Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Oleh-oleh Diklat Bagian ke V: Jejak Sejarah Jalur Kereta Api di Nusantara
#11
thank's kang inpohnya lengkap bgt.....Xie Xie

[Image: c.php?f=201111041008494_sepeda6_4eb35741de99c.jpeg]
Dilarang keras membuat Klonengan.....
Reply
#12
saya juga sedang mencoba menyusun sejarah perkeretaapian selengkap-lengkapnya, mumpung referensi hampir lengkap

Reply
#13
akhirnya saya menemukan apa yang saya cari..thanks bro!!!
@kang asep: ditunggu ya kang..
Reply
#14
br tau ada jlr rel di makassar... ada yg blusukan ke sana??
add FB saya yaa... www.facebook.com/biji.ruben
Reply
#15
(31-08-2009, 10:23 PM)asep_0907 Wrote: saya juga sedang mencoba menyusun sejarah perkeretaapian selengkap-lengkapnya, mumpung referensi hampir lengkap

Semoga cepet kelar kang asep
Reply
#16
Makassar - Takalar ... bagaimana dengan peta ini? Tergambar jalurnya dari Makassar - Tanette juga? Akuratkah peta ini? Ataukah hanya blue print yang tak pernah selesai ...


[Image: Tramwegen_Celebes.jpg]

Sumber : http://www.2bangkok.com/2bangkok/srt/srt.shtml

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#17
(31-08-2009, 10:23 PM)asep_0907 Wrote: saya juga sedang mencoba menyusun sejarah perkeretaapian selengkap-lengkapnya, mumpung referensi hampir lengkap

Kang asep kalo yang ditulis di Kompas pada tanggal 24 Juli 2009 itu termasuk yang lagi disusunkan?
Contohnya ini:

Kompas Wrote:Napak Tilas Jalur Kereta Api Tertua

Laporan wartawan WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Jumat, 24 Juli 2009

[Image: 1232151p.jpg]

[Image: 1232529p.jpg]
Inilah tampang peron Stasiun Samarang. Perhatikan besi melingkar d kiri atas. Kondisi sekarang, peron sudah jadi petak-petak rumah warga. Besi lengkung yang di sisi dalan sudah tidak ada, yang tersisa hanya beberapa besi di sisi luar
Gedung ini diduga bekas Stasiun Kerata Api Samarang. Perhatikan besi melengkung di sisi kanan, bandingan dengan gambar lama Stasiun Semarang.


KOMPAS.com — Menelusuri jejak sejarah sebuah kota tentu tak akan lepas dari keberadaan alat transportasi kota itu sendiri. Keberadaan jalur kereta api, misalnya. Di Jawa, jalur kereta api mulai dibangun oleh Nederlandsche-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau Maskapai KA Hindia Belanda pada 1864. Keberadaan jalur kereta api di Jawa menjadikan Indonesia sebagai negeri tertua kedua di Asia, setelah India, dalam soal jalur kereta api. Lokasi stasiun pertama di Nusantara memang masih diperdebatkan, antara Samarang dan Kemidjen. Keduanya di Semarang, Jawa Tengah.

Deddy Herlambang dari Indonesian Railway Preservation Society (IRPS)—komunitas pencinta kereta api—menegaskan, setelah melalui penelitian, ditemukan bahwa Samarang adalah stasiun tertua di Indonesia yang menghubungkan Semarang-Tanggung (Samarang-Tangoeng).

Kondisi Stasiun Samarang, yang diresmikan pada 10 Agustus 1867 di area bernama Spoorland atau Tambaksari ini, tak ubahnya kampung padat penduduk. Mbah Lan (81) adalah salah satu saksi sejarah perjalanan bekas stasiun pertama ini. "Ini sudah ndak dipakai sejak 1914. Saya ke sini tahun 1948 sudah jadi rumah-rumah pegawai kereta api," ujarnya.

Yang menakjubkan, menjelajah kampung Spoorland ini, kita akan melihat rangka bangunan yang masih begitu gagah. Meski beberapa bagian sudah dibongkar, tapi kayu jati asli bentang kuda-kuda 8 meter tanpa sambungan, besi penyangga selasar juga masih asli, dan penampang masuknya udara dan sinar di tembok bagian atas masih terlihat. Kemudian, di antara rumah ini pula, terdeteksi bekas peron. Tampak jelas bangunan ini mengalami penurunan. "Kawasan ini tenggelam 2-3 meter," ungkap Deddy.

Penemuan Stasiun Samarang di awal 2009 oleh IRPS ini tentu masih diperdebatkan pihak PT KA. Namun, IRPS tak sembarang memutuskan, mereka bergerak secara ilmiah dengan pendanaan swadaya. Dalam penelusuran tersebut, IRPS beberapa kali menyambangi kawasan Kemijen dan Tambaksari sekaligus menyusur para tetua mantan karyawan kereta api. Namun, hasilnya nihil. Asumsi mereka, jika bangunan telah dibongkar atau tenggelam, fondasinya tentu masih ada.

