Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
lintas cirebon-kuningan-majalengka
#21
dari beberapa kasus antara jalan raya dan rel KA,beserta instansi yang berwenang..

kayaknya hubdar jabar emang 'lain sendiri' kok..
693-5073-893-673
Reply
#22
kayaknya harus buka jalur baru soalnya gak mungkin kalo pake yang lama, selain udah ketutup aspal dan bangunan jalur tersebut udah rame banget
Reply
#23
Sepertinya pembangunan Rel KA Melalui Cadas Pangeran itu sangat mustahil di laksanakan jika kalau kata mas Illia masih mentingin perut sendiri :p , dan jalur ini memang terkenal terjal, ga boleh asal2an bikinnya , pasti penuh dana besar .Kita lihat saja selanjutnya gimana Big Grin
Reply
#24
TS ini rancu, Cirebon-Kuningan-Majalengka tidak pada satu jalur. Kuningan dari Cirebon ke selatan, sulit dibangun jalur kereta karena dari Cirebon ke selatan langsung naik kecuali memutar dari Sindang Laut. Majalengka dari Cirebon ke barat, sebenarnya sudah ada jalur kereta dari Cirebon ke Majalengka tepatnya Kadipaten. Jalur tersebut beriringan dengan jalur jalan Cirebon-Bandung. Pelebaran jalur jalan Cirebon-Bandung mengorbankan jalur kereta yang ada di sebelahnya khususnya antara Kedawung-Palimanan.

Jalur KA Cirebon-Kadipaten dibangun atas inisiatif bos-bos gula. Sepanjang Cirebon-Kadipaten ada sekitar 3 pabrik gula, Gempol, Jatiwangi dan Kadipaten. Setelah jalur Cirebon-Kadipaten selesai dibangun, bos-bos gula mengusulkan jalur kereta Cirebon-Kadipaten diteruskan sampai ke Bandung tetapi ditolak oleh pemerintah Hindia Belanda, saya kurang tahu apa alasannya.

Bisa saja dibuat jalur Cirebon-Bandung tapi harus jalur baru, apalagi di Majalengka akan dibangun bandara internasional, letaknya persis antara Cirebon-Bandung, sayang kalau tidak dihubungkan dengan jalur kereta. Dari Bandung akan memakan waktu lama untuk sampai ke bandara internasional yang baru tersebut. Repotnya Dishub Jabar emang paling aneh diantara Dishub lainnya di Jawa. Mereka sepertinya lebih suka mengeluarkan ijin untuk angkutan kecil, kalau jarak pendek ngga masalah, tapi seringnya angkutan kecil di Jabar digunakan untuk jarak jauh. Angkutan masal sepertinya tidak masuk prioritas. Bisa dilihat kota-kota di Jawa Barat penuh dengan angkot. Angkutan antar kota dikuasai elf bukan bumel apalagi kereta.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)