Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
26-11-2016, 06:59 PM
(This post was last modified: 28-11-2016, 09:27 PM by BAMBANG EKO.)
Rekan forumers di S 35 tercinta
Gemas rasanya melihat jalur KA Semarang - Solo yang terasa sepi di siang hari , tanpa lalu lalang dan deru mesin lokomotip yang melaju, Padahal jalur ini adalah cikal-bakal lintas KA yang dibangun dan sebagai pembuka trayek KA di Indonesia,
Saat masih Perusahaan KA ini bernama PJKA , lintas ini dilayani oleh 3 atau 4 rangkaian KA Pattas Pandanaran dengan rangkain Lokomotip BB 200 atau BB 301 membawa 4 K3 plus 1 B , Malang tak dapat ditolak dan mujur tak dapat diraih , sekitar th 1977 an jembatan yang menghubungkan Telawah - Karangsono hanyut diterjang banjir , Lintas ini menjadi mati suri , hidup segan mati tak mau.Hingga sekarang untuk KA Lokal hanya ada 1 rangkain yang melintas di petak ini , KA Kalijaga yang menggunakan rangkaian idle KA Bengawan relasi Solo - Pasar Senen
Di tahun 2014 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) gencar melakukan penambahan trayek KA di pelbagai Daop dengan cara memanfaatkan rangkaian idle seperti
1. KA Kertajaya dijalankan kembali sebagai KA Maharani. > Sukses dan bertahan sampai sekarang
2. KA Bangunkarta berjalan sebagai KA Gopakarta s/d sekarang
3. KA Harina berjalan sebagai KA Goparina s/d sekarang
4. KA Turangga berjalan sebagai KA Goparangga s/d sekarang
5. KA Progo berjalan sebagai KA Tegal Ekspres hingga sekarang.
6. KA Bengawan Beroperasi sebagai KA Kalijaga s/d sekarang
7. KA Senja utama Solo sebagai KA Sidomukti
8. KA Jaka Tingkir berjalan sebagai KA Joglokerto hingga kini.
dan juga ada beberapa kegagalan seperti KA Mutiara Selatan Berjalan sebagai KA Sarangan Ekspres , KA Progo sebagai KA Ajisaka karena okupansinya minim.
Berangkat dari hal di atas , penulis ingin rasanya mengusulkan beberapa rangkaian KA igle dioperasikan kembali sebagai KA baru untuk membangkitkan kembali masa kejayaan lintas SMT - SLO sbb.
1. KA Progo didaulat untuk berjalan sebagai KA EKSPRES PANDANARAN LPN - SLO - SMT
tiba dari PSE istirahat sebentar .
KA PANDANARAN I
sta Lempuyangan 07.30
sta Klaten 08.00
Sta Purwosar 08.35
Sta Balapan 08.45
Sta Gundih 09.30
Sta Kedungjati 10.15
StaSMC 11.00
Balikke YK
KA PANDANARAN II
sta SMC 11.30
sta Kedungjati 12.15
sta Gundih 13.00
sta Balapan 13.45
sta Purwosari 13.55
sta Klaten 14.25
sta Lempuyangan 15.00
Istirahat di LPN untuk pembersihan dan persiapan berangkat ke PSE sebagai KA PROGO sekitar 2,5 jam
Ber Lempuyangan 17.30 tiba di PSE 02.00
2. KA BENGAWAN di Resceduling dengan menambah perka sbb
KA KALIJAGA I
Sta. Purwosari 05.30
sta. Balapan 05.36
Sta. Gundih 06.18
Sta. Kedung Jati 07,05
Sta. Semarang Tawang 07.50
Sta. Semarang Poncol 08.00
KA KALIJAGA II
Sta. Semarang Poncol 08.30
Sta. Semarang Tawang 08.37
Sta. Kedung Jati 09.20
Sta.Gundih 10.12
Sta. Solo Balapan 10.55