“Akhirnya kami nemu peta kuno, ada koordinatnya. Terus kami analisis pakai (peta) Google. Soalnya, kondisinya kan beda, dari peta kuno dan existing. Kami bawa GPS ke lokasi, kami temukan di kawasan Spoorland. Untuk mengetahui di mana letak bekas stasiun itu, untungnya ada Mbah Lan yang bisa menunjukkan bangunan yang sudah dibuat petak-petak untuk hunian penduduk,” ujar Deddy.

Meski Mbah Lan yang kini berusia sekitar 81 tahun tak tahu-menahu perihal keberadaan Stasiun Samarang sebagai stasiun pertama di Indonesia, IRPS langsung menetapkan bangunan yang kini dihuni warga itu adalah bekas stasiun dari tahun 1867. “Bentuknya memang sudah tidak terlihat, tapi dari foto-foto lama yang kami cari, stasiun ini terlihat megah,” tambah Deddy.

Selain itu, lokasi stasiun ini memang tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Emas. Belanda membangun jalur kereta api dan stasiun tak lain juga sebagai alat transportasi pengiriman barang dari dan ke pelabuhan.

Maka, informasi yang menyatakan bahwa Stasiun Kemidjen adalah stasiun pertama di Indonesia bisa dikatakan tak lagi berlaku. Meski besar kemungkinan pihak PT KA belum mengakui, dari pengalaman Warta Kota berkutat mencari referensi tentang stasiun pertama di Indonesia, Stasiun Kemidjen, tak ditemukan. Hampir semua buku, dalam referensi Belanda maupun Inggris, menyebutkan bahwa Stasiun Samarang sebagai stasiun yang menghubungkan Samarang-Tangoeng (Semarang-Tanggung) yang mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867. Nama Stasiun Kemidjen sulit ditemukan.

Jika memang temuan IRPS ini masih meragukan di mata penguasa atau pihak lain yang terkait dengan keberdaan jalur kereta api, tentu ada baiknya penelitian lebih mendalam segera digelar. Dengan begitu, warga tak lagi dibikin bingung antara Samarang dan Kemidjen.

Batavia Noord
Setelah bicara soal Samarang, lantas bagaimana dengan Batavia? Kapan dan di mana stasiun pertama di Batavia? Dalam beberapa referensi tertulis, NIS membangun Batavia Noord (Batavia Utara), jalur kereta api pertama yang melayani jalur Klein Boom dari sekitaran Sunda Kelapa-Gambir (Koningsplein), pada 1871.

Jalur Batavia-Buitenzorg (Bogor) dimulai 1873. Lokasi Batavia Noord ada di belakang Museum Sejarah Jakarta (MSJ) kini. Tentu, sudah tak berbekas. Nama Beos berasal dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai KA Batavia Timur). Namun, ada pula yang mengaitkan Beos dengan Batavia En Omstreken (Batavia dan sekitarnya).

Batavia Zuid (Batavia Selatan) muncul tak lama kemudian, masih oleh NIS, sebelum akhirnya dijual kepada perusahaan kereta api negara atau Staatssporwegen (SS) pada periode akhir abad ke-19. Jalur Batavia-Buitenzorg menyusul kemudian dibeli SS. Stasiun Batavia Zuid ini kemudian dibangun kembali pada tahun 1926 oleh FJL Ghijsels menjadi Stasiun Jakarta Kota, seperti yang sekarang ini ada.
Kompas.com

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#18
Baru tau juga di makassar ada Rel kereta. ayo donk tim mblusukan ke makasar cr sisa2 rel disana siapa tau nanti bs trwujudkan rel Ka disana yg slama ini diperkirakan tdk ada.
Reply
#19
Kata Buyut ane ....

Emg d makassar prnah ad kreta .... tp klo gk slh d cabut sm Jepang...

Klo salah monggo d koreksi Jadi Malu...Jadi Malu...Jadi Malu...
Mengejar Rangkaian 7123F Asik..
Reply
#20
(04-07-2010, 01:43 PM)estting Wrote: Kata Buyut ane ....

Emg d makassar prnah ad kreta .... tp klo gk slh d cabut sm Jepang...

Klo salah monggo d koreksi Jadi Malu...Jadi Malu...Jadi Malu...

Jalur Makassar Takalar dibangun tahun 1922 dan dihentikan operasinya tahun 1930. Jadi sebelum jaman Jepang jalur ini sudah tidak dipakai lagi. Tapi mungkin juga lho pembongkaran sisa-sisanya baru dilakukan waktu Jepang masuk.

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)