Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengen Tw sejarahnya KA apa aja yg uda jadi korban PLH
#1
Video 
Ngiler Ada Yang Tw kagak KA apa aja yg mengalami PLH.n klo ada,masukin fotonya juga y,ok.Thx
#2
maksudnya Loko plus rangkaiannya gitu??Bingung
coz kalo cuma lok kan udah ada threadnya....trus kalo rangkaian KA harusnya masuk "PLH" bukan "LOKOMOTIF"....hehehehe
bagaimana nih Om Momod??hehehe

Coba jawab ah ..
1. yang terkenal tentu saja Tragedi Bintaro, dimana Kedua LOk mengalami rusak berat dan akhirnya musnah yaitu BB30316 dan BB30616.
Beberapa gerbong hancur, bahkan salah satunya ternyata ada di kebun INKA..( hiiiii jangan2 banyak Kuntilanak )
2. Tragedi PLH Empu Jaya Vs GBMS. Lok Empujaya CC20317 Rusak Berat , KP3-65615 Hancur dan K3 65663 Rusak berat. sedangkan Lok GBMS CC20144 Rusak sedang dan KP3 65703 Rusak Berat.
KA GBMS yang baru saja berhenti di jalur 3 ditabrak dari depan oleh KA Empujaya yang melanggar sinyal..

[Image: banner.jpg]
#3
Yupz...Loko+Rangkaiannya broo...


Maaf q gk tw,cz q ank baru hehehehe......Xie Xie

Yang slaen itu tw lage gk???????


o0o...jadi gerbong bkasnya PLH bintaro ada yg INKA madiun,sblah mananya tch??????

Kasihan bgt mbak kunti sendirian d sana Sedih
#4
Dari berbagai sumber:

19 Oktober 1987, sekitar pukul 07.45 WIB (CMIIW), kereta api komuter asal Rangkasbitung bernomor 225 dengan lebih dari 600 penumpang dengan lok BB 30616 bertabrakan dengan kereta api komuter asal Tanah Abang bernomor 220 yang membawa sekitar 300 penumpang di dalamnya dengan lok BB 30316 di dekat perlintasan Bintaro, Jakarta Selatan. Sedikitnya 102 orang tewas dan 300 lebih orang terluka karena kedua kereta terdepan melompat hingga menutupi lokomotif (telescopic effect).

1 Mei 2000, sekitar pukul 09.10 WIB, kereta api Patas Ekonomi Merak bernomor 209 jurusan Tanah Abang dengan lok BB 303 yang mengangkut sekitar 200 penumpang bertabrakan dengan kereta api "odong-odong langsam" Rangkasbitung bernomor 906 yang membawa sekitar 250 orang penumpang dengan lok BB 301 di Sta 27.388, sekitar 50 meter di bawah jembatan layang Lingkar Timur Bumi Serpong Damai (BSD), sejajar dengan jalan tol Serpong-Bintaro, yang disebabkan karena masinis KA 209 diberikan perintah MS (melanggar sinyal) oleh PPKA Serpong.

25 Desember 2001, sekitar jam 04.33, kereta api 146 Empu Jaya dengan lok CC 20144 posisi SH menabrak kereta api 153 Gaya Baru Malam Selatan dengan lok CC 20317 posisi LH yang sedang menunggu bersilangan di sepur 3 emplasemen stasiun Ketanggungan Barat, Brebes. Tabrakan tersebut terjadi dikarenakan KA 146 melanggar sinyal masuk stasiun Ketanggungan Barat yang beraspek merah (tanda bahwa kereta harus berhenti). Peristiwa ini mengakibatkan 31 orang tewas dan 53 lainnya luka berat termasuk masinis dari KA 146.

10 Juni 2002, jam ± 11:45 WIB, rangkaian langsiran lokomotif BB 30615 yang membawa 7 rangkaian gerbong semen (KKW) bertabrakan dengan rangkaian KA batu bara nomor KA-2807 lokomotif BB 20410 yang membawa 8 gerbong batubara (KKBW) dan lokomotif pendorong BB 30614. Tabrakan terjadi di perlintasan Koto Luar di kilometer 11+450 petak jalan Pauhlima – Indarung.

16 April 2006, Grobogan, 02.15 dini hari. Kereta api Kertajaya dengan masinis Nurhadi dan lok CC 201135R bertabrakan dengan kereta api Sembrani dengan masinis Muhadi dan lok CC 20339. Sebanyak 14 orang tewas. Bermula dari KA Kertajaya yang masuk ke Stasiun Gubug dari arah Jakarta. Saat itu, Kertajaya masuk di Jalur 1. KA Gumarang kemudian masuk ke Stasiun Gubug di jalur 2. Setelah Gumarang melintas, seperti tidak sabar, KA Kertajaya nyelonong keluar stasiun dan masuk ke jalur 2. Padahal, saat itu KA Kertajaya belum diberi aba-aba untuk jalan. Ketika KA Kertajaya masuk ke jalur 2 tiba-tiba KA Sembrani dengan masinis Muhadi datang dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi, dan tabrakan hebat pun tak dapat dihindari.

2 Februari 2007, 08:20 WIB, kereta api penumpang Sri Bilah (masinis M. Amin, 45 tahun) dengan lok BB 303 (tidak diketahui nomor serinya) bertabrakan dengan kereta api barang lokomotif BB 30334 (masinis Asmawan, 40 tahun), di pintu lintasan keluar Stasiun Rantau Prapat, Sumatera Utara. Dugaan awal, penyebab terjadinya tabrakan karena petugas lalai memindahkan jalur rel keluar masuk kereta api. Tabrakan ini mengakibatkan 9 orang luka berat dan 26 luka ringan.

@Logawa_exp:
Bekas PLH Bintaro bukanlah berada di kebun belakang INKA, melainkan ada di belakang kebun Balai Yasa Pengok (hanya tersisa radiator dari salah satu lok yang dirucat).
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
#5
(03-06-2010, 02:17 PM)Charles Wrote: @Logawa_exp:
Bekas PLH Bintaro bukanlah berada di kebun belakang INKA, melainkan ada di belakang kebun Balai Yasa Pengok (hanya tersisa radiator dari salah satu lok yang dirucat).

Ini foto radiator bekas loko PLH Bintaro, masih di kebon loko BY Pengok:

[Image: bintaro_radiator.jpg]

Sumbernya dari sini
#6
tritnya saya gemboks, silahkan cari dan baca trit2 yg ada forum PLH,
Trims



Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)