Sta. Purwosari 11.00
KA KALIJAGA III
Sta. Purwosari 11.30
Sta. Solo Balapan 11.36
Sta. Gundih 12.15
Sta. Kedung Jati 13.00
Sta. Semarang Tawang 13.45
Sta. Semarang Poncol 13.55
KA KALIJAGA IV
Sta. Semarang Poncol 14.30
Sta. Semarang Tawang 14.38
Sta. Kedung Jati 15.15
Sta. Gundih 16.00
Sta. Solo Balapan 16.50
Sta. Purwosari 17.00
Jam 19.00 berangkat ke PSE sebagai KA BENGAWAN PWS - PSE
tiba di PSE jam 04.30 merupakan waktu yang ideal bagi penumpang KA Bengawan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah dengan berganti moda transportasi lain. Masih ada waktu sekitar 7 jam untuk perawatan , pembersihan rangkaian , karena jam 11.30 baru diberangkatkan kembali dari PSE menuju Solo
3. KA BATHARA KRESNA
Rangkaian ini diperpanjang sampai Semarang setelah bertugas menyusuri lintas yang sudah ada, Solo-Wonogiri 2 X PP
1 KA BATHARA KRESNA I
sta Purwosari 06.00
sta Wonogiri 07,35
2 KA BATHARA KRESNA II
sta Wonogiri 08.00
sta Purwosari 09.45
3.KA BATHARA KRESNA III
sta Purwosari 10,00
sta Wonogiri 11.45
4. KA BATHARA KRESNA IV
sta Wonogiri 12.15
sta Purwosari 14.00
Setelah sampai di Purwosari , Rangkaian ini didaulat berjalan sebagai KA PANDANWANGI relasi PWS - SMC sbb :
KA PANDANWANGI I
sta Purwosari 14.30
sta Semarang Poncol 17.00
KA PANDANWANGI II
sta Semarang Poncol 17.30
sta Purwosari 20.00
Kesimpulannya
Lintas SLO - SMC dan sebaliknya dilayani oleh 4 KA LOKAL
sbb :
1. KA KALIJAGA I PWS > SMC 05.30 - 08.00
2. KA PANDANARAN I LPN > PWS > SMC 07.30 - 08.45 - 11.00
3. KA KALIJAGA III PWS > SMC 11.30 - 13.55
4. KA PANDANWANGI I PWS > SMC 14.30 - 17.00
1. KA KALIJAGA II SMC > PWS 08.30 - 11.00
2, KA PANDANARAN II SMC > PWS > LPN 11.30 - 13.45 - 15.00
3. KA KALIJAGA IV SMC > PWS 14.30 - 17.00
4. KA PANDANWANGI II SMC > PWS 17.30 - 20.00
Demi meramaikan kembali forum ini mohon para forumer memberikan tanggapannya
tq
Posts: 436
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
Saya komentar dikit ya...
Mengenai Bathara Kresna, kan wujudnya railbus, apakah cocok jalan jauh ke Semarang??
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
28-11-2016, 11:09 AM
(This post was last modified: 28-11-2016, 09:29 PM by BAMBANG EKO.)
(26-11-2016, 10:15 PM)paulus Wrote: Saya komentar dikit ya...
Mengenai Bathara Kresna, kan wujudnya railbus, apakah cocok jalan jauh ke Semarang??
coba sharing :
1. Untuk ke Semarang gradiennya ngga berat / hampir nggak ada tanjakan yang terjal , cenderung datar.
2. Jarak Solo - Semarang sekitar 110 km
3. Mesin Rail Bus dirancang mirip-mirip dengan KRD/KRDI
4. Pernah saya baca , pruduktifitas KRD per hari idealnya adalah 500 km, sedangkan total produktifitas RB Bathara Kresna baru sekitar 150 km per hari , masih ada peluang untuk ditambah. Jika saja diperpanjang sampai Semarang , pencapaian produktivitasnya baru sekitar 370 km perhari , masih ada waktu untuk beristirahat dan perawatan.
