Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[DISKUSI] Alm KA Tirtonadi
#31
Dana Komuter Wrote:21-Jan-2011, 05:38 PMTernyata bangsa kita terlebih Jawa masih percaya takhayul yah... Masa dg mempercayai banyaknya PLH malah niadain jadwal perjalanan yang ada?

@ BAMBANG EKO > Koq aku baru tau kalau ternyata minat masyarakat lebih kepada perjalanan malem yah? Terlebih masyarakat ekonomi menengah ke bawah... Ada faktor kerugiannya gak yah buat mereka baik itu selama di perjalanan maupun setibanya di kota tujuan mrk masing2 dg rangkaian K3 ini? Yah... mungkin lelah di perjalanan, sepinya armada angkutan umum semisal entah di Kutoarjo, Lempuyangan, dll dan masih ada lagi mungkin?

Untuk jarak lebih dari 400 km memang masyarakat ( penumpang ) lebih memilih perjalanan malam btw :

> Bisa beristirahat selama dalam perjalanan
> Kalao mata merem kan nggak jajan , side effect nya ya bisa " Ngirit " lah
> Udara jelas2 lebih sejuk dibandingkan perjalanan siang hari.Xie Xie

> Atau memang KA yang ada hanya perjalanan malam , mau nggak mau ya naik malaem karena nggak ada pilihanNgeledek
Reply
#32
@ RF Dana Komuter
Perjalanan malam lebih diminati karena :
1. Calon penumpang tidak perlu kehilangan waktu kerjanya;
2. Tidak panas karena K3 tidak pakai AC;
3. Transportasi lanjutan di kota tujuan sudah siap beroperasi.
Takhayul memang ada, buktinya KA Empujaya diganti namanya menjadi KA Progo karena sering terjadi PLH sebelumnya. Alasan yuridisnya karena nama KA K3 harus mengacu pada nama sungai. Pengurangan banyaknya perjalananan saya pikir keputusan rasional, tidak ada hubungannya dengan takhayul apapun.
Reply
#33
Miris... jadi urung deh ngebayangin KA Tirtonadi dirangkaian jadi Ekonomi AC deh...Sedih
Kali aja bisa lihat pemandangan unik / gak biasanya KA corak putih streaming biru gitu melintasi petak rel KA Tj. Priok gitu... Apalagi kalo pake singgah di Jakarta Kota dulu, trus posisi loknya berubah deh...Tepuk Tangan
Kalo demikian siap2 aja corak warna eksteriornya harus dibedain ama si Bogowonto supaya pr calon penumpang gak salah naik.Nyengir

Reply
#34
(21-01-2011, 06:21 AM)Dana Komuter Wrote: @ Andrew_CN > Emangnya Tirtonadi [ernah dihidupin lagi, trus dengan rangkaian corak warna spt yg situ tampilin itu?
Aku punya jadwalnya tapi th. 2000 silam :

[Image: image0008k.th.jpg]


Uploaded with ImageShack.us
Tampak jelas rutenya pun dari dan ke stasiun Tj. Priok. Perjalanan awal di pagi hari. Tapi koq masih tanda tanya kenapa berhenti beroperasi yah?

Lha, blom tau?
tiap lebara kan tirtonadi di idupin trus kang
coba d check d gapeka lebaran yg blakang2an ini dha
cuma emank orang pusat tulisinnya bengawan tambahan doank, tapi tetep beberapa sta yg ngerti nyiarinnya d PAP ya pake nama tirtonadi.
itu photo yg gw take si pinjem rangkaian kertajaya punya karna telatan smua.

(21-01-2011, 04:26 PM)Dj_Dj_300791 Wrote: Ini yg ane tau tentang KA Tirtonadi
Quote: KA Tirtonadi
KA yang bernama lain Fajar Ekonomi Solo ini memiliki rute Pasar Senen - Solobalapan, berbeda dengan saudaranya KA Bengawan /Senja Ekonomi SLO yang memiliki rute Tanah Abang - Solojebres. Berangkat dgn stamformasi : Lok + 8K3 + KMP3 dan banyak berhenti di lintas PSE - CKP - CN untuk mengangkut penumpang KA Sawunggalih ekonomi dan KA Gunungjati. Selain itu KA ini juga membidik penumpang komuter lintas PSE-CKP PP. Dilintas CN - PWT, kembali KA ini juga harus banyak berhenti bersilang dgn banyak KA dari Timur. Akibatnya penumpang yang menuju SLO akan sangat kelelahan dan tiba di SLO juga sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan (minim transportasi lanjutan). Pada Perjalanan KA Tirtonadi rute sebaliknya (SLO - PSE), Keberangkatan KA Tirtonadi dinilai terlalu pagi dan tidak didukung KA Feeder seperti saudaranya KA Bengawan. Atas dasar ini lah perlahan pengguna jasa KA Tirtonadi menyusut hingga akhirnya KA ini harus dilikuidasi.


