yang utama adalah jarak tempuh. Jalur KA Cikampek - Padalarang merupakan daerah perbukitan, itulah kenapa jalur KA meliuk-liuk dan mengelilingi lembah dan perbukitan, sehingga menawarkan pemandangan yang eksotis.
Tapi mengapa Jalan Tol Cipularang sepertinya mampu menembus perbukitan dan lembah dengan jalan yang lurus? Walaupun saya dari armada timur dan belum pernah kesana, tapi dari foto satelit (Google Earth) saya menemukan gambaran yang miris. Gambar 1 menunjukkan jalur KA harus memutari lembah terlebih dahulu, sedangkan tol Cipularang dengan tegas melewati lembah tersebut dengan jembatan. Sehingga timbul pertanyaan dalam benak saya kenapa tol Cipularang bisa tapi kenapa jalur KA tidak bisa?
Saya tahu mungkin ini terlalu berkhayal, dan menimbulkan pro dan kontra. Tapi apakah ada solusi lain yang bisa mengalahkan waktu tempuh tol Cipularang sehingga penumpang beralih kembali ke kereta api? Sedangkan diskon harga yang ditawarkan kurang mampu menarik minat penumpang menggunakan KA.
"Sumber Berita"
Gambar 1
![[Image: n2idyg.jpg]](http://i40.tinypic.com/n2idyg.jpg)
Bisa dilihat perbandingan jalur KA dengan tol. Jalur KA memutari lembah sedangkan tol melibasnya dengan jembatan (Cipada) yang panjang dan tinggi.
Gambar 2
![[Image: 3233541.jpg]](http://static.panoramio.com/photos/original/3233541.jpg)
Sumber: http://static.panoramio.com/photos/original/3233541.jpg : photo by anduz
Jembatan Cipada, kenapa jalur KA tidak bisa dibuat seperti ini untuk memotong waktu tempuh?
Posts: 928
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
3
mungkin dari segi teknologi saja, dulu di jaman belanda teknologinya ga semaju jaman sekarang jadi ketika tol cipularang ini dibangun bisa dengan mudah menembus lembah yang cukup curam dibandingkan dengan rel...
Posts: 3,070
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
3
(22-04-2010, 10:27 AM)fun_plano Wrote: Tapi mengapa Jalan Tol Cipularang sepertinya mampu menembus perbukitan dan lembah dengan jalan yang lurus? Walaupun saya dari armada timur dan belum pernah kesana, tapi dari foto satelit (Google Earth) saya menemukan gambaran yang miris. Gambar 1 menunjukkan jalur KA harus memutari lembah terlebih dahulu, sedangkan tol Cipularang dengan tegas melewati lembah tersebut dengan jembatan. Sehingga timbul pertanyaan dalam benak saya kenapa tol Cipularang bisa tapi kenapa jalur KA tidak bisa? Rel buatan jaman dahulu kala, teknologinya belum semaju sekarang pada saat dibuat, sedangkan jalan tol kan baru saja dibuat.
Jalur KA bisa saja dibuatkan seperti jalan tol, lurus, kalo perlu bikin jembatan yg panjang kaya jalan tol, tapi pertanyaannya...berapa investasinya? kapan balik modalnya? siapa yg mau jadi investornya?
Pemerintah atau swasta? ruwet kalo masalah birokrasi dan duit...
jalan KA cuman bisa dilewati KA, kalo tol semua bisa lewat, investasi mungkin (sekali lagi mungkin) lebih menguntungkan jalan tol (cepet balik duitnya).
 hanya sekedar ide...yang lain mungkin?