5. Stasiun kecil yang tidak disinggahi KA Kalijaga dapat dilayani oleh RB ini sehingga seluruh masyarakat yang berdekatan dengan Stasiun di lintas Semarang-Solo dapat mengakses KA sebagai perwujudan keadilan sosial.
6. Pada saat KRD Nippon Sharyo baru datang , pernah diuji-coba menggantikan rangkaian KA Tawang Mas di lintas SMT > PSE , terbukti dengan sangat gemilang , hampir tidak ditemukan masalah bahkan datang di stasiun tujuan hampir selalu on time , jika dibandingkan dengan KA Tawang Mas yang menggunakan rangkaian biasa yang ditarik lokomotip.
7. Dapat membuka peluang terbukanya trayek baru Wonogiri - Semarang.
demikian , semoga menjadikan pertimbangan,
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
Quote:Paulus
26-11-2016, 10:15 PM
Saya komentar dikit ya...
Mengenai Bathara Kresna, kan wujudnya railbus, apakah cocok jalan jauh ke Semarang??
Rail Bus kan Setara dengan KRDI
KA Blora Jaya yang menggunakan rangkaian KRDI dalam sehari mampu menempuh jarak sekitar 140 km x 4 = 560 km.
O iya . KA Kedung Sepur sepertinya juga masih ada slot kosong , sehingga masih dapat ditambah jadwalnya , btw sekarang baru menempuh jarak 60 km x 4 = 240 km
tinggal okupansi penumpang saja yang harus menjadi bahan pertimbangan
Posts: 346
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
3
Hihihi kalo diberlakukan gitu, rangkaian Progo sedikit lagi muterin Tegal-Cirebon-Purwokerto-Jogja-Solo Semarang tuh.
Sebagai Progo, Tegal Ekspres, sama usulan Pandanaran.
Kalo diliat dari jadwal yang diusulkan, rangkaiannya akan lebih lama istirahat di Jakarta, walaupun sebenarnya juga enggak lama banget. Kalo misal ada gangguan di lintas, alamat kacau balau tuh kalo ga punya rangkaian cadangan.
Posts: 605
Threads: 0
Joined: Mar 2014
Reputation:
4
01-12-2016, 08:05 AM
(This post was last modified: 01-12-2016, 08:06 AM by Ardhani Muhad.)
[quote='BAMBANG EKO' pid='430810' dateline='1480161571'
1. KA Progo didaulat untuk berjalan sebagai KA EKSPRES PANDANARAN LPN - SLO - SMT
tiba dari PSE istirahat sebentar .
KA PANDANARAN I
sta Lempuyangan 07.30
sta Klaten 08.00
Sta Purwosar 08.35
Sta Balapan 08.45
Sta Gundih 09.30
Sta Kedungjati 10.15
StaSMC 11.00
Balikke YK
KA PANDANARAN II
sta SMC 11.30
sta Kedungjati 12.15
sta Gundih 13.00
sta Balapan 13.45
sta Purwosari 13.55
sta Klaten 14.25
sta Lempuyangan 15.00
Istirahat di LPN untuk pembersihan dan persiapan berangkat ke PSE sebagai KA PROGO sekitar 2,5 jam
Ber Lempuyangan 17.30 tiba di PSE 02.00
------------------------------------------
3. KA BATHARA KRESNA
Rangkaian ini diperpanjang sampai Semarang setelah bertugas menyusuri lintas yang sudah ada, Solo-Wonogiri 2 X PP
1 KA BATHARA KRESNA I
sta Purwosari 06.00
sta Wonogiri 07,35
2 KA BATHARA KRESNA II
sta Wonogiri 08.00
sta Purwosari 09.45
3.KA BATHARA KRESNA III
sta Purwosari 10,00
sta Wonogiri 11.45
4. KA BATHARA KRESNA IV
sta Wonogiri 12.15
sta Purwosari 14.00
Setelah sampai di Purwosari , Rangkaian ini didaulat berjalan sebagai KA PANDANWANGI relasi PWS - SMC sbb :
KA PANDANWANGI I
sta Purwosari 14.30
sta Semarang Poncol 17.00
KA PANDANWANGI II
sta Semarang Poncol 17.30
sta Purwosari 20.00
Kesimpulannya
Lintas SLO - SMC dan sebaliknya dilayani oleh 4 KA LOKAL
sbb :
1. KA KALIJAGA I PWS > SMC 05.30 - 08.00
2. KA PANDANARAN I LPN > PWS > SMC 07.30 - 08.45 - 11.00
3. KA KALIJAGA III PWS > SMC 11.30 - 13.55
4. KA PANDANWANGI I PWS > SMC 14.30 - 17.00
1. KA KALIJAGA II SMC > PWS 08.30 - 11.00
2, KA PANDANARAN II SMC > PWS > LPN 11.30 - 13.45 - 15.00
3. KA KALIJAGA IV SMC > PWS 14.30 - 17.00
4. KA PANDANWANGI II SMC > PWS 17.30 - 20.00
Demi meramaikan kembali forum ini mohon para forumer memberikan tanggapannya
tq
[/quote
Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala
Regards,
Public Transportation Enthusiast
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
03-12-2016, 01:42 PM
(This post was last modified: 03-12-2016, 02:19 PM by BAMBANG EKO.)
