Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penertiban Penumpang KRL di Stasiun Pasar Minggu Ricuh
#41
menurut saya naik kereta ekonomi non ac bogor tidak rasional.
Reply
#42
[spoiler]
(13-05-2011, 11:11 PM)masukangin Wrote: Saya sudah muak lihat kelakuan kambing / monyet biadab yg merusak. Terutama stelah PLH (termasuk menurut sya) di MRI.

saran saya buat pt KCJ :


1. Tinggi kabel LAA diturunkan serendah mungkin.

2. Remajakan atau perbaiki armada KRL eko yang ada. Perbaiki pintu otomatis yg ada. Supaya tidak ada yg bergelantungan

3. Akselerasi dan kecepatan KRL ditingkatkan. Jangan berikan kenyamanan pada penumpang yg berada di luar krl.

4. (andai) dibuatkan sistem subway seperti di luar negeri. Atau khusus untuk KRL dibuatkan Peron yang memiliki terowongan (dari beton).
(supaya tidak bisa naik ke atap karena terowongan yg ngepas dgn ukuran kereta)

5. ambil foto wajah pelanggar yg tertangkap. Lalu pajang di setiap stasiun dan publikasikan di website.

6. Tumpas para pengamen, pengemis, tukang sapu, juga asongan yg berada di dalam krl. Karena jumlah mereka saya yakin jika dikumpulkan dalam 1 rangkaian akan memakan 3-4 gerbong dari 8 gerbong yg ada

7. Tanam di atap gerbong semacam pecahan beling. Bisa juga dgn mengalirkan arus listrik kejut (minimal ky raket nyamuk)

8. Setiap PJL atau 300 meter sebelum stasiun pasang semacam plang baja atau beton(seperti penunjuk arah di jalan raya. Hanya ini mengikuti bentuk atap, tetapi di tengahnya disesuaikan untuk pantograf)
supaya yg menumpang diatap berpikir 1000 x. Kecuali ya dia mau mati krn cium tembok dadakan di kecepatan tinggi.


10. Tambah unit armada baru. Karena untuk menambah panjang rangkaian menurut saya tidak mungkin. Sebab banyak stasiun yg memiliki peron pas2an

11. khusus untuk penumpang terutama atapers. Kalo mau dapat tempat harusnya berangkat lebih pagi. Bukan datang disaat2 rush hour. Tentang kasus dipecat karena telat ya itu salah sendiri. Kenapa berangkat di jam sibuk?


segini dulu. Mudah2an bermanfaat
[/spoiler]

Andai usul 1 dan 8 digabung, maka...
Kabel LAA diturunkan saat memasuki viaduk... Cawang, contohnya...
Kalau tengahnya disesuaikan untuk pantograf, para spiderman kopong masih bisa berlindung di balik pantograf.
Kabel LAA-nya direndahkan serendah LAA di Sta. THB.
Dan sebelum terowongan, dipasang taspat minimum 50 km/jam.
Maka puaslah para atapers kopong layaknya krim yang diseka dari pisau...

Nambah...
[spoiler][Image: japan-commuter-train2.jpg][/spoiler]
Reply
#43
Yang jelas :
Hoooo... + Kambing Gaya + Depok Express = [Image: 16686917427596032441066.th.jpg]

Uploaded with ImageShack.us[Image: overstappen.png]
Nyawamu akan kunanti2kan di rangkaian KA wahai sobat...!

Reply
#44
ampun deh mas, sabtu sore 21 may 2011 jam 19.00 sore / malam dari kantor saya di depan stasiun Juanda

saya lihat KRL ekonomi non AC di atapnya dari gerbong depan sp belakang penuh dengan manusia keyenya penertiban tidak di indahkan oleh mereka Sedih

bener mas penuh manusia dari depan sp belakang di atapnya Heran

Depok Express
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#45
(22-05-2011, 09:03 AM)krisnasip Wrote: ampun deh mas, sabtu sore 21 may 2011 jam 19.00 sore / malam dari kantor saya di depan stasiun Juanda

saya lihat KRL ekonomi non AC di atapnya dari gerbong depan sp belakang penuh dengan manusia keyenya penertiban tidak di indahkan oleh mereka Sedih

bener mas penuh manusia dari depan sp belakang di atapnya Heran

Depok Express

itulah realita yg ada. sampai kapanpun atau mungkin sampai kiamat, krl jabotabek begitu trus.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)