Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi tentang KRL Kutoarjo-Solo
#1
Lightbulb 
mari kita diskusi tentang berita menggembirakan pagi ini :

Quote:Harianjogja.com, JOGJA – Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, mengatakan realisasi kereta rel listrik relasi Kutoarjo-Solo menunggu pemasangan jaringan listrik aliran atas di sepanjang jalur tersebut.

“Selama jaringan listriknya sudah ada, maka kami akan siap mengoperasionalkan kereta rel listrik (KRL),” kata Jonan, Minggu (10/8/2014).

Menurut dia, operasional KRL untuk melayani penumpang lokal akan sangat efisien karena bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding kereta komuter yang ada saat ini.

Selain itu, operasional kereta komuter bermesin diesel seperti kereta Prambanan Ekspres (Prameks) sangat rentan mengalami kerusakan.

“Kapasitas angkut di tiap gerbong KRL bisa mencapai 200 orang. Jika setiap KRL memiliki delapan gerbong, maka kapasitas angkutnya bisa mencapai 1.600 orang,” katanya.

KRL tersebut akan sangat efisien jika dijalankan secara rutin satu jam sekali, atau minimal 15 kali perjalanan pulang pergi antara Kutoarjo-Yogyakarta-Solo.

Berdasarkan data di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja, rata-rata penumpang kereta Prameks adalah 8.000 hingga 9.000 orang per hari.

Jonan menambahkan, KRL yang nantinya dimanfaatkan di Jogja berasal dari KRL yang ada di Jabodetabek. “Nanti bisa dibangunkan ‘boarding’ sendiri sehingga tidak mengganggu arus penumpang jarak jauh di stasiun,” katanya.

Selama ini, angkutan komuter di Yogyakarta dilayani oleh Kereta Prameks dan Sriwedari.

“Mulai tahun depan, akan ada tambahan cadangan dan tiket Prameks bisa dibeli satu bulan sebelumnya. Pembelian dilakukan untuk tiket pulang-pergi. Jika sudah ada KRL maka sistemnya diganti dengan kartu seperti di Jabodetabek,” katanya.

Selain KRL, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan terus membangun jalur ganda di jalur selatan, khususnya untuk menghubungkan Kroya hingga Purwokerto dan Solo hingga Surabaya.

“Pembangunan jalur ganda diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunan dimulai tahun depan sehingga pada 2017 sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja Susi Muniwati mengatakan kapasitas angkut untuk kereta komuter masih terbatas.

“Kami pun sering menolak penumpang karena batas maksimal angkutan komuter adalah 150 persen,” katanya.

sumber : harianjogja.com tanggal 11/08/2014



[Image: oZvE8vW.jpg]
.
.

santai aja, ga ngejar postingan
Reply
#2
(12-08-2014, 07:45 AM)Banjaran Wrote: mari kita diskusi tentang berita menggembirakan pagi ini :

Quote:Harianjogja.com, JOGJA – Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, mengatakan realisasi kereta rel listrik relasi Kutoarjo-Solo menunggu pemasangan jaringan listrik aliran atas di sepanjang jalur tersebut.

“Selama jaringan listriknya sudah ada, maka kami akan siap mengoperasionalkan kereta rel listrik (KRL),” kata Jonan, Minggu (10/8/2014).

Menurut dia, operasional KRL untuk melayani penumpang lokal akan sangat efisien karena bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding kereta komuter yang ada saat ini.

Selain itu, operasional kereta komuter bermesin diesel seperti kereta Prambanan Ekspres (Prameks) sangat rentan mengalami kerusakan.

“Kapasitas angkut di tiap gerbong KRL bisa mencapai 200 orang. Jika setiap KRL memiliki delapan gerbong, maka kapasitas angkutnya bisa mencapai 1.600 orang,” katanya.

KRL tersebut akan sangat efisien jika dijalankan secara rutin satu jam sekali, atau minimal 15 kali perjalanan pulang pergi antara Kutoarjo-Yogyakarta-Solo.

Berdasarkan data di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja, rata-rata penumpang kereta Prameks adalah 8.000 hingga 9.000 orang per hari.

Jonan menambahkan, KRL yang nantinya dimanfaatkan di Jogja berasal dari KRL yang ada di Jabodetabek. “Nanti bisa dibangunkan ‘boarding’ sendiri sehingga tidak mengganggu arus penumpang jarak jauh di stasiun,” katanya.

Selama ini, angkutan komuter di Yogyakarta dilayani oleh Kereta Prameks dan Sriwedari.