Quote: Ardhani Muhad
Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala
Ijin menanggapi juga
> Kalau masalah antri cuci mungkin sarana untuk mencuci rangkaian yang harus ditambah baik emplasemen ,instalasi air dan tenaga kerjanya atau pengaturan jadwal kerjanya yang harus diatur ulang
> Rangkaian RB / KRD / KRDE / KRDI memang telah mendapatkan perhatian khusus,tetapi selama masih dalam batas jam kerja dan daya jelajah sepertinya masih bisa dimaksimalkan
sebagai contoh
> rangkaian yang ditarik Lokomotip semisal KA Kertajaya dalam1 hari mampu menjelajah :
PSE > SBI ( 720 km ) + SBI > SMC ( 280 km ) + SMC > SBI ( 280 km ) = 1280 km
> Contoh untuk rangkaian KRDI Cepu Ekspres
CU > SBI ( 140 km ) + SBI > CU ( 140km ) + CU > SMC ( 140 km ) + SMC > CU ( 140km )
jadi untuk KRDI sudah terbukti mampu menjelajah sejauh 560 km per hari.
demikian tanggapan saya . mohon koreksi dan tanggapannya agar forum lebih semarak.
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
04-12-2016, 04:12 PM
(03-12-2016, 01:42 PM)BAMBANG EKO Wrote: Quote: Ardhani Muhad
Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala
Ijin menanggapi juga
> Kalau masalah antri cuci mungkin sarana untuk mencuci rangkaian yang harus ditambah baik emplasemen ,instalasi air dan tenaga kerjanya atau pengaturan jadwal kerjanya yang harus diatur ulang
> Rangkaian RB / KRD / KRDE / KRDI memang telah mendapatkan perhatian khusus,tetapi selama masih dalam batas jam kerja dan daya jelajah sepertinya masih bisa dimaksimalkan
sebagai contoh
> rangkaian yang ditarik Lokomotip semisal KA Kertajaya dalam1 hari mampu menjelajah :
PSE > SBI ( 720 km ) + SBI > SMC ( 280 km ) + SMC > SBI ( 280 km ) = 1280 km
> Contoh untuk rangkaian KRDI Cepu Ekspres
CU > SBI ( 140 km ) + SBI > CU ( 140km ) + CU > SMC ( 140 km ) + SMC > CU ( 140km )
jadi untuk KRDI sudah terbukti mampu menjelajah sejauh 560 km per hari.
demikian tanggapan saya . mohon koreksi dan tanggapannya agar forum lebih semarak.
Quote: Ardhani Muhad
Ijin menanggapi,
1. Semisal rangkaian Progo didaulat menjadi Pandanwangi, ada kendala di pencucian rangkaian mengingat ada KA Bogowonto yang berangkat jam 9 pagi dari LPN. Sepengamatan saya, Bogo dulu yang dicuci baru rangkaian Progo. Makanya waktu pengoperasian KA Ajisaka sempat beberapa kali terlambat gegara antri cuci.