Posts: 1,091
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
10
(22-04-2010, 10:59 AM)pinguin Wrote: (22-04-2010, 10:27 AM)fun_plano Wrote: Tapi mengapa Jalan Tol Cipularang sepertinya mampu menembus perbukitan dan lembah dengan jalan yang lurus? Walaupun saya dari armada timur dan belum pernah kesana, tapi dari foto satelit (Google Earth) saya menemukan gambaran yang miris. Gambar 1 menunjukkan jalur KA harus memutari lembah terlebih dahulu, sedangkan tol Cipularang dengan tegas melewati lembah tersebut dengan jembatan. Sehingga timbul pertanyaan dalam benak saya kenapa tol Cipularang bisa tapi kenapa jalur KA tidak bisa? Rel buatan jaman dahulu kala, teknologinya belum semaju sekarang pada saat dibuat, sedangkan jalan tol kan baru saja dibuat.
Jalur KA bisa saja dibuatkan seperti jalan tol, lurus, kalo perlu bikin jembatan yg panjang kaya jalan tol, tapi pertanyaannya...berapa investasinya? kapan balik modalnya? siapa yg mau jadi investornya?
Pemerintah atau swasta? ruwet kalo masalah birokrasi dan duit...
jalan KA cuman bisa dilewati KA, kalo tol semua bisa lewat, investasi mungkin (sekali lagi mungkin) lebih menguntungkan jalan tol (cepet balik duitnya).
hanya sekedar ide...yang lain mungkin?
Nah itu...itu masalahnya...kalo misalnya PT.KA bisa menyadari hal ini (apalagi ini wilayah pusat PT.KA) paling tidak membuat studi tentang pembenahan jalur ini dan mencari investor. Kalo dibiarkan terus lama2 jalur ini bisa mati karena kalah bersaing dengan tol cipularang. CMIIW
Posts: 341
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Ini yang ane maksud !!
Kalau jalur Cikampek-Purwakarta sudah mantap cuma yang jadi
masalah adalah jalur Purwakarta - Padalarang, Mengapa jalur ini tidak dibuat
lurus saja atau berseberangan dengan jalur tol Cipularang ?
Aneh mah orang-orang jaman sekarang, kalau begini sudah jelas jalan tol
memang tiada duanya, coba kalau jalan tol dibuat lengkung-lengkung seperti jalur kereta
Purwakarta-Padalarang ! Mabok!
Kalau nggak salah jalan Padalarang-Purwakarta sekitar 40 km tapi dengan kereta ditempuh hampir
satu setengah jam sedangkan dengan mobil hanya 20 menit. Kalau sudah begini ya mau bagimana lagi,
kita nggak bisa menyalahkan siapapun. Selama ini pemerintah hanya sekadar wacana-wacana konyol yang tak pernah terealisasi sekalipun.
Posts: 939
Threads: 0
Joined: Dec 2009
tapi kalau misalnya jalur cikampek - padalarang udah DT apa Cipularang mungkin ???? kecepatan perjalanannya bisa sama kayak tol cipularang ?
yang bisa ditawarkan sekarang dari perjalanan KA dari Bandung ke Jakarta hanya kenyamanan dan wisata. dua hal tersebut yang bisa membuat KA di jalur ini bisa tetap hidup untuk kedepannya.
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
kalau misalnya pro terhadap angkutan massal.......pasti dari kemaren2 akan membuat jalan kereta di samping tol cipularang.........dengan teknologi yang ada di jaman sekarang memungkinkan sekali untuk bisa membuat jalur baru berdampingan dengan jalan tol......
namun semua kembali lagi kepada pemerintah.........kalo mental pemerintahnya masi suka korup dan lebih mementingkan keuntungan pribadi, jangan berharap angkutan kereta akan maju........
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
membangun jembatan KA itu kekuatannya harus jauh lebih kuat dari jembatan tol. satu gerbong 32 ton lebih, dikali 12, ditambah berat lokomotif, dan itu sekali lewat barengan.
kalau jembatan tol yang lewat paling truk kontainer 24 ton lebih, dan jarang-jarang ada macet total disitu. kalau macet total dan pas 10 truk di jembatan, saya rasa jembatannya tidak akan awet.