“Mulai tahun depan, akan ada tambahan cadangan dan tiket Prameks bisa dibeli satu bulan sebelumnya. Pembelian dilakukan untuk tiket pulang-pergi. Jika sudah ada KRL maka sistemnya diganti dengan kartu seperti di Jabodetabek,” katanya.

Selain KRL, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan terus membangun jalur ganda di jalur selatan, khususnya untuk menghubungkan Kroya hingga Purwokerto dan Solo hingga Surabaya.

“Pembangunan jalur ganda diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunan dimulai tahun depan sehingga pada 2017 sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja Susi Muniwati mengatakan kapasitas angkut untuk kereta komuter masih terbatas.

“Kami pun sering menolak penumpang karena batas maksimal angkutan komuter adalah 150 persen,” katanya.

sumber : harianjogja.com tanggal 11/08/2014

Semoga Cepat Terealisasi guna meningkatkan mobilitas yg lebih baik lagi di daerah tsb..... Aminn
Reply
#3
(12-08-2014, 08:00 AM)Andi Oktavia S Wrote:
(12-08-2014, 07:45 AM)Banjaran Wrote: mari kita diskusi tentang berita menggembirakan pagi ini :

Quote:Harianjogja.com, JOGJA – Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, mengatakan realisasi kereta rel listrik relasi Kutoarjo-Solo menunggu pemasangan jaringan listrik aliran atas di sepanjang jalur tersebut.

“Selama jaringan listriknya sudah ada, maka kami akan siap mengoperasionalkan kereta rel listrik (KRL),” kata Jonan, Minggu (10/8/2014).

Menurut dia, operasional KRL untuk melayani penumpang lokal akan sangat efisien karena bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding kereta komuter yang ada saat ini.

Selain itu, operasional kereta komuter bermesin diesel seperti kereta Prambanan Ekspres (Prameks) sangat rentan mengalami kerusakan.

“Kapasitas angkut di tiap gerbong KRL bisa mencapai 200 orang. Jika setiap KRL memiliki delapan gerbong, maka kapasitas angkutnya bisa mencapai 1.600 orang,” katanya.

KRL tersebut akan sangat efisien jika dijalankan secara rutin satu jam sekali, atau minimal 15 kali perjalanan pulang pergi antara Kutoarjo-Yogyakarta-Solo.

Berdasarkan data di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja, rata-rata penumpang kereta Prameks adalah 8.000 hingga 9.000 orang per hari.

Jonan menambahkan, KRL yang nantinya dimanfaatkan di Jogja berasal dari KRL yang ada di Jabodetabek. “Nanti bisa dibangunkan ‘boarding’ sendiri sehingga tidak mengganggu arus penumpang jarak jauh di stasiun,” katanya.

Selama ini, angkutan komuter di Yogyakarta dilayani oleh Kereta Prameks dan Sriwedari.

“Mulai tahun depan, akan ada tambahan cadangan dan tiket Prameks bisa dibeli satu bulan sebelumnya. Pembelian dilakukan untuk tiket pulang-pergi. Jika sudah ada KRL maka sistemnya diganti dengan kartu seperti di Jabodetabek,” katanya.

Selain KRL, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan terus membangun jalur ganda di jalur selatan, khususnya untuk menghubungkan Kroya hingga Purwokerto dan Solo hingga Surabaya.

“Pembangunan jalur ganda diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunan dimulai tahun depan sehingga pada 2017 sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja Susi Muniwati mengatakan kapasitas angkut untuk kereta komuter masih terbatas.

“Kami pun sering menolak penumpang karena batas maksimal angkutan komuter adalah 150 persen,” katanya.

sumber : harianjogja.com tanggal 11/08/2014

Semoga Cepat Terealisasi guna meningkatkan mobilitas yg lebih baik lagi di daerah tsb..... Aminn

pake krl hibah jepang juga ya kaya di daop 1 ,atau yg buatan pt inka ya?
Reply
#4
(12-08-2014, 08:00 AM)Andi Oktavia S Wrote:
(12-08-2014, 07:45 AM)Banjaran Wrote: mari kita diskusi tentang berita menggembirakan pagi ini :

Quote:Harianjogja.com, JOGJA – Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, mengatakan realisasi kereta rel listrik relasi Kutoarjo-Solo menunggu pemasangan jaringan listrik aliran atas di sepanjang jalur tersebut.