menghitung rangkaian K3 yang dimiliki SLO saat itu :
- Tirtonadi (Pse - SLO ) 8K3 + 1KMP3
tiba di SLO terlalu malam, jadi ada 1 set yang menjadi KA Bengawan (Sk - THB)
8K3 + 1KMP3
Sudah ada 16 K3 + 2KMP3
- Tirtonadi (Slo - PSE) ada 8K3 + KMP3 akan menjadi KA Bengawan (kalau tidak telat)
jadi saat itu SLO punya 3 set rangkaian K3 ya?
Stau ane yg sering jalan saat ini cuma 2 set sebagai Bengawan dan yg sisanya cuma beberapa K3 yang ada di dipo SLO dan KMP3 yang sering digandeng ke Pramex gado2. Kemana ya rangkaian Ex Tirtonadi sisanya?

ehm, bukannya tirtonadi itu silangan juga ya? yg seinget gw
bukan 3 rangkaian artinya itu, tapi 4 rangkaian.
kmananya si gw ga bgitu yakin tapi apa ga perginya cuma dket2 aja dari SLO ye, jadi rangkaiannya sri tanjung ato sawunggalih/kutojaya selatan kaga itu?
Reply
#35
maaf temen-temen RF, lantaran newbie jadi baru bisa ikut share sekarang,

KA Tirnodadi dulu termasuk tunggangan andalan dari CKP-LPN pp. Dari CKP kalau nggak telat jam 10.00 di dah masuk tapi seringnya sih diatas jam 11. Pernah juga masuk CKP jam 12 dan alhasil (karena KA ini sering brenti di hampir semua stasiun petak CKP-CN) baru masuk CN jam 17.00. Kalau okupansinya seperti agan-agan semua bilang memang terbilang rendah. Ibaratnya kalau mau pindah kursi sampai 100 kali juga bisa. Kebanyakan sih penglaju yang naik untuk tujuan jarak pendek aja seperti CKP-JTB karena mang bisa diakomodasi sama kereta ini. Kalau pun penuh biasanya selepas PWT rangkaiannya termasuk kosong. Banyak juga yang turun di Legok apa Bumiayu.
Sampai LPN rata-rata jam 20.00-21.00 pernah juga sih sampai sama jam 24.00. Sementara kalau dari Solo relatif lebih tepat waktu. Kalau nggak salah masuk LPN jam 6.30 trus sampai CKP antara jam 17.00. Kayaknya lebih rame yang ke arah Jakarta dibanding sebaliknya.

Pengalaman menarik yang pernah ane alamin, pertama dikira brimob pas naik dari CKP, jadilah pedagang asongan nggak ada yang mau naik gerbong ane.Ngakak

trus yang kedua pas mau balik ke CKP dari LPN, lantaran malemnya begadang main CM (Championship Manager) sampai kereta pengennya tidur mulu, tuh kereta juga lagi pas penuh-penuhnya. Tapi orang depan ane ngajak ngobrol mulu, sampai ane nggak bisa tidur dan dah pengen sewot ama tuh orang. Nah pas dia turun di PWT, dia bilang kalau dia sengaja nggajak ngobrol supaya ane nggak ketiduran, soalnya sering ada tas yang ilang. Dan bener sih, pas di PWT ada anak muda gondrong yang nyariin tasnya ke semua gerbong. Baik banget tuh anak, siapa tahu dia anak RF daop V ya?
RF jamboapha, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#36
Buat para begawan sepur yang pernah numpak KA ini, ada yang mau share pemberhentian KA Tirtonadi ini + jadwalnya.. Ane search jadwal Tirtonadi gak ketemu2... Hehe Xie Xie
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
#37
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#38
Maaf saya sedang luring
Reply
#39

[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]
M1 nya Pangrango, buset dah..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)