Railfans mestinya berhitung ekonomi juga, karena balik modal nya lama. Kalau jalur itu diluruskan, trus tiket argogede/parahyangan ditambah surcharge 30ribu, kira-kira setuju nggak ?
Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
(23-04-2010, 08:44 AM)m_ilhami Wrote: membangun jembatan KA itu kekuatannya harus jauh lebih kuat dari jembatan tol. satu gerbong 32 ton lebih, dikali 12, ditambah berat lokomotif, dan itu sekali lewat barengan.
kalau jembatan tol yang lewat paling truk kontainer 24 ton lebih, dan jarang-jarang ada macet total disitu. kalau macet total dan pas 10 truk di jembatan, saya rasa jembatannya tidak akan awet.
Railfans mestinya berhitung ekonomi juga, karena balik modal nya lama. Kalau jalur itu diluruskan, trus tiket argogede/parahyangan ditambah surcharge 30ribu, kira-kira setuju nggak ?
Setuju banget...!!!
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 1,091
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
10
(23-04-2010, 02:54 AM)Agung Wrote: kalau misalnya pro terhadap angkutan massal.......pasti dari kemaren2 akan membuat jalan kereta di samping tol cipularang.........dengan teknologi yang ada di jaman sekarang memungkinkan sekali untuk bisa membuat jalur baru berdampingan dengan jalan tol......
namun semua kembali lagi kepada pemerintah.........kalo mental pemerintahnya masi suka korup dan lebih mementingkan keuntungan pribadi, jangan berharap angkutan kereta akan maju........
Betul... 
Ini ada beberapa titik/spot (selain Gambar 1 di post #1) yang menurut ane memakan banyak waktu tempuh dan seharusnya bisa untuk dibuat jalur baru untuk memotong waktu tempuh. Urutannya dari Purwakarta ke Bandung.
"Sumber Berita"
Gambar 1
![[Image: illyqs.jpg]](http://i39.tinypic.com/illyqs.jpg)
Selepas stasiun Purwakarta. Jalur KA berkelok2 mulai dari utara, ke barat, baru ke selatan. Sedangkan tol cipularang lurus dari utara ke selatan.
Gambar 2
![[Image: erij5g.jpg]](http://i44.tinypic.com/erij5g.jpg)
Beberapa km sebelum terowongan Sasaksaat.
Gambar 3
![[Image: 24cum9t.jpg]](http://i40.tinypic.com/24cum9t.jpg)
Beberapa km sebelum stasiun Padalarang. Bisa dilihat perbedaan jalur KA dengan tol Cipularang.
Mungkin masih ada beberapa titik lagi yang bisa dipotong waktu tempuhnya.
Perhatian: Ini hanya saya liat berdasarkan foto satelit (Google Earth). Saya belum membandingkan dengan ketinggian (dpl) setiap titik.
(23-04-2010, 08:44 AM)m_ilhami Wrote: membangun jembatan KA itu kekuatannya harus jauh lebih kuat dari jembatan tol. satu gerbong 32 ton lebih, dikali 12, ditambah berat lokomotif, dan itu sekali lewat barengan.
kalau jembatan tol yang lewat paling truk kontainer 24 ton lebih, dan jarang-jarang ada macet total disitu. kalau macet total dan pas 10 truk di jembatan, saya rasa jembatannya tidak akan awet.
Railfans mestinya berhitung ekonomi juga, karena balik modal nya lama. Kalau jalur itu diluruskan, trus tiket argogede/parahyangan ditambah surcharge 30ribu, kira-kira setuju nggak ?
Kalo membangun jembatan ane yakin bisa koq..buktinya udah ada kan, jembatan layang jalur KA dari MRI-JAKK yang sampe sekarang awet. Memang dari segi ekonomi mahal dan balik modalnya ga secepat jalan tol. Namun kalo dibiarkan seperti ini, apa bisa jalur ini bertahan dan apa hanya mengandalkan Argo Gede?
|