“Selama jaringan listriknya sudah ada, maka kami akan siap mengoperasionalkan kereta rel listrik (KRL),” kata Jonan, Minggu (10/8/2014).

Menurut dia, operasional KRL untuk melayani penumpang lokal akan sangat efisien karena bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding kereta komuter yang ada saat ini.

Selain itu, operasional kereta komuter bermesin diesel seperti kereta Prambanan Ekspres (Prameks) sangat rentan mengalami kerusakan.

“Kapasitas angkut di tiap gerbong KRL bisa mencapai 200 orang. Jika setiap KRL memiliki delapan gerbong, maka kapasitas angkutnya bisa mencapai 1.600 orang,” katanya.

KRL tersebut akan sangat efisien jika dijalankan secara rutin satu jam sekali, atau minimal 15 kali perjalanan pulang pergi antara Kutoarjo-Yogyakarta-Solo.

Berdasarkan data di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja, rata-rata penumpang kereta Prameks adalah 8.000 hingga 9.000 orang per hari.

Jonan menambahkan, KRL yang nantinya dimanfaatkan di Jogja berasal dari KRL yang ada di Jabodetabek. “Nanti bisa dibangunkan ‘boarding’ sendiri sehingga tidak mengganggu arus penumpang jarak jauh di stasiun,” katanya.

Selama ini, angkutan komuter di Yogyakarta dilayani oleh Kereta Prameks dan Sriwedari.

“Mulai tahun depan, akan ada tambahan cadangan dan tiket Prameks bisa dibeli satu bulan sebelumnya. Pembelian dilakukan untuk tiket pulang-pergi. Jika sudah ada KRL maka sistemnya diganti dengan kartu seperti di Jabodetabek,” katanya.

Selain KRL, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan terus membangun jalur ganda di jalur selatan, khususnya untuk menghubungkan Kroya hingga Purwokerto dan Solo hingga Surabaya.

“Pembangunan jalur ganda diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunan dimulai tahun depan sehingga pada 2017 sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Jogja Susi Muniwati mengatakan kapasitas angkut untuk kereta komuter masih terbatas.

“Kami pun sering menolak penumpang karena batas maksimal angkutan komuter adalah 150 persen,” katanya.

sumber : harianjogja.com tanggal 11/08/2014

Semoga Cepat Terealisasi guna meningkatkan mobilitas yg lebih baik lagi di daerah tsb..... Aminn

Nampaknya thread ini serupa dengan MONGGO DI-KLIK deh. Digabung aja ya



[Image: IMG_20150517_082252_zpsxucdmcqt.jpg]


Reply
#5
Home » Solo

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sebut Proyek KRL Solo-Yogyakarta Terkendala Anggaran
Kamis, 17 November 2016 19:15

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membuat jalur Kereta Api Listrik (KRL) jurusan Solo – Jogja tampaknya belum dapat terealisasi dalam waktu dekat. Executive Vice President (EVP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta Hendy Helmy mengatakan masalah anggaran yang membuat kemungkinan rencana KRL ini tertunda. "Anggaran negara tentu diplotkan masing-masing dan untuk rencana pembangunan KRL Solo – Jogja masih belum,"ujar Hendy saat melihat kedatangan lokomotif Mikado D52099 di Stasiun Solo Balapan, Kamis (17/11/2016).

Namun, Hendy mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku pengusul kebijakan ini ke pemerintah pusat, menurutnya segera merealisasikan jalur KRL. "Kalau keretanya (KRL) sudah ada dari Jakarta. Kami hanya Butuh 4 unit untuk melayani rute Solo – Jogja hingga Kutoarjo. Ya, sambil menunggu kereta yang baru juga untuk rute Jabodetabek,"sambungnya.
Hendy menjelaskan adanya KRL jurusan Solo – Jogja untuk menampung animo pengguna kereta api jurusan tersebut yang begitu tinggi. "Selain itu KRL juga memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding Prameks (Prambanan Ekspres) karena masyarakat juga butuh akses transportasi cepat dan juga nantinya kami memakai KRL untuk jurusan kereta api Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo,"tandasnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng

Sumber :
http://jateng.tribunnews.com/2016/11/17/...a-anggaran

Reply
#6
Thumbs Up 
2022

KRL yogyakarta - solo balapan sudah berwira-wiri , 

progress ke solo jebres sampe palur
Reply
#7
Masih penasaran untuk arah Kutoarjo, Jembatan Bogowonto yang lama itu kan pendek dibanding jembatan baru di sebelahnya, muat untuk LAA ga ya itu?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)