Sebagai solusinya mungkin bisa rangkaian Progo didaulat untuk kereta YK/LPN-MN. Ber LPN jam 10.00, tiba MN 12.30 kemudian Ber MN jam 13.00, tiba YK 15.30. Namun, IMHO mendingan nunggu SLO-MN double track dahulu. Waktu tempuh jadi lebih singkat & semisal ada rinja tidak terlalu mengganggu jadwal KA yang asli
------------------
3. Menurut saya, KRD mending jangan terlalu diajak kerja keras. Saya kurang tahu bagaimana persisnya kesehatan KRD, tapi kayaknya perawatan KRD lebih intens daripada kereta jenis lain. Terus juga diperlukan rangkaian cadangan semisal ada kendala
Quote:Ijin menanggapi juga
> Kalau masalah antri cuci mungkin sarana untuk mencuci rangkaian yang harus ditambah baik emplasemen ,instalasi air dan tenaga kerjanya atau pengaturan jadwal kerjanya yang harus diatur ulang
> Rangkaian RB / KRD / KRDE / KRDI memang telah mendapatkan perhatian khusus,tetapi selama masih dalam batas jam kerja dan daya jelajah sepertinya masih bisa dimaksimalkan
sebagai contoh
> rangkaian yang ditarik Lokomotip semisal KA Kertajaya dalam1 hari mampu menjelajah :
PSE > SBI ( 720 km ) + SBI > SMC ( 280 km ) + SMC > SBI ( 280 km ) = 1280 km
> Contoh untuk rangkaian KRDI Cepu Ekspres
CU > SBI ( 140 km ) + SBI > CU ( 140km ) + CU > SMC ( 140 km ) + SMC > CU ( 140km )
jadi untuk KRDI sudah terbukti mampu menjelajah sejauh 560 km per hari.
demikian tanggapan saya . mohon koreksi dan tanggapannya agar forum lebih semarak.
Oh iya
saat KA Cirebon Ekspres menggunakan stamformasi KRD Nippon Sharyo , dalam 1 hari mempunyai jarak jelajah
219 km x 4 = 876 km
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
06-12-2016, 09:13 PM
(This post was last modified: 06-12-2016, 09:56 PM by BAMBANG EKO.)
Program optimalisasi rangkaian dengan cara memanfaatkan rangkaian idle ini sudah dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semasa masih jaman PJKA.
sebagai contoh sbb :
> Rangkaian KA Senja Utama Solo yang " bobok manis " di siang hari didaulat untuk berjalan sebagai KA Prambanan Ekspres 2 x sehari. Karena waktu tempuh yang menjanjikan membuat pemerjalan Solo - Yogya ini menjadikan andalan karena lebih cepat dari moda ban karet , okupansi merambat naik , pelan tapi pasti . Hitung punya hitung para Abdi dalem Daop 6 ini menyimpulkan bahwa tidak ada ruginya kalau KA Prameks ini mempunyai armada sendiri. Lahirlah KRD Nippon Sharyo sebagai armada KA Pramek yang pada awalnya melintas di petak Solo - Yogya 4 Trip perhari.
> Rangkaian KA Senja Utama SMT - PSE yang pada awalnya menikmati istirahat panjang di siang hari didaulat menjadi KA Fajar Utama SMT - PSE dengan rangkaian BB 200 - 4 K2 - KM2 - BP yang dioperasikan pada hari tertentu , Sabtu , Minggu dan Senin. Setelah sukses mendulang fulus maka rangkaian KA ini dijadikan KA Reguler dan pada akhirnya didaulat meluncur 1 minggu penuh atau 7 x per minggu.
demikian pula KA Fajar Utama Yogya yang juga menggunakan rangkaian KA Senja Utama YK dengan stamformasi CC 201 - 6 K2 - MP
mungkin ada yng mau nambahiin , monggo.
|